spot_imgspot_img
Rabu 13 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

FKIM Jabar Kutuk Keras Insiden Penusukan Wiranto

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Forum Komunikasi Indonesia Maju (FKIM) Jawa Barat mengutuk keras dan prihatin atas insiden penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Kabupaten Pandeglang Banten, Kamis (10/10/2019).

Ketua umum FKIM MQ Iswara mengatakan bahwa kejadian tersebut bukan kebetulan, sebab menimpa pejabat negara yang sebelumnya pernah diancam akan dibunuh.

“Wiranto ini satu dari lima pejabat tinggi negara yang pernah diancam akan di bunuh beberapa waktu lalu,” kata Iswara di Jalan RE Martadinata, Kamis (10/10/2019).

Dengan kejadian tersebut, pemerintah terutama Polri harus menindak tegas hingga ke akar-akarnya jika memang ada. Karena bagaimana pun dipastikan ada otak pelaku di balik insiden tersebut.Maka harus ditindak habis, Polri jangan ragu-ragu.

Menurut dia, itu kejadian luar biasa dan mengagetkan, terlebih insiden itu baru pertama kali terjadi selama Indonesia berdiri. Di masa orde lama dan baru, bahkan pada saat transisi era reformasi tidak pernah terjadi hal semacam ini.

Kaitannya dengan isu bahwa kejadian itu adalah setingan, Iswara mengatakan bahwa terlalu mahal harganya jika kejadian tersebut setingan. Apalagi hingga saat ini kondisi Menko Polhukam kritis dan belum sadarkan diri.

“Terlalu mahal kalau ini setingan, hingga mengorbakan pak Wiranto yang kondisinya kritis. Tidak mungkin ini merupakan by seting dari salah satu pihak,” kata dia.

Sementara itu, Ketua FKIM Budi Hermansyah mengatakan, penusukan terhadap Wiranto adalah kejahatan politik, karena menyangkut petinggi negara, serta bertepatan dengan momentum politik yang belum selesai.

“Ini bukan kriminal biasa tapi sudah kejahatan politik, karena kejadian yang menimpa pada pucuk pimpinan negara,” kata Budi.

Budi menambahkan kejahatan politik seperti ini bukan dasar dari asumsi, ini adalah fakta yang terjadi, pelaku pasti dari satu kelompok dengan biadab menusuk seorang Menkopolhukam.

“Artihya ini bukan urusan pribadi lagi, mungkin ada kebijakan dari pak Wiranto yang tidak sesuai dengan mereka, yang pada akhirnya memutuskan dengan cara yang biadab,” kata dia.

Ketua FKIM Komarudin Taher menyebut bahwa kejadian ini merupakan kejadian kecil dari kemungkinan rencana kejahatan besar yang akan terjadi. Pihaknya mengutuk keras intoleransi di negara yang toleran ini. Pihaknya pun mendorong aparat Polri agar tidak ragu memburu kelompok ini, sebelum kejadian lebih besar dilakukan.

“Saya mendorong Polri tegas, jangan ragu dalam mengambil keputusan,” kata Komarudin.

(AS/LIN)

spot_img

Berita Terbaru