spot_imgspot_img
Kamis 15 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8093

Dinsos Minta BNI Tasik Bayarkan BPNT Kepada Penerima

0
ilustrasi (web)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Terkait kasus temuan ribuan rekening penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari program Kementerian Sosial RI yang kosong saat akan digesek di ATM mendapat reaksi keras dari Dinas Sosial Kota Tasikmalaya.

“Nama-nama penerima BPNT yang dari Kemensos RI sudah ada di pihak BNI Tasikmalaya, untuk itu segera dibayarkan agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan haknya,” kata Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Hidayatulloh Ansori, Senin (2/7/2018).

Pihak BNI, kata dia, seharusnya mencairkan bantuan BPNT sesuai data yang diberikan dari Kemensos.[highlight][/highlight]

” Saya yakin nama-nama masyarakat penerima BPNT untuk di Kota Tasikmalaya yang disuruh dicairkan Kemensos RI sudah ada di pihak BNI Tasikmalaya. Jadi BNI sebagai Himbara dan juru bayar harus segera membayarkan semua rekening penerima, tidak ada yang ditahan atau ditunda,” tegas dia.

Dia mengungkapkan bahwa jumlah penerima BPNT yang rekeningnya kosong mencapai ribuan. Itu harus diselesaikan secepatnya karena menyangkut hak orang miskin.

“Kita harapkan masyarakat yang sudah masuk data penerima BPNT, namun belum menerima haknya agar segera melaporkan ke Dinsos,” kata dia.

(Seda/LIN)

Larang Mantan Narapidana Nyaleg, DPR Anggap KPU Pencitraan

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pencitraan melalui kebijakan melarangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi calon legislatif di Pileg tahun 2019.

Menurut dia, larangan terhadap mantan narapidana korupsi merupakan kebijakan yang berlebihan dan bertentangan dengan UU.

“Tidak perlu lagi lah kita membangun pencitraan. Patuhi saja aturan,” kata Bamsoet di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Bamsoet mengatakan bahwa mantan narapidana kasus korupsi memiliki hak untuk memilih dan dipilih dalam pemilu selama sudah tuntas menjalani hukuman.

Dalam proses pencalonan itu, kata Bamsoet, nasib mantan narapidana kasus korupsi ditentukan oleh masyarakat. Dia mengatakan, masyarakat sudah cerdas dalam menentukan pilihannya.

“Kalau tetap memaksakan diri berarti KPU masih menilai masyarakat tidak cerdas,” kata Bamsoet, seperti dilansir CNN.

Terkait dengan kebijakan itu, Bambang mengklaim DPR satu suara dengan pemerintah dan Bawaslu menolak kebijakan KPU melarang mantan narapidana kasus korupsi menjadi caleg.

Di sisi lain, Wakorbid Pratama DPP Golkar ini menyampaikan Golkar memberi peluang kepada mantan narapidana untuk menjadi caleg. Namun, dia mengklaim Golkar memprioritaskan kader yang yang tidak pernah tersangkut pidana.

(Agung/LIN)

Menang di Pilgub Jabar, Uu Tidak Ada Persiapan Khusus Menuju Gedung Sate

0
Uu Ruzhanul Ulum (FOKUSJabar/ Seda)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku tidak memiliki persiapan apapun meski dirinya bersama Ridwan Kamil dinyatakan sebagai pemenang Pemilu Gubernur Jawa Barat 2018 versi hitung cepat seluruh lembaga survei.

Seperti diketahui, pasangan nomor urut 1 ini mengungguli 3 pesaing lainnya dalam kontestasi politik yang digelar pada 27 Juni 2018.

Jika nanti resmi menjabat Wagub Jabar, Uu tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi.

Bahkan, dia berjanji akan langsung bekerja untuk membantu Ridwan Kamil dalam memimpin sekitar 47 juta warga provinsi Jabar.

Uu mengaku sudah cukup lama berkarir di politik. Tata kelola pemerintahan ini sudah dijalaninya sejak awal 2000 saat menjadi anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Kiprahnya ini melenggang mulus karena berhasil menjadi Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya hingga Bupati Tasikmalaya selama 2 periode.

Saat pertama kali menjabat bupati, Uu mengaku sedikit tidak percaya diri sehingga harus mendapat penjelasan.

Namun, kata dia, hal itu tidak lama, mengingat kemampuan politiknya yang sudah terasah lama.

“Tahun pertama menjadi bupati, saya memang meraba-raba. Tetapi karena saya berasal dari DPRD, jadi sudah paham juga,” kata dia, Senin (2/7/2018).

