spot_imgspot_img
Selasa 24 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7691

Panwaslu Banjar Tak Berdaya Menertibkan Alat Peraga Kampanye Ini

0
Soal Alat Peraga Kampenye Ini, Panwaslu Banjar Tak Berdaya

BANJAR, FOKUSJabar.id : Ketua Panwaslu Kota Banjar, Irfan Saeful Rohman tak berdaya mengamankan alat peraga liar Pasangan Calon (Paslon) yang dipasang di kendaraan.

Menurut dia, pihaknya tidak bisa bertindak karena tidak ada regulasi yang mendasari larangan branding foto di kendaraan yang bersifat tidak menetap.

” Sejauh ini dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tidak ada klausul yang melarang atau menganjurkan terhadap branding foto Paslon di kendaraan. Namun, kita sudah mengajukan hal tersebut ke Bawaslu pusat minimal mengeluarkan surat edaran, tapi tetap tidak ada larangan,” kata dia, Rabu (28/2/2018).

Branding foto Paslon itu berisifat pribadi bukan di sarana umum. Semisal, baliho yang terpasang di rumah relawan atau di tempat bisnis, selagi pemiliknya tidak berkebaratan maka pihaknya tidak bisa melarang.

” Terkecuali ada yang kebaratan maka kami akan tindak,” imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya akan bertindak tegas jika ada pelanggaran Pilkada dalam proses tahapan kampanye.

(Boip/Bam’s)

Asisten Pelatih Persib Akui Banyak Undangan Uji Coba

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung terus mempersiapkan diri untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2018. Beberapa pertandingan uji coba sudah digelar oleh skuad berjuluk Maung Bandung.

Asisten Pelatih Persib, Herrie Setyawan (Jose) mengaku, pada masa persiapan tersebut banyak menerima undangan uji coba.

Tawaran uji coba tesebut tidak hanya datang dari klub Liga 2 seperti Persis Solo, Perserang Serang, namun dari tim peserta Liga 1 juga ada yang mengajukan tawaran diantaranya Bhayangkara FC dan PSIS Semarang.

Menurut Jose, tidak semua undangan bisa dipenuhi oleh skuad Maung Bandung. Karena, Persib memiliki banyak pertimbangan sebelum menerima undangan uji coba.

” Dari kemarin itu mah (Persis), tawaran banyak kalau ke Persib dari Bhayangkara pertama, Solo terus PSIS, Jepara juga, banyak tawaran tapi pelatih mempertimbangkan jaraknya kita gak asal terima,” kata Herrie.

(Arif/Bam’s)

Cabup Agus Hamdani Ziarah ke Makam Sesepuh Ponpes Cipari Garut

0
Cabup Agus Hamdani Ziarah ke Makam Sesepuh Ponpes Cipari. (FOKUSjabar/Andian)

GARUT, FOKUSJabar.id : Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Garut, Agus Hamdani-Pradana Aditya Wicaksana (Ahad Akur) ziarah ke makam sesepuh Pondok Pesantren (Ponpes) Cipari Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut.

Kegiatan Paslon no urut 4 ini merupakan serangkaian safari politiknya untuk menarik simpatik massa.

Cabup Agus Hamdani mengatakan, kegiatan ziarah sebagai kebiasaan keluarga yang mana sebagai muslim menziarahi makam keluarga  dan leluhur merupakan sebuah tasyakur binikmat dan mendoakan ahli kubur yang telah meninggalkan kita.

” Sebagai muslim kita wajib berziarah kepada ke makam yang telah mendahului kita,” kata Agus, Rabu (28/2/2018).

Disebut Cabup yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), kali ini dirinya melakukan ziarah ke makam sesepuh Ponpes Cipari, KH. Bunyamin dan Kuraesin.

(Andian/Bam’s)

Panwaslu Banjar Dukung Proses Hukum atas Kasus Gratifikasi di Pilbup Garut

0
BANJAR,FOKUSJabar.id: Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Irfan Saeful Rohman mengaku prihatin dengan ditangkapnya rekan sejawatan Ketua Panwaslu Garut Heri Hasan Basri dan Komisioner KPU Garut  Ade Sudrajad atas dugaan suap Pilkada Serentak 2018.

Menurut dia, kejadian itu menjadi sangat berdampak, terlebih pandangan publik tentang kinerja Panwaslu akan berubah.

“Sangat prihatin atas kasus yang mencederai demokrasi yang sedang berjalan di Kabupaten Garut itu,” kata tersebut yang mencederai proses demokrasi yang sedang berjalan di Kabupaten Garut,” kata Irfan, Rabu (28/02/2017).

