spot_img
Sabtu 7 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7531

Komisi II DPRD Jabar Apresiasi Kontribusi THL

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi menilai peran Tenaga Harian Lepas (THL) sangat penting. Terlebih sangat berkontribusi bagi kelangsungan sektor pertanian di Jawa Barat, bahkan sangat signifikan.

“Mereka diangkat sejak tahun 2012 dan berkontribusi banyak terhadap sektor pertumbuhan pertanian di Jabar. Dan saat ini mereka sedang merumuskan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk  memperbaiki kinerja mereka,” kata ucap Didi usai menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) THL Jabar di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu.

Rakerwil THL dilakukan dalam upaya merumuskan sejumlah program yang membantu program pemerintah, khususnya di sektor pertanian.

“Ada beberapa target Pemprov Jabar, misalnya di bidang pertanian kedelai yang ditargetkan akan ditanam 200 ribu hektar tahun ini,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa THL yang PNS saat ini jumlahnya sedikit, sehingga dibutuhkan bantuan THL penyuluh pertanian non PNS.

Peran strategis THL sangat dibutuhkan. Menurutnya, dengan hadirnya para THL itu bisa mendorong produktivitas petani, khususnya di Jabar.

“Mereka yang langsung bersentuhan dengan para petani, di Jabar ini ada ribuan petani dan kelompok tani. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, mereka butuh tenaga penyuluh dan bimbingan,” jelas dia.

Sejauh ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengangkat kurang lebih seribu orang THL. Bahkan kontrak baru sudah diperbaharui dua pekan lalu.

Dia berharap agar seluruh THL bisa bekerja serius dan profesional untuk meningkatkan sektor pertanian di Jabar. Meski dari segi kesejahteraan belum sesuai harapan mereka.

“Meski honornya masih sedikit, saya berharap mereka berkerja serius, professional, dan ikhlas untuk meningkatkan pertanian di Jabar,” kata dia.

Sementara itu, Kabid Penyuluhan Dinas Tanaman dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat Eti Mulyati menjelaskan, terkait dengan adanya rencana swasembada kedelai tahun ini oleh Pemprov Jabar.

Lahan seluas 200 ribu hektarpun disiapkan Pemprov Jabar guna mendukung rencana itu.

“Untuk mencapai target dua ratus ribu hektare tersebut, tentunya perlu dukungan dari semua pihak, termasuk pengawalan dan pendampingan para THL,” jelas Eti.

Dengan potensi kedelai di Jabar, pihaknya yakin bisa bersaing dengan komoditas lainnya, seperti jagung.

Menurut Eti, rencana program swasembada kedelai tersebut harus melibatkan para THL.

” Kami sudah mempunyai data untuk setiap kabupaten yang mempunyai program kedelai, tentunya program ini harus dikawal oleh teman-teman penyuluh,” jelas dia.

(LIN)

Soal Rumah Deret Tamansari, Pemkot Bandung Siap Berikan Jalan Terbaik

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dipastikan memberikan jalan terbaik bagi warganya terkait rencana pembangunan rumah deret Tamansari. Pemkot Bandung pun menegaskan jika pembangunan yang dilakukan selalu bertujuan untuk mensejahterakan warganya.

“Setiap pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah itu tidak untuk menyengsarakan rakyatnya dan pasti ingin mensejahterakan rakyatnya. Termasuk untuk pembangunan rumah deret Tamansari,” ujar Penjabat Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin usai mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian Raperda di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi Kota Bandung, Kamis (8/3/2018).

Solihan menambahkan, masih adanya perbedaan pendapat dalam rencana pembangunan rumah deret Tamansari merupakan sebuah dinamika dalam proses pembangunan. Hal tersebut pun dinilainya sebagai sebuah dinamika pembangunan ke arah yang lebih baik.

“Mungkin ini hanya masalah komunikasi dengan sebagian masyarakat di sana. Lahan yang akan digunakan itu kan milik Pemkot Bandung. Jadi sebagai pemilik, Pemkot Bandung ingin kawasan tersebut ditata menjadi perumahan yang lebih layak, khususnya bagi warga Tamansari. Semua masyarakat di Kota Bandung itu ingin memiliki tempat tinggal yang layak dan ini juga yang diinginkan Pemkot Bandung,” terangnya.

