TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tasikmalaya dalam lima tahun ke depan prioritaskan pembangunan akhlak. Pembangunan ahlak ini bagian penting untuk membangun Kota Tasikmalaya ke arah yang lebih maju dan berkembang.
” Prioritas capaian ini sangat penting, karena sejalan dengan visi misi Kota Tasikmalaya periode tahun 2017-2022 yakni Kota Tasikmalaya yang Religius, Maju dan Madani,” ujar Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman saat sosialisasi RPJMD 2017-2022 di Aula Ballroom Plaza Asia Tasikmalaya, jalan HZ.Mustofa Kecamata Tawang Kota Tasikmalaya Rabu (12/18/2018).
Hadir pada kesempatan itu, seluruh perangkat Pemerintahan di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, mulai Sekda, Kepala Dinas, BUMD, Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas termasuk para lurah Se-Kota Tasikmalaya.
Pembangunan Akhlak kata Budi, harus bersifat universal dan menyeluruh yakni pembangunan akhlak seluruh masyarakat dan aparat pemerintahan Kota Tasikmalaya”jika akhlak dan prilaku seluruh komponen masyarakat Kota Tasikmalaya semakin baik, niscaya pembangunan akan berjalan baik dan semakin berkembang, sehingga kesejahteraan masyarakat pun akan semakin meningkat, dengan demikian angka kemiskinan pun akan menurun,”sambungnya.
Dirinya pun mengklaim, jika pembangunan dibidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan daya beli di Kota Tasikmalaya selama periode pertama memimpin Kota Tasikmalaya sudah cukup baik sehingga ini perlu dijaga, pertahankan dan dirawat bersama.
”Apalah artinya capaian pembangunan di segala bidang sudah cukup baik, jika akhlak masyarakat dan pegawai penyelenggara pemerintahannya bobrok, ini saya percuma dan tidak berguna apa-apa,”tuturnya.
Untuk itu sambungnya, program pembangunan lima tahun kedepan yang kita prioritaskan yakni pembangunan akhlak disamping pembangunan di bidang-bidang lainnya.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Tasikmalaya Dindin Saepudin menjelaskan, pembangunan lima tahun kedepan yang dilaksanakan didasarkan pada sebuah kebijakan dengan memperhatikan berbagai aspek prioritas.
”Tahun 2018 yakni peningkatan daya saing dan pemerataan pembangunan untuk mengurangi kemiskinan, 2019 yakni peningkatan kualitas SDM dan daya beli dengan ditunjang infrastruktur dan pelayanan publik, 2020 yakni penguatan kualitas SDM dan daya beli, 2021 mendorong investasi dan daya saing untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dan di tahun 2022, memicu pertumbuhan dan pemerataan pembangunan menuju masyarakat maju dan Madani,” kata Dindin.
(Seda/DAR)


