spot_imgspot_img
Senin 6 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7590

Setahun Tragedi Sebelah Mata, Novel Baswedan Kecewa pada Jokowi

0
ilustrasi (Web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyatakan, kecewa dengan sikap Presiden Joko Widodo yang dianggap lambat mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya pada 11 April 2017. Sampai saat ini kasus tersebut belum terungkap.

Awalnya Novel mengapresiasi kerja pemerintah dalam merespons kasus yang dialaminya. Namun belakangan setelah mendapatkan sejumlah fakta dan melihat prosesnya, Novel pesimistis dengan pengungkapan kasus tersebut.

“Bahkan saya beberapa kali menyampaikan bahwa perkara ini tidak akan diungkap,” kata Novel, Rabu (11/4/2018).

Menurutnya, Jokowi berulang kali memerintahkan jajaran di bawahnya untuk segera menuntaskan kasus yang dialami Novel. Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga telah dipanggil Jokowi beberapa kali untuk mengetahui perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

“Tetapi ketika sampai sekarang tidak ada tindak lanjut apa-apa, saya menjadi kecewa juga dengan presiden,” ujar Novel, seperti dilansir CNN.

Novel menyesalkan Jokowi menolak usulan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengetahui fakta-fakta seputar kasus. Karena itu, dia tidak yakin pemerintah bakal mengungkap kasus ini.

“Jadi saya kira ini bukan hal yang serius dilakukan,” kata Novel.

Dia mengatakan penyerangan terhadap dirinya bukan kasus yang pertama kali. Penyerangan dengan pola yang sama seperti itu, kata Novel, juga kerap dialami pegawai KPK lainnya. Namun menurutnya kasus-kasus itu tak pernah diungkap.

“Banyak, ada beberapa tapi disembunyikan tidak ada satu pun yang diungkap,” ujar Novel.

Teror terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017. Dia disiram air keras oleh orang tak dikenal usai melaksanakan salat Subuh di masjid dekat rumahnya, kawasan Jakarta Utara.

Akibat siraman air keras itu, Novel mengalami luka parah pada mata sebelah kiri. Dia sempat dirawat beberapa bulan di Sungapura dan hingga kini masih menjalani pemeriksaan kesehatan.

(Agung)

KPK Tidak Akan Tutup Kasus Bank Century

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan pihaknya sudah menyelidiki pihak-pihak yang anggap bertanggungjawab dalam kasus Bank Century, Rabu (11/4/2018).

“Sekitar April tahun lalu, tim penuntut umum KPK sudah buat ringkasan analisis tentang peran masing masing potensi pelaku,” kata Saut, seperti dilansir CNN.

Saut mengatatakan hasil analisis itu nantinya akan diserahkan kepada pimpinan KPK. Analisis tersebut menjadi bahan masukan untuk menentukan orang yang diduga jadi pelaku selanjutnya.

“Jadi tanpa putusan atau tuntutan siapapun, KPK masih tidak dalam posisi menutup kasus nya. Penyidik dan penuntut yang paham konstruksi kasusnya seperti ala, siapa berperan apa dan kick back-nya seperti apa,” terang dia.

“Jadi masih akan terus bekerja, KPK kerja tidak karena diminta oleh siapapun. KPK bekerja atas kekuatan bukti,” imbuhnya.

Sebelumnya, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya divonis 15 tahun oleh Mahkamah Agung (MA) di tingkat kasasi pada April 2015.

Budi terbukti bersalah melakukan korupsi terkait pengucuran dana Rp600 miliar untuk Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) bagi PT Bank Century saat itu, sebelum pengucuran dana talangan negara.

(Agung)

Miras ‘Ginseng’ Cicalengka Telan 157 Korban, Bupati : Ini Bencana Moral

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Korban Minuman Keras (Miras) Oplosan ‘ginseng’ Cicalengka Kabupaten Bandung Jawa Barat menjadi 157 orang. Jumlah tersebut meningkat drastis dari yang sebelumnya hanya 122 orang.

Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka, Evi Sukmawati menjelaskan, jumlah tersebut berdasarkan pemuktahiran data kunjungan pasien yang diduga menenggak miras sejenis sampai dengan pukul 08:00 WIB.