Dia menilai bahwa tugas seorang pemimpin di tingkat provinsi tidak akan terlalu berbeda dengan di tingkat kabupaten. Begitu pun dengan tugas Wakil Gubernur Jawa Barat yang menurutnya tidak berbeda dengan Bupati Tasikmalaya.

“Sama-sama mengurus masyarakat. Bedanya hanya di wilayah, dulu hanya 1 kabupaten, sekarang mengurus 27 kabupaten dan kota,” kata dia.

Oleh karena itu, Uu berjanji tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi usai dilantik menjadi Wakil Gubernur. Dia memastikan dirinya akan langsung bekerja untuk membantu Ridwan Kamil.

“Insya Alloh saya sudah pengalaman, jadi tinggal berlari,” tutur dia.

Dia memastikan akan menjalankam program-program yang telah dijanjikan saat kampanye.

“Program-programnya yang sudah dirumuskan saja. Nanti dibahas dan disempurnakan lagi dengan DPRD Jawa Barat,” kata dia.

Seusai Pemilu, dia pun langsung kembali ke Kabupaten Tasikmalaya dan melanjutkan tugasnya sebagai Bupati.

(LIN)

Visi Misi Gubernur Terpilih Ikut Dibahas dalam APBD Perubahan 2018 maupun APBD 2019

0
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Visi misi Gubernur-Wakil Gubernur hasil Pilkada 2018 akan ikut dibahas dalam APBD Perubahan 2018 maupun APBD 2019.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan sebelum tim transisi masuk, pihaknya sudah menghimpun visi misi dan janji kampanye lewat tim khusus yang dibentuk Bappeda.

Upaya ini, kata dia, merupakan langkah proaktif mengingat proses penyusunan anggaran tidak boleh terhambat oleh agenda Pilkada. Saat rekapitulasi suara Pilgub Jabar 9 Juli mendatang berakhir, pihaknya pun sudah memiliki bahan program dari calon.

BACA JUGA:

Tim Damkar Rancah Berhasil Evakuasi Anak Meninggal di Dalam Gorong-gorong

“Secara tidak langsung kita sudah akan mengakomodir janji kampanye pemenang Pilkada supaya seiring sejalan. Nanti APBD itu akan seiring dengan kepentingan pusat, pemenang Pilkada dan hasil pembahasan Musrenbang,” kata Iwa di Bandung, Senin (2/6/2018).

Tercantumnya program kandidat terpilih dalam APBD Perubahan 2018, kata dia, sangat bisa dilakukan mengingat ketika disahkan pada September-Oktober 2018, anggaran yang disusun dalam periode Gubernur Ahmad Heryawan dan Wagub Deddy Mizwar sudah berakhir.

“Kami tidak ingin ada masalah ke depan, jadi arah kebijakan anggaran kita harus seiring dengan calon terpilih,” kata Iwa.

Pihaknya melalui Bappeda Jabar sudah mendokumentasikan seluruh janji kampanye kandidat lalu oleh Bappeda dan BPKAD masuk ke dalam perencanaan umum.

Hasil pemantauan ini akan dilanjutkan dengan masuk dalam rancangan perda APBD Perubahan dan APBD 2019. Pihaknya pun membuka pintu pada calon terpilih untuk melakukan dialog transisi.

“Pembahasan bisa diwakili partai pengusung, tapi bahan dari Bappeda juga ada. Semuanya disesuaikan dengan kondisi anggaran, juga rencana pemerintah pusat dan daerah, jadi sinkron,” tutur dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi mengatakan bahwa tim transisi gubernur terpilih sangat dimungkinkan untuk berkoordinasi dan berdialog dengan Pemprov Jabar terkait pembahasan program agar bisa masuk dalam APBD.

“Namun kewenangan perumusan APBD Perubahan 2019 dan pembahasan APBD 2019 saat ini masih di tangan penjabat gubernur,” jelas Ineu.

Menurut dia, pembahasan APBD tidak bisa serba singkat, mengingat banyak aturan main yang harus ditempuh sekaligus jadwal yang sudah disepakati bersama antara Pemprov dan DPRD.

Ineu menunjuk APBD Perubahan 2018 yang menurut Permendagri harus sudah ditetapkan Agustus mendatang sementara Kebijakan Umum Anggaran 2019 harus sudah tuntas Juli 2018.

