Koordinator Umum PSGC Ciamis Yuyu Kadarusman. (FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)
CIAMIS, FOKUSJabar.id : Setelah melalui musim kompetisi yang sengit tahun 2017 lalu, tim kebanggaan warga Tatar Galuh, PSGC Ciamis harus turun kasta ke Liga 3 Nasional.
Meski begitu, skuad tim berjuluk Singacala tersebut sudah mulai melakukan persiapan dan memanggil para pemain mudanya untuk berlatih di Stadion Galuh Ciamis.
PSGC Ciamis sendiri pada kompetisi Liga 3 Nasional masik pada grup 2 yang dihuni Persekad, Persekabo, Lampung Sakti dan Bengkulu.
Koordinator Umum PSGC, Yuyu Kadarisman mengatakan, hasil pertemuan PSSI kemarin yang dihadiri Sekretaris PSGC, Sigit Ginanjar, Liga 3 Nasional akan digulirkan akhir bulan Juni 2018 mendatang.
” Kita sudah mulai berinisiatif memanggil para pemain untuk berlatih disisa waktu sekitar tiga bulan,” ucap Yuyu di Stadion Galuh Ciamis, Senin (26/3/2018).
Regulasi Liga 3 Nasional yakni, pemain harus kelahiran 1996. Karenanya, pihak manajemen harus segera melakukan seleksi.
” PSGC memiliki talenta muda yang cukup mumpuni jika dolihat dari prestasi Porda beberapa waktu lalu. Dimana Cabang Olahraga (Cabor) Sepakbola Ciamis mampu menuju babak final. Potensi tersebut harus dimaksimalkan ,” pungkasnya.
Pengasuh Ponpes Darussalam Kh. Fadlil Yani Ainusyamsi Kepala MAN 1 Darussalam Ciamis Idan Nurdiana bersama Kemenag Ciamis Agus Abdul Kholik. (FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)
CIAMIS, FOKUSJabar.id : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Darussalam Ciamis menjadi salah satu dari 10 MAN se-Indonesia yang kembali membuka dan menyelenggarakan program unggulan Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAN-PK) tahun ajaran 2018/2019.
Pendaftaran dilakukan secara online, Februari lalu. Sementara untuk testing atau Seleksi Nasional Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN-PK dilaksanakan Sabtu (24/3/2018) kemarin, di kampus MAN 1 Darussalam serentak se-Indonesia.
Pesertanya diikuti 146 siswa dari berbagai Provinsi di Indonesia. Seleksi Nasional PPDB MAN-PK dibuka langsung Kepala Kantor Kementerian Agama Ciamis, Agus Abdul Kholik.
Kepala MAN 1 Darussalam Ciamis, Idan Nurdiana mengatakan, MAN-PK merupakan salah satu program perminatan unggulan nasional dalam bidang keagamaan berbasis asrama (Boarding School) yang menjadi bagian dari MAN reguler yang sudah ada.
” Tahun pelajaran 2018/2019 menjadi tahun kedua bagi kami menerima peserta didik baru melalui Seleksi Nasional Penerimaan Peserta Didik Baru (SN-PPDB) 2018,” katanya, Senin (26/3/2018).
Menurut Idan, animo pelajar untuk bersekolah di MAN-PK Darussalam cukup tinggi. Belum lagi dorongan dan dukungan orangtua yang menginginkan anaknya bersekolah sambil mesantren. Terbukti, sedikitnya 146 siswa mendaftar dan mengikuti tes MAN-PK. Yakni, Tes Potensi Belajar (TPB), Tes Potensi Akademik (TPA) dan wawancara.
Mereka yang mendaftar berasal dari berbagai Provinsi. Diantaranya, Lampung dan Kalimantan.
” Karena kuota terbatas, kami hanya menerima 48 siswa untuk dua kelas,” ungkapnya.
Selain program unggulan MAN-PK, MAN 1 Darussalam Ciamis yang terakreditasi A dengan nilai 98 juga menyelenggarakan program kelas unggulan Intensive Science Class (ISC) bidang studi IPA dan IPS Kurikulum nasional yang diperkaya dengan muatan sains teoritis, terapan serta kajian sains dalam perspektif Islam yang berwawasan lingkungan sosial budaya.
Kelas unggulan ISC metode pengajaranya lebih intensif dan terprogram karena mendatangkan pengajar ahli dari perguruan tinggi. Begitupun dengan program IPA dan IPS reguler yang telah sejak awal menjadi jurusan program akademik bagi siswa.
