spot_img
Senin 26 Februari 2024
spot_img
More

    Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu-Garut, Ini Komentar Warga

    GARUT, FOKUSJabar.id : PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera mereaktivasi empat jalur kereta api di wilayah Provinsi Jawa Barat. Ke-empat jalur tersebut yakni, Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey dan Rancaekek-Tanjungsari.

    Reaktivasi tersebut mendapat dukungan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil). Dia menilai, sangat menguntungkan bagi masyarakat untuk lebih memudahkan transportasi. Selain itu, daerah-daerah yang dilalui kereta pun perekonomiannya bisa tumbuh karena ada pergerakan orang dan barang dengan aksesibilitas yang semakin mudah.

    Tidak hanya Gubernur Jabar, sebagian besar warga pun menyambut baik reaktivasi jalur kereta api tersebut. Salah satunya jalur Cibatu-Garut.

    Menurut istri Diky Chandra, mantan Wakil Bupati Garut, Rani Permata, rencana pengaktifan kembali kereta api jalur Cibatu-Garut memang baik. Dengan begitu, masyarakat memiliki alternatif road selain Angkutan Kota (Angkot) atau ojek.

    Hanya saja, sambung Rani, reaktivasi tersebut mesti gencar disosialisasikan kepada masyarakat. Terutama mereka yang sudah kadung puluhan tahun menempati lahan Right of Way (RoW) milik PT KAI.

    Artinya, harus dilakukan pendekatan dari hati ke hati, diberikan pemahaman bahwa lahan yang mereka tempati bukan haknya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman sehingga nantinya menghambat reaktivasi tersebut.

    “ Mereka harus diberikan pemahaman bahwa lahan yang ditempati bukan haknya,” ucap Line Produser FTV “ Hidayah Untuk Suami Tercinta,” Kamis (20/9/2018).

    Rani mencontohkan, karena minim sosialisasi pembangunan gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi mubazir karena mungkin masyarakat belum memahaminya karena saat pembangunan belum sepenuhnya diajak berunding dari hati ke hati.

    Senada disampaikan warga Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Didi Akhdiat yang juga Ketua LSM Putera Garut. Menurut dia, secara regulasi memang itu hak PT KAI. Meski begitu, tetap perlu sosialisasi agar masyarakat yang  terkena dampak bisa paham dan mengerti.

    Didi menambahkan, meski secara transportasi tidak terlalu signifikan, namun menggunakan jasa Kereta Api memiliki kecepatan, kenyamanan dan biaya transportasi lebih murah.

    Sementara Ketua Paguyuban Pemuda dan Pemudi Sucinaraja (P3S), Engkus Kusnadi menyebut, rencana reaktivasi sangat bagus. Selain terjangkau juga terhidar dari kemacetan. Artinya akan menguntungkan masyarakat.

    “ Kami setuju jalur Cibatu-Garut diaktifkan kembali. Hanya saja, perlu dibangun juga stasiun-stasiun kecil untuk memudahkan para pengguna jasa Kereta Api,” singkat Kusnadi.

    (Andian/Bam’s)

    Berita Terbaru

    spot_img