“(APBD) Perubahan harus berjalan Agustus. Saat ini masih ada penjabat gubernur, nanti jadwal dikoordinasikan dengan penjabat gubernur. Jadi [tim transisi] masuk pembahasan anggaran ini sudah berjalan, tapi kita tunggu aturan pusat,” terang dia.

Lebih lanjut Ineu mengaku bahwa program-program gubernur terpilih nanti memang harus sudah mulai dimasukan, terlebih rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Jabar 2018-2023 berdasarkan pada visi dan misi calon terpilih.

“Tetapi ini ada aturannya, pembahasan memang tidak bisa seenaknya, tapi dialog [tim] boleh dan dimungkinkan,” kata dia.

(LIN)

Tim Catur KBB Diharapkan Bisa Raih Medali di Kejurda 2018

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Plt Bupati Bandung Barat Yayat T Sumitra berharap, pelaksanaan kejuaraan daerah (Kejurda) Catur tahun 2018 yang digelar di The Radiant Hotel, Jalan Baru Laksana, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, bisa meningkatkan prestasi catur nasional di level dunia. Secara khusus, pihaknya berharap tim catur KBB bisa meraih medali pada ajang kejuaraan tingkat Jabar ini.

“Kita sangat berterimakasih karena KBB masih dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan daerah setingkat Jabar di tengah kondisi saat ini. Dan saya berharap, momentum ini ‎untuk tidak disia-siakan agar tim Catur KBB bisa meraih medali pada kejurda kali ini,” ujar Yayat usai membuka secara resmi Kejurda Catur 2018 di The Radiant Hotel, Jalan Baru Laksana, Lembang, KBB, Senin (2/7/2018).

Selain itu, dengan pelaksanaan kejurda di wilayah KBB, olahraga catur pun bisa semakin tersosialisasi karena merupakan kegiatan olahraga yang paripurna. Pasalnya, selain mengandalkan otak kiri atau kecerdasan intelektual, olahraga catur pun membutuhkan kecerdasan emosi atau otak kanan.

“Kejurda kali ini pun diharapkan bisa ikut mengangkat prestasi catur di level internasional. Dan bukan hal mustahil jika ada atlet yang berlaga di kejurda kali ini bisa menjadi atlet dunia,” tegasnya.

Sementara Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) KBB, Heni Suhaeni‎ menuturkan, pada ajang kejurda kali ini, pihaknya menurunkan sebanyak 22 atlet. Baik di kelompok usia maupun di kelompok senior.

“Untuk atlet yang kita ikutkan pada kejurda kali ini, diprioritaskan mereka yang masuk dalam Pelatkab Porda Jabar XIII KBB. Dan untuk target, kita berharap bisa meraih medali di kejurda ini. Baik medali emas, perak atau perunggu,” ujar Heni.

Untuk peluang medali sendiri, Heni mengaku jika peluang terbesar dari kelompok senior atau atlet yang masuk dalam Pelatkab Porda Jabar XIII KBB. Sementara untuk atlet di kelompok umur, lebih kepada memberikan pengalaman bertanding dan sebagai ajang pembibitan.

“Target utama kita di Porda Jabar XIII seperti apa yang diharapkan oleh KONI KBB yakni satu cabang olahraga diharapkan bisa menyumbang minimal satu medali emas. Untuk peluang, harapan kita dari nomor beregu karena saat babak kualifikasi lalu berhasil meraih medali. Dan kalau melihat pesaing di Porda Jabar XIII nanti, masih Kota Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan tuan rumah Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

(ageng/DAR)

Catur Kota Bandung Bertekad Cetak Hattrick di Kejurda 2018

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim catur Kota Bandung bertekad mencetak hattrick juara umum pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Catur 2018 yang digelar di Radiant Hotel, Jalan Baru Laksana, Lembang, 1-4 Juli 2018. Sebanyak enam medali emas diharapkan bisa diboyong para pecatur Kota Bandung.

“Menghadapi Kejurda Catur 2018, kita tampil dengan kondisi atlet yang berbeda dibanding Kejurda sebelumnya. Meski demikian, kita tetap menargetkan juara umum sehingga bisa mencetak hattrick dan trophy juara umum tetap berada di Kota Bandung,” ujar Ketua Harian Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Bandung,Salahuddin Al Ayubi saat ditemui usai pelepasan tim Catur Kota Bandung di GOR KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Minggu (1/7/2018).