” Bagi mereka yang tidak lolos ke program MAN-PK, ada opsi ke kelas ISC (unggulan) juga bisa di program reguler (IPA dan IPS). Kami menyediakan 10 rombel untuk PPDB 2018,” jelasnya.
Menurut Idan, sekitar 317 siswa yang sudah mendaftar ke sekolahnya, termasuk dengan MAN-PK.
“Seleksi masuk atau testing untuk program reguler (IPA-IPS) dan kelas unggulan ISC 29 April 2018 mendatang,” ucapnya.
Pihaknya berharap, berbagai program unggulan tersebut nantinya mampu mencetak lulusan yang berkualitas dan berakhlak mulia sesuai dengan visi misi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ciamis, Agus Abdul Kholik mengaku bangga dengan MAN 1 Darussalam karena menjadi salah satu dari 10 MAN di Indonesia yang menyelenggarakan program unggulan MAN-PK.
” MAN-PK merupakan program lama yang kembali digulirkan. Sudah barangtentu ini menjadi langkah untuk bisa mencetak lulusan yang unggul dibidang keagamaan. Di Jawa Barat hanya 1 yaitu MAN 1 Darussalam Ciamis. Saya bangga,” singkatnya.
CIAMIS, FOKUSJabar.id : Kesadaran masyarakat Ciamis akan pentingnya tanaman obat mulai tumbuh. Di Dusun Selacai Desa Selamanik Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis kini mulai membudidaya tanaman obat, terutama daun binahong yang paling berkhasiat mengobati segala jenis penyakit.
Ketua Kelompok Wanita Tani, Eloh Kartika mengaku sejak beberapa tahun lalu mulai menanam berbagai jenis tanaman obat. Namun saat itu masyarakat masih tidak peduli terhadap tanaman obat.
Sekarang ini, di wilayahnya mulai menggemari daun binahong. Karena banyak yang sudah merasakan khasiatnya.
“Setiap ada yang datang menanyakan daun obat, saya selalu kasih daun binahong. Saya sudah tahu daun binahong ini berkhasiat sejak saya masih muda dari orang tua dulu,” ujarnya saat dihubungi di kediamannya Senin (26/3/2108).
Karena banyak permintaan terhadap tanaman binahong. Eloh bersama warga lainnya kini mulai kembali membudidayakan tanaman obat yang merambat itu. Hampir di setiap rumah di wilayahnya kini mulai membudidaya.
Binahong ini diketahui berhasil menyembuhkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, diabetes, panas dalam, batu ginjal, untuk luka bakar, luka kulit yang terkena air panas, maupun menyembuhkan luka bekas operasi.
“Cara budidayanya sangat mudah, buahnya disemai pada sarana tanah yang telah disiapkan, lalu dibiarkan tumbuh, kemudian dipindahkan ke tanah biarkan merambat di pohon atau di bambu yang telah disiapkan,” katanya.
Setelah tiga bulan, daun binahong itu siap dimanfaatkan untuk pengobatan. Cara penggunaannya untuk pengobatan dalam, daun binahong secukupnya 10-15 lembar bisa langsung di jus atau direbus terlebih dahulu. Untuk pengobatan luar cukup ditumbuk kemudian ditempelkan pada yang luka.
“Untuk menambah khasiatnya bisa juga dicampur dengan daun obat lainnya, seperti kumis kucing, remek beling maupun sirih merah. Bisa dikatakan daun binahong ini daun seribu obat,” katanya.
Eloh mengaku dalam pengembangan budidaya binahong ini terkendala dengan lahan. Sementara saat ini masyarakat baru memanfaatkan lahan pekarangan saja.
“Sekarang sudah banyak yang datang membeli bibit tanaman binahong ini dari berbagai daerah, untuk satu bibit harganya Rp5.000 saja,” ucapnya.
Eloh mengaku dulu sempat sering membuat jamu dari daun binahong dan tanaman obat lainnya. Berhubung usianya sudah tua, Eloh sudah berhenti dan tidak ada yang meneruskan. Hal ini karena kurangnya minat generasi muda terhadap budidaya tanaman obat dan pengelolaannya.
“Mudah-mudahan budidaya daun binahong ini juga bisa dilakukan di semua daerah di Ciamis. Karena bermanfaat sebagai obat tradisional untuk pertolongan pertama. Karena dengan tanaman obat bisa mengurangi biaya berobat ke dokter,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Husen Maharaja mengaku mendapat manfaat dari daun binahong tersebut. Saat dirinya menderita batu ginjal setelah mengkonsumsi daun binahong secara teratur, batu ginjal seukuruan kelereng keluar dari kelaminnya tanpa operasi.