Menurutnya, para pasien ini berdatangan karena ketakutan dengan korban sebagian yang meninggal dunia. “Ini seperti euforia massa karena ketakutan banyak (peminum) yang meninggal,” ujar Evi, Rabu (11/4/2018).

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang Nasser menyebut, kasus miras oplosan dengan jumlah korban yang terus bertambah ini termasuk Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Bandung. Biasanya, lanjut Dadang, KLB ditetapkan dalam situasi merebaknya penyakit menular dan bencana alam.

“Ini bencana moral, bencana sosial. Mereka gak paham, minuman haram itu kan jelas pembawa dosa yang besar, membawa madhorot yang besar. Madhorotnya dirasakan oleh mereka sendiri,” ujar Dadang Nasser seusai menyambangi para korban pada Selasa malam, (10/4/2018).

(Adie/Bam’s)

Ketua DPRD Jabar: Pembuat Miras Oplosan Harus Dihukum Berat

0
Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari. (foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari menegaskan bahwa pelaku pembuat minuman keras (Miras) oplosan harus dihukum berat.

Sebab, selain merusak moral, akibatnya pun mengerikan bahkan hingga menelan puluhan korbam jiwa, sepertihalya di Kabupaten Bandung baru-baru ini.

“Ini kaitannya dengan nyawa manusia, bahkan sudah menelan korbam jiwa hingga puluhan orang. Pelaku pembuat miras oplosan ini harua dihukum seberat-beratnya,” kata Ineu di Bandung, Rabu (11/4/2018).

Secara pribadi dan mewakili DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu sangat prihatin dengan kasus yang menelan puluhan korban jiwa itu.

Ineu berharap, hukuman berat bagi pelaku pembuat Miras Oplosan oleh aparat penegak hukum bisa menjadi pembelajarqn agar tidak ada lagi pembuat miras oplosan di Jabar.

“Agar ada efek jera, kami yakin aparat kepolisian akan bekerja optimal mengungkap kasus di Kabupaten Bandung itu,” kata dia.

Lebih lanjut Ineu mengimbau agar warga tidak tergoda untuk mwngonsumsi miras oplosqn, terlebih itu membahayakan.

“Dalam agama Islam, Miras itu haram, apalagi membahayakan hingga merenggut nyawa. Jadi, jauhi Miras,” tegas Ineu.

Ineu mengajak seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum hingga masyarakat untuk lebih intensif mengawasi tempat-tempat penjualan miras oplosan di wilayahnya.

Selain itu, pencegahan terhadap miras oplosan ini pun harus dilakukan di lingkungan pertama, yakni di keluarga, sebab korbannya ada juga yang masih pelajar.

“Ini sangat miris, keluarga kita harus menjadi pertahanan pertama dari hal-hal negatif,” jelas dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan keprihatinanya atas kasus miras oplosan yang merenggut puluhan nyawa dan puluhan orang dirawat di dua rumah sakit di Kabupaten Bandung.

” Kita sangat prihatin dengan kejadian itu, ke depan kita berharap tidak ada kejadian serupa. Kita pun mengajak semua pihak untuk peduli terhadap urusan seperti ini. Kepada kepolisian dan pihak terkait mari kita petakan kecenderungan kejadian seperti ini terjadi, ” jelas dia.

(LIN)

Pencanangan DISA di IPDN Diserbu Warga

0
BANDUNGFOKUSJabar. co. id: Pencanangan gerakan Indonesia sadar administrasi kependudukan (#Disa) tingkat Provinsi Jawa Barat yang dipusatkan di kampus IPDN Jatinangor Kabupaten Sumedang di serbu warga dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.

Sepertihalnya Ajat (35) asal Kota Cimahi yang rela datang jauh-jauh ke IPDN untuk mengurus e-ktp. Menurut dia,  pengurusan e-ktp di IPDN bisa selesai dalam waktu tiga hari.

“Saya dengar kabar dari tetangga,  langsung saja datang ke sini.  Dari rumah berangkat setengah tujuh tadi, di sini bisa cepat,” kata saat mengantre di Gedung Balai Irung Kampus IPDN, Rabu (11/4/2018).

