spot_imgspot_img
Selasa 12 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gubernur Jabar Akan Berikan Akses Penuh untuk Masyarakat Ekonomi Lemah

BALI, FOKUSJabar.id : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dibawah kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berkomiten untuk memberikan akses penuh kepada masyarakat ekonomi lemah.
Untuk itu, Ridwan Kamil (Emil), memiliki program sebagai langkah untuk mengurangi kemiskinan dan kesenjangan masyarakat.
” Komitmen kami di Jawa Barat, selama lima tahun akan memberikan dukungan akses penuh, pertolongan ke kelompok masyarakat yang paling lemah,” kata Emil saat menghadiri International Conference on Inclusive Economic Growth: Reducing Poverty and Inequality di Anvaya Beach Hotel and Resort Bali, Jalan Kartika, Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Rabu (10/10/2018).
Menurut Emil, konferensi tersebut merupakan rangkaian agenda Annual IMF-World Bank Group Meetings 2018. Jawa Barat sambung Emil, mempunyai program Kredit Mesra (Masjid Sejahtera) yang akan di-launching bulan depan.
Kredit Mesra akan memanfaatkan masjid sebagai tempat pemberi kredit yang akan diberikan tanpa bunga dan agunan.
” Sehingga kalau ada yang butuh bantuan keuangan cukup ke masjid tanpa bunga dan agunan,” jelasnya.
Selain itu, ada juga program Satu Desa Satu Perusahaan. Program tersebut akan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat desa tanpa harus merantau ke kota.
” Kita kerjasama dengan universitas. Jadi, program Satu Desa Satu Perusahaan itu nanti CEO-nya adalah alumni-alumni universitas yang baru lulus dua sampai tiga tahun. Setelah itu, mereka bisa tinggal di desa atau mengalihkan perusahaannya ke yang lain,” paparnya.
Program tersebut merupakan upaya Pemda Provinsi Jawa Barat untuk mengurangi kesenjangan yang ada di masyarakat saat ini.
“Strategi-strategi inilah yang akan memastikan Jawa Barat maju bersama-sama. Orang kaya silahkan makin kaya tapi orang miskin akan kebawa kaya,” tutur Emil.
Lebih lanjut Emil memaparkan, lima strategi pembanguan ekonomi di Jawa Barat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusi. Yakni, pembanguan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas SDM, meningkatkan kerjasama antar Kota/Kabupaten di Jawa Barat, revitalisasi desa (termasuk di dalamnya program Satu Desa Satu Produk, Satu Desa Satu Perusahaan) dan pembanguan sentra pertumbuhan ekonomi baru dengan pemanfaatan sumber daya lokal.
“ Dalam lima tahun kedepan, saya membayangkan Jawa barat menjadi daerah yang berkembang dari pariwisata ekonomi selfie, ibu-ibu yang kemampuannya sudah meningkat melalui sekolah perempuan, dan agrikultur,” katanya.
Tak Tergantung APBD
Emil menuturkan bahwa untuk mewujudkan programnya selama lima tahun ke depan tidak hanya bisa mengandalkan APBD.
“Sebagai pemimpin, saya akan cari sumber-sumber pendanaan, apapun itu. Karena hanya kalau mengandalkan APBD, menurut hitungan matematikanya tidak akan sampai,” ungkap Emil.
Pendanaan lain, bisa saja datang melalui investasi baik dari dalam maupun luar negeri, atau memanfaatkan CSR.
” Itulah cara-cara kita membangun Jawa Barat, memastikan pada saat dana pemerintah terbatas seorang pemimpin jangan menyerah dan terus mencari inovasi pembiayaanya,” pungkasnya.
(Bam’s)
spot_img

Berita Terbaru