Terkait permasalahan antara warga dengan pengembang, Solihin mengaku sudah memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan pengembang untuk berkoordinasi dan melakukan pendekatan dengan warga di Tamansari. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dari pihak pengembang menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak kerja.

“Jadi saya lihat, ini bukan arogan. Pengembang hanya berusaha menepati janji pada Pemkot Bandung untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan perjanjian, tepat waktu. Apalagi sekarang ini kan musim hujan,” tambahnya.

Meski demikian, Solihin tetap meminta pengembang untuk melakukan pendekatan yang lebih manusiawi terhadap warga yang belum setuju terhadap proyek pembangunan rumah deret Tamansari. Tak hanya dilakukan pengembang, Pemkot Bandung pun akan melakukan pendekatan kepada warga.

“Mungkin harus ada yang memberikan penjelasan yang lebih detail. Ke depan harus ada pertemuan yang lebin intens dengan mereka,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Jabar Waspadai Kebangkitan Sumut di Cabang Olahraga Bowling

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Jawa Barat mewaspadai kebangkitan Sumatera Utara di cabang olahrag bowling pasca keberhasilan salah satu provinsi terbesar di Indonesia dengan ibu kota Medan itu menyabet juara umum pada Kejuaraan Nasional (kejurnas) Bowling 2018. Pada Kejurnas Bowling 2018, Sumut tampil sebagai juara umum dengan raihan tiga medali emas dan satu medali perak.

Pada kejurnas bertajuk Test Event Road to Asian Games XVIII/2018 yang digelar di venue Sport Bowling Center Jakabaring, Sumatera Selatan, Sumut berhasil menyisihkan pesaingnya DKI Jakarta yang menempati peringkat dua dengan raihan dua medali emas dan Jawa Barat yang meraih satu medali emas serta satu perunggu harus puas di peringkat tiga. Bahkan juara umum PON XIX, Jatim justru gagal meraih medali emas dan hanya mengoleksi satu medali perak dan tiga medali perunggu.

Tiga medali emas bagi Sumut sendiri disumbangkan dari nomor single putri atas nama Aldila Indriayati, lalu dari nomor single putra dan master putra melalui atletnya, Hardy Rachmadian. Sementara DKI Jakarta meraih dua medali emas dari nomor trio putra dan nomor master putri atas nama Novie Pang.

“Juara umum pada kejurnas kemarin yakni Sumut harus diantisipasi. Sehingga tantangan kedepan bukan hanya dari DKI Jakarta. Kalau Jatim yang sebagian besar atletnya berasal dari Jabar, justru berada di bawah kita saat kejurnas,” ujar Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov PBI Jabar, Hermawan saat ditemui di Siliwangi Bowling Center, Jalan Lombok Kota Bandung, Kamis (8/3/2018).

Pada pelaksanaan kejurnas bowling 2018, lanjut Hermawan, hanya Jabar dan Sumut yang didominasi oleh atlet muda. Namun dari 12 provinsi yang mengikuti gelaran kejurnas tersebut, Jabar pun menjadi satu-satunya daerah yang murni diperkuat oleh atlet hasil binaan sendiri.

Jabar pun bisa disebut sebagai penyuplai atlet bowling bagi beberapa provinsi di Indonesia. Sebut saja nama atlet bowling papan atas di Indonesia seperti Tannya Roumimper, Puteri Astari, Yery Romadhona, Oscar, Billy M Islam, Fachri Askar hingga Adyandra Anugra.

Tannya Roumimper, Puteri Astari, Billy M Islam, Oscar, dan Fachri Askar kini memperkuat Jatim setelah hengkang pada tahun 2015 menjelang pelaksanaan PON XIX/2018. Lalu Yeri Romadona kini memperkuat DKI Jakarta serta Adyandra Anugra memperkuat Sumut karena pindah domisili.