Untuk raihan medali, lanjut Ayub, pihaknya menargetkan bisa meraih minimal enam medali emas. Raihan medali emas tersebut, sama dengan raihan pada saat Kejurda Catur 2017 silam. Pada Kejurda Catur 2018 sendiri, akan diperebutkan sebanyak 16 medali emas yang terbagi dalam tujuh nomor di kelompok junior putra, tujuh nomor di kelompok junior putri, satu nomor di kelompok senior putra, dan satu nomorvdi kelompok senior putri.

“Semoga saja atlet yang kita kirim ke Kejurda Catur tahun ini bisa menyamai raihan tahun lalu. Karena beberapa atlet yang tahun lalu masih di kelas junior, sudah banyak yang naik ke senior. Tahun ini pun, yang dipertandingkan hanya catur cepat,” tuturnya.

Untuk mencapai target tersebut, tim Catur Kota Bandung memboyong sebanyak 40 atlet. Yakni 10 atlet di kategori senior putra dan putri, serta 30 atlet di kategori junior putra dan putri.

“Untuk pesaing, masih di Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Terutama Kabupaten Bogor yang ‘merekrut’ beberapa atlet catur nasional untuk persiapan Porda Jabar XIII,” tambahnya.

Selain mencapai target juara umum, ajang Kejurda Catur 2018 kali ini pun menjadi salah satu ajang try out dalam persiapan tim Catur Kota Bandung menuju Porda Jabar XIII. Pasalnya, tim inti Kota Bandung untuj cabang olahraga catur Porda Jabar XIII dipastikan diturunkan di ajang kejurda.

“Hasil dari kejurda ini bisa kita jadikan sebagai tolok ukur kemampuan atlet kita sekaligus mengetahui kekuatan lawan. Semoga dengan mengikuti Kejurda 2018 ini, kita bisa mengetahuu posisi lawan di Porda Jabar XIII dan mencapai target 3 emas. Atlet yang akan berlaga dan dihadapi pada saat Kejurda Catur 2018, tidak akan jauh dari Porda Jabar XIII,” tegasnya.

(ageng/DAR)

Kemenpora Dorong Lahirnya Enterpreuneur Olahraga

0
Plt _Asdep Industri dan Promosi Olahraga, Sandi Suwardi Hasan. (FOKUSJabar/Ageng)

 

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Industri olahraga tidak lagi terbatas pada produksi atau menyediakan peralatan olahraga. Industri olahraga pada saat ini, sudah semakin berkembang mulai dari pengelolaan sarana olahraga hingga pengelolaan even-even olahraga.

Hal tersebut lah yang mendasari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga pada Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Industri Olahraga 2018 dengan tema ‘Meningkatkan Kualitas SDM Pelaku Industri Olahraga’.

“Melalui diklat ini, kita ingin menggodok dan merumuskan konsep industri olahraga Indonesia ke depan. Ini karena ratusan gedung olahraga (GOR) hingga stadion membutuhkan  manajemen pengelolaan yang handal. Termasuk dalam menyiapkan merchandise hingga peralatan olahraga,” ujar Plt ‎Asdep Industri dan Promosi Olahraga, Sandi Suwardi Hasan saat ditemui di Bandung, Minggu (1/8/2018).

Dengan pergeseran konsep terkait industri olahraga, maka sumber daya manusia (SDM) yang menjadi pelaku dalam industri ini pun harus mulai berkembang. Mindset para pelaku di industri olahraga, sudah harus mulai bergeser dengan tidak hanya berpikir pada peralatan olahraga.

“Kita terus melakukan pendataan berbagai sarana olahraga dan ‎kedepan banyak dibutuhkan merchandise, peralatan olahraga sehingga ‎antara suply dan demand harus berimbang. Kedepan, industri olahraga sudah berkembang ke pengelolaan even olahraga hingga level internasional. Dan perhelatan even olahraga harus berdampak secara holistik ke berbagai bidang sehingga kami berpikir harus merumuskan revolusi industri olahraga,” tuturnya.

Melalui diklat yang digelar, ‎diharapkan bisa melahirkan enterpreuneur-enterpreuneur baru bidang sport‎ industry. Pasalnya, puluhan even olahraga hingga level internasional akan digelar di Indonesia. Yang paling terdekat yakni Asian Games XVIII pada Agustus 2018 mendatang.

“Even-even olahraga internasional ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelaku industri olahraga. Baik dari sisi penyediaan peralatan olahraga, pengelolaan manajemen pertandingan, hingga pengelolaan even olahraga. Dan itu semua membutuhkan SDM yang handal dan bersertifikat,” pungkasnya.

(ageng/DAR)