BANDUNG, FOKUSJabar.id : Memasuki tahun politik, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Jawa Barat (Jabar) harus bebas dari berita palsu atau hoax. Sehingga proses demokrasi lima tahunan ini berjalan aman, lancar dan kondusif.
Maka dari itu, Kepolisian Daerah Jabar, Pemda Jabar bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat menggelar seminar Kebangsaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018 bebas hoax dengan tema “Cerdas Berinformasi untuk Pilkada Damai” digelar di Grand Pasundan Convention Hall Jalan Peta Kota Bandung.
“Maksud dan tujuan kegiatan tersebut dalam rangka menyukseskan Pilkada Jabar 2018 yang bebas hoax,” tulis Kabid Humas Polda Jabar, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko dalam press release.
Hadir pada kesempatan itu, Wakasatgas Nusantara Mabes Polri, Brigjen Polisi M. Fadil Imran, sebagai pemateri. Dia menyampaikan, berita Hoax muncul pada tahun 2016 dan masuk dalam Undang-Undang Informasi, Teknologi dan (ITE) dibagi menjadi dua kelompok. Yakni, berita ekploitasi dan berita ujaran kebencian yang mengarah kearah unsur SARA.
Hadir juga Ketua Bawaslu Jabar, Harminus Koto, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ary Shyaril Ramadhan, Wadir Intelkam Polda Jabar, AKBP Sukendar, Paslon Cagub dan Cawagub Jabar, Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Komisioner KPU Jabar, Ferdinan.
” Kita melaksanakan Pilkada bertujuan untuk mencerdaskan dan menyejahterakan masyarakat, juga berjuang menghasilkan dan memerangi kemiskinan serta melawan kebodohan,” ujar Ferdinan.
(Ibenk/Bam’s)