“Jadi sebenarnya, Jabar itu penyumbang atlet bowling terbanyak di Indonesia. Ini membuktikan pembinaan olahraga bowling di Jabar itu cukup berhasil. Bahkan secara organisasi, Jabar menjadi satu-satunya provinsi yang memiliki kepengurusan PBI di tingkat kota dan kabupaten terbanyak di Indonesia,” terangnya.

Meski demikian, Hermawan menyebut jika kaderisasi atlet cabang olahraga bowling di Jabar tetap berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dengan prestasi yang ditorehkan atlet muda Jabar di ajang Kejurnas Bowling 2018 dengan raihan satu medali emas dan satu medali perunggu yang disumbangkan atlet muda.

“Di kejurnas bowling itu kita turunkan atlet muda yang paling tua berusia 25 tahun dan yang paling muda Talitha Raisa yang masih duduk di bangku SMP. Jabar menyumbang tiga atlet di kamp pelatnas junior yakni Talitha, Wibianzo, dan Sabira yang sebelumnya mewakili Indonesia di ajang Junior Asian School,” tuturnya.

Dengan potensi yang dimiliki, Hermawan menuturkan jika Jabar tetap berpeluang menjadi sentra olahraga bowling di nasional. Salah satu hal yang masih kurang dimiliki oleh atlet muda Jabar yakni minimnya jam terbang mereka pada beberapa kejuaraan dengan level yang tinggi.

Hal ini berbeda dengan pembinaan yang dilakukan daerah lain. Salah satunya Sumut, yang mengirimkan atlet muda mereka Aldila Andriayati untuk berlatih bowling di negeri Paman Sam hampir empat tahun. Begitu pun dengan provinsi lain seperti DKI Jakarta dan Jatim yang kerap mengirimkan atlet mereka untuk mengikuti kejuaraan level internasional di luar negeri.

“Hasilnya bisa dilihat, atlet Sumut, Aldila mampu meraih medali emas di nomor single putri. Jadi salah satu kekurangan atlet kita hanya jam terbang saja untuk mengasah mental mereka saat tampil di pertandingan yang sebenarnya. Kalau dari sisi teknik dan fisik, atlet-atlet muda kita sudah mampu bersaing dengan atlet senior yang ada di pelatnas atau atlet dari provinsi lain. Jadi satu hal yang harus digenjot adalah bagaimana atlet kita mendapatka banyak kesempatan bertanding karena di olahraga bowling, mental menjadi salah satu hal utama selain teknik dan fisik,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Aher Dorong Warga Jabar Lapor SPT

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) mendorong warga Jabar untuk patuh pada pelaporan pajak. Saat ini, tingkat kepatuhan pajak masyarakat masih diangka 62 persen pada 2017 lalu. Hal ini terungkap saat dirinya melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh orang pribadi melalui sistem pelaporan pajak elektronik atau e-Filing di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018).

Didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat I Direktorat Jenderal Pajak Yoyok Satiotomo, Aher melaporkan SPT melalui gawai atau alat elektronik tablet. Untuk itu, pada kesempatan ini Aher mengajak kepada semua WP di Jawa Baat agar taat membayar dan melaporkan SPT Pajak, baik untuk perorangan maupun badan.

Menurut Aher, tata cara pelaporan dan pembayaran pajak saat ini sangat mudah dan murah karena bisa dilakukan melalui e-Filing, sehingga bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun.

“Tinggal kesadaran warga negara ditingkatkan, bahwa mereka (WP) wajib membayar pajak. Dan pajak tersebut ternyata menjadi bagian penting untuk pembangunan bangsa kita ini,” ungkap Aher.

“Oleh karena itu, saya atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengajak, menghimbau kepada seluruh Wajib Pajak di Jawa Barat, baik itu perorangan maupun badan untuk bayar pajak. Karena pembangunan kita ini dilakukan salah satunya dengan menggunakan anggaran dari pajak yang dibayar oleh warga negara,” lanjutnya.

“Jadi, bayar pajak sama dengan mengamankan negara ini, sama dengan membangun negara ini, sama dengan menjamin negara ini untuk generasi masa depan. Itulah manfaat pajak,” tutur Aher.

Untuk pelaporan SPT Pajak perorangan paling lambat dilakukan pada 31 Maret 2018. Sementara untuk badan pada 31 April 2018.

