GARUT, FOKUSJabar.id: Pengurus Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra) usai menggelar rapat lanjutan bertempat di Sekretariat Jalan Raya Limbangan Timur No235 A, Kecamatan Balubur Limbangan, Rabu (20/6/2018) kemarin.
Menurut Ketua Umum PM Gatra, Holil Aksan Umarzen, rapat tersebut sebagai tindak lanjut pertemuan para pengurus PM Gatra yang telah di gelar pada akhir bulan Ramadhan 1439 lalu.
Agenda pokok rapat yang menjadi pembahasan yakni, merealisasikan perubahan lembaga operasional pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Garut Utara. Di mana sebelumnya bernama Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten Garut Utara (P3KGU) di ubah menjadi Presidium Gatra.
Hal itu di lakukan agar lembaga tersebut lebih mudah di ingat dan simpel dalam operasionalnya sekaligus pergantian kepengurusan. Seperti di ketahui, Ketua P3KGU meninggal dunia dan ada beberapa pengurus yang tidak aktif.
“ Para pengurus sepakat menunjuk Pak Cecep Suhardiman menjadi Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Garut Utara,” kata Holil, Kamis (21/6/2018).
BACA JUGA: Warga Sukaluyu Garut Siap Bergabung dengan DOB Gatra
Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Garut Utara, Cecep Suhardiman mengatakan bahwa lembaga di bawah komandonya tersebut untuk melanjutkan agenda yang sudah di lakukan para pengurus P3KGU.
Menurut Cecep yang juga Pengacara Buni Yani, langkah pertama yang akan di lakukan yakni, menindaklanjuti surat permohonan dengan agenda menemui Ketua dan pimpinan DPRD Garut untuk memastikan proses rekomendasi DOB Garut Utara yang sudah di ajukan pada tahun 2015 lalu.
“ Surat permohonan tersebut di sertai satu bundel proposal persyaratan yang hingga kini belum menemui titik terang,” ucap Cecep.
Selanjutnya, dia bersama pengurus lainnya akan mencoba melakukan lobi ke Kemendagri dan DPR RI.
“ Jika dilihat dari sejumlah yang dipersyaratkan, kami optimistis keinginan Gatra memisahkan diri dari Kabupaten Garut akan terealisasi,” katanya.
Rasa optimistis tersebut sambung Cecep, bercermin ke daerah lain. Salah satunya, Lombok yang telah terlebih dahulu melaksanakan pemekaran dengan potensi penduduk yang relatif lebih sedikit.
“ Itu bisa dijadikan acuan semangat kita untuk mewujudkan Limbangan Ngadaun Ngora,” pungkas Cecep Suhardiman.
(Bam’s)


