PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Gemuruh sorak penonton memecah panggung terbuka saat empat penari cilik membawakan Tari Bajidor Kahot dengan sangat energik. Tarian tradisional khas Sunda berpadu sentuhan modern tersebut sukses memikat ratusan pasang mata dalam pergelaran Evaluasi Semester Sanggar Seni Rengganis, Jumat (26/6/2026).
Keempat penari cilik tampil kompak berbalut kostum biru langit dengan hiasan payet dan bordir emas yang menawan. Mahkota indah dan bros dada warna-warni menyempurnakan penampilan mereka di atas panggung.
Gerakan tangan yang kokoh ke atas berpadu tumpuan jemari di pinggang mempertegas karakter Tari Bajidor Kahot yang ekspresif sekaligus berani.
“Bajidor Kahot mengemas gerakan tari klasik menjadi lebih segar. Kata ‘kahot’ sendiri memiliki arti pintar atau berpengalaman dalam seni ibing. Kami sengaja mengembangkan tarian ini agar seni tradisional Sunda terasa lebih dekat dengan selera generasi muda dan penonton zaman sekarang,” jelas Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Sugeng, Jumat (26/6/2026).
Sembilan Tahun Konsisten, Sanggar Rengganis Pangandaran Gembleng Mental Mentalitas Anak Sejak Usia 3 Tahun
Sugeng menambahkan, pemilihan warna biru pada kostum penari sengaja mengadopsi corak laut Pangandaran sebagai simbol identitas teritorial daerah.
Sementara itu, sentuhan aksen emas dan magenta memancarkan kesan megah serta kepercayaan diri tinggi. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran membidik Tari Bajidor Kahot beriringan aransemen degung modern ini sebagai ikon kesenian daerah yang siap menembus berbagai festival tingkat provinsi.
Ketua Sanggar Rengganis, Iis Rusmiati, menjelaskan agenda evaluasi tengah semester kali ini melibatkan 50 peserta yang merentang dari usia 3 tahun hingga jenjang remaja.
Perempuan pendiri sanggar tersebut secara konsisten mempertahankan tradisi unjuk bakat ini setiap enam bulan sekali sejak sembilan tahun silam.
Melalui program rutin ini, Iis berkomitmen menggembleng mental anak-anak agar tidak sekadar mahir menari di dalam ruang latihan. Namun anak-anak juga berani tampil percaya diri di hadapan publik dengan balutan kostum lengkap, tata rias wajah, serta sanggul tradisional.
(Sajidin)