Sementara itu, Kepala Kanwil Jawa Barat I Direktorat Jenderal Pajak Yoyok Satiotomo mengungkapkan, bahwa tingkat kepatuhan masyarakat Jawa Barat terhadap pajak pada 2017 mencapai 62 persen atau meningkat dari angka 53,77 persen (2016). WP Wajib SPT di Jawa Barat sebanyak 2,6 juta WP.

“Masih kurang patuh. Mereka (WP) ada yang sengaja menghindar, ada yang tidak tahu, ada juga yang mengecilkan pajak yang harus dibayar,” ucap Yoyok.

Pada 2017, WP Terdaftar di Jawa Barat sebanyak 6.973.185 WP dan yang Wajib SPT sebanyak 3.093.124 WP. Sementara WP yang melakukan pelaporan sebanyak 1.092.712 WP (62%), serta WP yang melakukan pembayaran sebanyak 241.287 WP (3 persen).

Sementara pada 2016, WP Terdaftar di Jawa Barat sebanyak 6.077.349 WP, Wajib SPT sebanyak 3.713.935 WP (59 persen), WP Lapor sebanyak 1.996.971 WP (53,77 persen), dan WP Bayar sebanyak 223.992 WP (4 persen).

Upaya yang dilakukan Kanwil Jawa Barat 1 Direktorat Jenderal Pajak untuk meningkatkan kepatuhan pajak sejauh ini, yaitu sosialisasi kepada WP terutama untuk badan usaha. “Saya sudah keliling ke Wilayah Jawa Barat I untuk menggugah kesadarannya pengusaha terutama. Tapi yang paling banyak juga orang pribadi,” lanjut Yoyok.

Target yang ditetapkan oleh Kanwil Jabar 1 Direktorat Jenderal Pajak pada 2018 ini untuk pengisian SPT minimal 75 persen dari jumlah WP SPT. “Kami harapkan akan meningkat, karena pajak ini tulang punggung berjalannya Provinsi Jawa Barat ini,” tukas Yoyok.

Berdadarkan profil APBD Provinsi Jawa Barat TA 2017, pendapatan sebesar Rp 30,5 Triliun, sementara PAD yang masuk Rp 16,5 Triliun, sehingga sisa pendapatannya berasal dari pajak atau sekitar Rp 13,9 Triliun dalam bentuk Dana Perimbangan.

“Peran kita (pajak) ini sangat penting, sangat dominan. Dan kalau kita gabung dengan kabupaten/kota (di Jabar), itu (pendapatan) jauh lebih dominan kita. Terus pendapatan gabungan 2017 (kabupaten/kota) Rp 108 Triliun, PAD Rp 35 Triliun lebih, Dana Perimbangannya Rp 60 Triliun lebih,” papar Yoyok.

“Jadi, tolong masyarakat juga mengawasi belanjanya, kalau kami (pengawasan) dari pendapatannya. Nah, belanjanya buat apa. Misalnya, di kabupaten/kota lebih banyak untuk gaji pegawai, nah itu ada masalah. Harusnya kan semaksimal mungkin untuk pembangunan daerah tersebut,” pungkasnya.

Yoyok menambahkan, bagi WP yang tidak membayar pajak akan dikenakan sanksi. Sanksi bisa berupa pemanggilan untuk pemeriksaan, hingga penyidikan apabila ada indikasi pidana.

(Bam’s)

Perhatian di Bidang Pendidikan, Pemprov Jabar Hibahkan Tanah ke UIN Syarif Hidayatullah

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghibahkan tanah seluas 10.035 meter persegi atau 1,0035 hektar kepada kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menandatangani dan menyerahkan langsung dokumen hibah kepada Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dede Rosyada, MA., di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018).

Tanah tersebut adalah milik Pemprov Jawa Barat yang terletak di Jalan Kerta Mukti No. 3, Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Saat ini, tanah tersebut sudah digunakan untuk Gedung Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, setinggi lima lantai.