Pencanangan #DISA untuk Provinsi Jawa Barat diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan didampingi perwakilan dari Kemendagri.

Pantauan FOKUSJABAR di lapangan,  antrean warga yang akan melengkapi administrasi kependudukan semakin mengular.  Warga terus berdatangan memenuhi loket-loket yang disediakan.

Rencananya,  pencanangan DISA yang di pusatkan di IPDN digelar selama tiga hari,  mulai hari Rabu tanggal 11 April 2018 sampai dengan 13 April 2018.

(Budi/LIN)

Anggota DPRD dari NasDem Garut Minta Miras Diberantas

0

GARUT, FOKUSJabar.id : Kasus matinya warga Cicalengka Kabupaten Bandung gara-gara miras, mengundang keprihatinan sejumlah kalangan termasuk anggota DPRD dari Partai NasDem Garut Yusep Mulyana. Menurutnya miras merupakan sumber segala bentuk kejahatan dimana pikiran sehat dikelabui dengan hal hal yang negatif.

” Miras adalah minuman yang bisa mempengaruhi otak manusia,” katanya kepada FOKUSJabar,  Rabu (11/4/2018).

Disebutkan Yusep, kini marak miras oplosan yang tengah beredar di masyarakat. Bahkan tak tanggung-tanggung memakan korban meninggal dunia.

Oleh karena  hal tersebut, lanjut dia, peran lingkungan terutama keluarga paling dominan guna meredam peredaran miras tersebut. Jangan sampai anak anak kita terutama pelajar sampai terjerumus.

” Saya menghimbau kepada para orang tua serta masyarakat guna mewaspadai keberadaan lingkungan. Bila menemukan adanya peredaran miras agar langsung melaporkan ke pihak yang berwajib,” terangnya.

Lebih jauh diutarakan Yusep, pihaknya mendorong aparat penegak hukum agar memberantas peredaran miras. Bahkan menghukum orang yang dengan sengaja mengedarkan miras.

” Jangan sampai miras  Oplosan ginseng yang telah memakan korban jiwa masuk ke Daerah Kabupaten Garut,” imbuhnya.

Yusep berharap, mudah mudahan saja dengan pengawasan semua pihak peredaran miras oplosan tersebut bisa diminimalisir bahkan diberantas hingga keakarnya.

(Andian/DAR)

Atasi Kemacetan di Kota Tasik, Dishub Rekayasa Lalin

0
rekayasa jalan tasik
ruas jalan KH Zainal Mustofa yang selalu ramai (SEDA DAENG)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Untuk mengurangi tingkat kemacetan kendaraan yang melintas di jalan utama Kota Tasikmalaya   Dinas Perhubungan Kota mulai melakukan perubahan sistem jalur lalin di beberapa titik ruas jalan.

“Ruas jalan yang mengalami perubahan jalur yaitu Jln Rumah Sakit, jln Tentara Pelajar, jln. Pemuda, jln. A. Yani serta jalan. R. Ikik Wiradikarta ruas-ruas jalan tersebut mulai  Selasa (10/04/18) telah diuji coba diterapkan perubahan jalur satu arah (one way), mulai pukul 07.00 WIB sampai Pukul 17.00 WIB dan ini akan kita evaluasi sampai 30 hari kedepan apakah efektif atau bagaimana,  uji coba ini sebagai bentuk sosialisi dulu kepada para pengguna jalan,” kata Kepala  Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Aay Zaeni Dahlan

Dia mengatakan perubahan jalur lalu lintas ini sudah dilakukan kajian terlebih dulu agar tidak menimbulkan permasalahan sebelum diberlakukan berdasarkan kajian beberapa titik-titik ruas jalan di Kota Tasikmalaya dikeluhkan pengguna jalan sering macet karena tingginya volume kendaraan yang melintasi jalur tersebut.

Pihaknya pun memohon maaf jika uji coba perubahan sistem jalur ini mengganggu kenyamanan pengguna jalan one way ini kita berlakukan demi mencegah dan mengurangi kemacetan serta kelancaran para pengguna jalan.

(Seda/DAR)