BANDUNG, FOKUSJabar.id : Meski baru berjalan sekitar empat bulan sejak pertama kali diluncurkan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, 18 September 2018, program Jabar Quick Response (JQR) sudah menerima sekitar 39.672 pengaduan. Saat ini, sistem yang dibangun oleh program JQR pun semakin matang.

“Sistem yang dibangun sudah terintegrasi dengan sistem lapor, dari mulai pengaduan sampai penindakan,” ujar Ketua Harian JQR, Hanief Mochammad melalui sambungan telpon, Senin (31/12/2018).
Hanief menambahkan, saat ini di beberapa daerah sudah dibangun quick response tingkat Kabupaten dan Kota. Hal tersebut membuat pihaknya lebih mudah dalam mengeksekusi atau menyelesaikan kasus-kasus yang viral di tengah masyarakat.
Hanief menuturkan, ekspekstasi masyarakat terhadap JQR cukup besar. Setiap bulannya tim JQR menerima minimal 12 ribu pengaduan. Bahkan di bulan pertama dibentuknya JQR, pihaknya menerima sekitar 24 ribu pengaduan.
” Seiring itu, kita pun terus memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang apa yang bisa diadukan dan apa yang tidak, sehingga lambat laun masyarakat mulai paham tentang fungsi JQR. Dulu, pengaduan banyak, tetapi minim tindakan karena kendala internal dari sisi anggaran, relawan, SDM dan lainnya. Sekarang terbalik, aduannya menurun, tetapi penindakan meningkat. Per hari ada sekitar 12 Kabupaten dan Kota melakukan satu penindakan,” terangnya.
Khusus untuk kota Bandung, lanjut Hanief, penindakan yang dilakukan saat ini bisa mencapai lima kali per hari. Dan jika ditotal di seluruh Jawa Barat, jumlah penindakan per hari bisa mencapai 20 kali.
“Angka ini meningkat karena dulu per hari hanya melakukan satu sampai dua kali penindakan saja,” tambahnya.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ekspos 100 hari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate pada Jumat (28/12/2018) menyebutkan jika program JQR merupakan program yang dinilai paling memuaskan. Hal ini dilihat dari antusiaa masyarakat dalam menyambut program JQR terlihat dari jumlah pengaduan yang mencapai 39 ribu aduan.
Saat ini, program JQR sendiri didukung 240 lebih relawan yang bekerja secara sukarela dan tersebar di seluruh Jawa Barat. Kedepan, program ini diharapkan bisa secara mandiri diadopsi kabupaten/kota dengan koordinasi langsung di bawah bupati dan walikota.
(ageng/bam’s)