BACA JUGA:

Hari Ini Demokrat Garut Rapat Pengarahan Struktur di 5 Kecamatan

Pihaknya pun sangat mendukung langkah penegak hukum untuk memerosesnya hingga tuntas.

Lebih lanjut dia berharap publik bisa menanggapi peristiwa itu secara obyektif. Karena persoalan itu muncul atas ulah personal bukan secara kelembagaan.

 (Boip/LIN)

Polres Ciamis Amankan Penyebar Berita Hoax

0
Polres Ciamis Amankan Penyebar Berita Hoax. (FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Reskrim Polres Ciamis amankan seorang penyebar berita bohong (hoax), Rabu (28/2/2018).

Pelaku bernama Bambang Yudiana warga Dusun Cibulakan, Desa Sirnajaya, Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis itu diamankan karena telah menyebarkan berita tentang penangkapan orang yang diduga gila.

Polisi saat meminta keterangan pelaku terkait berita hoax di Mapolres Ciamis, Rabu (28/2/2018). (Foto Husen)
Polisi saat meminta keterangan pelaku terkait berita hoax di Mapolres Ciamis, Rabu (28/2/2018). (Foto Husen)

“Saat ada kejadian santri mengamankan orang diduga gila tersangka ini mengapload poto orang yang diduga gila,” kata Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto di Mapolres Ciamis.

Saat mengunduh foto Omorang diduga gila itu, pelaku membubuhkan keterangan dengan kata-kata yang bisa memicu keresahan di masyarakat.

” Padahal kejadian sebenarnya tidak seperti yang ditulis pelaku,” jelas Hendra.

Karena dianggap bisa memicu keresahan di masyarakat, polisi pun mengamankan pelaku sesuai aturan hukun yang berlaku.

“Pelaku dijerat pasal 14 ayat 1 dan 2 atau pasal 15 UU Ri nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana,” tegas dia.

(Husen Maharaja/LIN)

BNN Ungkap Pencucian Uang Rp6,4 Trilyun Geng Freddy Budiman

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Badan Narkotika Nasional (BNN) menungkap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika senilai Rp6,4 trilyun.

Jumlah ini diperoleh dari hasil pengembangan kasus jaringan narkotika mendiang Freddy Budiman dan anak buahnya, yakni Togiman serta Haryanto Candra yang masih mendekam di penjara.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan bahwa penyidik menangkap tiga orang tersangka dari hasil TPPU yakni Devi Yuliana, Hendi Ramli, dan Fredi Hero.

“Ketiganya kami tangkap di Jakarta pada 14 Februari lalu,” kata Arman di gedung BNN Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Arman menjelaskan modus yang digunakan pelaku adalah menggunakan enam perusahaan fiktif yang bergerak di bidang ekspor-impor untuk melakukan transaksi keuangan dari sejumlah bandar narkotika.

“Jadi modusnya seolah-olah impor barang, namun itu tidak benar. Mereka hanya menerbitkan invoice fiktif, kemudian uang hasil tindak pidana itu dikirim ke sana dengan alasan membayar barang-barang yang dibeli melalui proses impor tadi,” tambahnya, seperti dilansir CNN.

Dari data BNN terdapat 14 negara yang menjadi tempat penerimaan transfer uang di antaranya yakni Cina, India, Jepang, Jerman, dan Australia. Tercatat sejak 2014 hingga 2016 transaksi yang dilakukan mencapai Rp6,4 trilyun.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat UU 35/2009 tentang Narkotika dan UU 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga hukuman mati.

(Agung/LIN)

Hari Ini Jokowi Pilih Pengganti Kepala BNN Budi Waseso

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memutuskan pengganti Komisaris Jenderal Budi Waseso (Buwas) sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) hari ini, Rabu (28/2/2018). Nama-nama yang diajukan Polri telah sampai di meja Presiden.

“Tadi pagi saya konfirmasi kemungkinan hari ini sudah diputuskan Presiden,” kata Juru Bicara Presiden Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, seperti dilansir CNN.

Jokowi disebut akan memilih satu dari tiga nama yang diajukan Polri. Johan mengaku tidak mengetahui nama-nama yang sampai kepada Presiden.

Sebelumnya, beberapa nama yang disebut akan menjadi pengganti Buwas antara lain Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Moechgiyarto dan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Ari Dono Sukmanto.

Johan menuturkan, pemilihan nantinya berdasarkan masukan yang diterima Jokowi dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan pertimbangan-pertimbangan lainnya.

“Kriteria yang paling baik seperti profesional, berintegritas tinggi, bagus, berani, saya kira begitu,” kata Jubir KPK itu.

Meski akan dipilih hari ini, Johan menuturkan belum mengetahui rencana pelantikan kepala BNN yang akan menggantikan Buwas yang akan pensiun awal Maret.

(Agung/LIN)