“Alhamdulillah setelah minum rebusan daun binahong teratur saat mengalami batu ginjal, sekitar seminggu batu langsung keluar, jadi tidak perlu operasi,” ungkapnya.
Senada dengan Eloh, warga Pawindan Ciamis Husen Maharaja mengaku dalam kurun waktu empat hari batu ginjalnya hilang berkat meminum olahan daun Binahong.
” Alhamdulilah denga olahan daun Binahong ini bisa menyembuhkan penyakit saya, dan kini mulai terherak melestarikan,” ucapnya.
MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin (Kang Hasan) berjanji memperjuangkan hak-hak buruh.
Menurut dia, buruh adalah masyarakat penggerak ekonomi daerah yang harus mendapatkan kehidupan layak dan sejahtera.
“Sebagai calon pemimpin Jabar, kesejahteraan mereka adalah bagian dari tanggungjawab saya. Saya akan perjuangkan mereka,” tegas Hasan di hadapan buruh pabrik Nabati di Kabupaten Majalengka, Senin (26/3/2018).
Selain menaikan taraf hidup buruh, Hasan bersama Anton pun memiliki program BogaGawe, yakni menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Program Bogagawe nantinya, tidak hanya bekerjasama dengan swasta, tapi juga akan mendorong proyek pemerintah provinsi untuk dapat menampung pekerja melalui program padat karya,” kata dia.
Hasan pun bertekad meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) rakyat Jabar melalui pembangunan SMK dan program setingkat diploma, terutama bidang keterampilan dan wirausaha yang dibutuhkan perusahaan (lapangan kerja).
“Dengan program Bogagawe ini saya menargetkan pengurangan angka pengangguran hingga 5 persen,” jelas dia.
MALMO, FOKUSJabar.id: Menindaklanjuti kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan anak perusahan dari Kapsch Trafficcom 9 Maret 2018 lalu.
Gubernur Jawa Barat mengunjungi Swedia dan bertemu dengan Vice President of Regional Council Ms. Annika Annerby Jansson di Kantor Region of Skane, Malmo, Swedia, Senin (26/3/2018) pagi waktu setempat.
Poto bersama antara Gubernur Jabar Ahmad Heryawa, Dubes LBBP RI untuk Swedia Bagas Hapsoro , Vice President of Regional Council Ms. Annika Annerby Jansson dan delegasi Jabar (Foto LIN)
Adapun kerjasama yang dijalin akan difokuskan pada penyediaan solusi pintar di bidang transportasi (Intelligent Transportasi System (ITS), yakni penerapan sistem jalan berbayar elektronik da. penimbangan angkutan jalan dinamis.
Dubes LBBP RI Bagas Hapsoro memaparkan potensi investasi di Jawa Barat, mulai dari infrastruktur hingga potensi pariwisata yang ada di Jawa Barat.
Dia pun menceritakan kunjungan kerajaan Swedia ke Indonesia beberapa waktu lalu, di mana saat itu ada momen raja menggunakan kereta dari Jakarta menuju Bandung.
“Saat itu rombongan berkesempatan melihat-lihat pemandangan Jawa Barat melalui kereta dari Jakarta menuju Bandung,” kata Bagas dalam pertemuan dengan Vice President of Regional Council Ms. Annika Annerby Jansson di Kantor Region of Skane, Malmo, Swedia.
Vice President of Regional Council Ms. Annika Annerby Jansson pun memaparkan sejumlah potensi dan kelebihan yang ada di wilayahnya, mulai dari pelayanan kesehatan, transportasi publik, pendidikan, industri dan lainnya.
Hal disampaikam Ms Annika di hadapan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Dubes LBBP RI untuk Swedia Bagas Hapsaro, dan sejumlah delegasi Jawa Barat lainnya di kantornya.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan bahwa selain untuk kerjasama antara Jabar dan Skane Region, dia berharap kunjungan ini bisa memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesua Swedia.
Aher mengatakan, Jawa Barat dengan penduduk sekitar 48 juta jiwa saat ini telah menjadi pusat manufaktur industri, pusat pendidikan, juga di bidang pertahanan di level nasional.
Di semua bidang itu, Jabar memiliki produk yang berkelas internasional seperti PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Jalan Padjajaran Bandung, Jawa Barat; Pindad di Kiaracondong, Kota Bandung.
Begitupun di dunia pendidikan, Jabar memiliki universitas terkemuka nasional, seperti ITB, IPB, UI, dan Unpad.
“Selain itu, Jabar pun punya struktur geologi yang subur. Tidak kurang dari ratusan eko wisata yang ada di Indonesia berada di Jabar, seperti danau, hutan, laut dan pegunungan yang indah,” kata Aher.
Di bidang pertanian, kata Aher, Jabar menjadi pemasok 20 persen kebutuhan padi nasional, dan 70 persen teh nasional. Tidak hanya itu, Jabar pun memiliki buah buahan tropis.
“Bahkan buah manggis yang ekspor Indonesia, 80 persennya dari Jawa Barat. Di sisi lain pun kita punya kopi. Saat Festival kopi Atlanta, dari 20 jenis kopi dunia, 6 di anataranya kopi Jawa Barat,” jelas Aher.
Jabar pun menjadi tempat 60 persen manufaktur di Indoknesia, seperti elektronik kulit, pengolahan gas dan indutri kreatif lainnya.
Lebih lanjut Aher berharap, ke depan kerjasama saling menguntungkan segera terjalin, khususnya antara Skane Region dan Jabar, seperti di bidang lingkungan hidup, energi dan pariwisata.
“Mudah-mudahan tidak terlalu lagi kita bisa menyepakati kerjasama ini. Kami sangat berterikasih atas keramahan warga di sini. Kami merasa seperti di rumah sendiri,” jelas dia.
DENMARK, FOKUSJabar.id: Kebiasaan bersepeda di Copenhagen, Denmark bisa diterapkan juga di Indonesia, dalam hal ini Jawa Barat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jabar Anang Sudarna menyebut bahwa di Jabar, seperti di Kota Bandung, Kuningan atau Cirebon bisa diterapkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jabar Anang Sudarna berpose di sepeda di depan pusan perbelanjaan MAGASIN Du Nord Denmark (foto LIN)
“Tinggal dibuat jalan khusus sepeda yang memadai. Seperti di sini, (Copenhagen) masyarakatnya nyaman bersepeda, sebab ada jalur khusus sepeda yang besar dan memadai,” kata Anang di Malmo, Swedia, Senin (26/3/2018) pagi waktu setempat.
Jalur sepeda yang ada saat ini di Kota Bandung misalnya, bisa dibuat lebih memadai lagi, atau kalau memungkinkan diperbesar.
Warga Copenhagen bersepeda dalam beraktivitas (foto Lin)
Kemudian di Kuningan, Cirebon atau daerah lainnya di Jabar yang medannya datar bisa diterapkan kebiasaan bersepeda. Selain sehat, kebiasaan bersepeda ini pun bisa mengurangi polusi udara.
“Saya pikir ini bagus untuk diterapkan di Jawa Barat,” kata dia.
Warga bersepeda di Minggu sore (foto LIN)
Hal serupa pun diungkapkan Asisten II Pemprov Jabar Edi Nasution. Menurut dia, di Jabar bisa diterapkan seperti yang dilakukan masyarakat di sini (Copenhagen). Mereka nyaman bersepeda.
Asda II Pemprov Jabar Edi Nasution dan anggota DPRD Jabar Sadar Muslihat berpose di sepeda milik warga Denmark (foto LIN)
“Di sini pun masyarakatnya bukan yang biasa memiliki kendaraan (mobil) banyak. Mereka cenderung memiliki mobil sesuai kebutuhan,” kata Edi.
CIAMIS, FOKUSJabar.id : Untuk bisa mengairi ladang dan sawah milik warga di Dusun Baros, Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis mesti dibangun bak penampungan air (Embung).
Demikian dikatakan Konsultan Rencana Pembangunan Embung Warga Dusun Baros, Vela Alhena. Menurut dia, potensi air yang ada di hutan Pasir Baros cukup melimpah. Dengan begitu, bisa mengairi ladang maupun sawah warga. Sayangnya, hingga kini potensi tersebut masih belum dioptimalkan.
” Karena kurang dioptimalkan, sumber air tersebut terbuang percuma. Padahal, sawah maupun ladang disini merupakan lahan tadah hujan,” katanya.
Karenanya, untuk memanfaatkan sumber air tersebut akan segera dibangun Embung.
” Kami akan bangun tiga buah Embung untuk kebutuhan warga mengairi ladang dan sawah saat musim kemarau,” ucap Vela.