“Pada hari ini, tentu diawali pembatalan perjanjian yang awal, pengajuan hibah, proses hibah. Alhamdulillah hari ini kita berhasil untuk memberikan hibah kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan baik dan selamat. Tentu kita berharap ini bermanfaat bagi UIN Jakarta, juga bagi pengembangan ilmu di sana,” ujar Aher dalam sambutannya.

Aher pun berharap, penyerahan hibah ini menjadi bagian dari perhatian Pemprov Jawa Barat kepada dunia pendidikan. “Hibah ini untuk kepentingan pendidikan. Tentu kita berharap hibah ini bermanfaat bagi Civitas Akademika di UIN Jakarta, dan bagi generasi muda di UIN Jakarta, khususnya bagi yang belajar di Fisip UIN Jakarta,” ungkap Aher.

Awalnya tanah tersebut berstatus pinjam-pakai atau BOT. Jadi, sebelumnya ada perjanjian antara Pemprov Jawa Barat dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang peminjaman lahan selama 30 tahun, sehingga setelah 30 tahun bangunan yang berada di atasnya akan menjadi milik Pemprov Jawa Barat.

“Lahannya itu memang awalnya pinjam-pakai atau dalam bahasa lainnya itu BOT. Perjanjian selama tiga puluh tahun. Tapi dengan kebaikan Pemda Jabar kemudian sebelum tiga puluh tahun dihibahkan (tanah) ke UIN Jakarta,” kata Rektor.

“Alhamdulillah, terimakasih kepada Pemda Jabar yang telah menghibahkan lahan seluas satu hektar lebih untuk Fisip UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dengan harapan ini akan bermanfaat dan berpartisipasi mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa,” paparnya.

Rektor juga menjelaskan bahwa ada sekitar 30% mahasiswa asal Jawa Barat bagian barat berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sementara saat ini, arus masuk calon mahasiswa baru asal Jabar ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah mulai terasa. Rektor mengatakan jumlah calon mahasiswa baru asal Jabar kedua terbanyak.

“Sekarang sudah menyalip ke posisi kedua di UIN Jakarta untuk arus masuk (mahasiswa) yang melakukan testingnya,” tutur Rektor.

(Bam’s)

Jabar Siap Gelar Pertandingan Lima Cabang Olahraga Asian Games 2018

0
(dok FOKUSJabar.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Jawa Barat siap menjadi tuan rumah penyelenggara bagi pelaksanaan pertandingan Asian Games XVIII yang akan digelar pada Agustus 2018 mendatang. Seperti diketahui, Jabar sudah ditetapkan sebagai tempat pelaksanaan bagi lima cabang olahraga Asian Games XVIII/2018.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar, Yudha M Saputra menuturkan, berdasarkan rapat terakhir dengan Presiden RI, Joko Widodo, Jabar ditetapkan sebagai tuan rumah pertandingan bagi cabang olahraga sepakbola, balap sepeda MTB, balap sepeda road race, paragliding, dan dayung canoeing slalom.

“Lima cabang olahraga itu sudah ditetapkan akan digelar di wilayah Jabar pada saat pelaksanaan Asian Games XVIII pada Agustus 2018 mendatang. Tidak ada penambahan cabang olahraga lain,” ujar Yudha saat ditemui di ruang kerjanya, komplek SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018).

Untuk cabang olahraga sepakbola, akan diselenggarakan di empat stadion di wilayah Jabar. Yakni stadion si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, stadion Pakansari Kabupaten Bogor, stadion Patriot Kota Bekasi, dan stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi.

“Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang awalnya akan digunakan untuk babak final, diputuskan batal digunakan. Ini karena stadion GBLA akan dipakai untuk pertandingan Liga I dan menjadi markas Persib Bandung. Dan untukj laga final cabang olahraga sepakbola Asian Games 2018 pun akan digelar di stadion Pakansari Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Sedangkan untuk cabang olahraga balap sepeda MTB akan digelar di Kebhun Hill, Kabupaten Subang. Lalu balap sepeda road race di jalan provinsi Subang-Purwakarta sejauh 174 km, cabang olahraga paragliding di Puncak, Kabupaten Bogor, dan dayung canoeing slalom di bendung rentang Majalengka.

Saat ini, lanjut Yudha, venue yang akan digunakan untuk pertandingan Asian Games XVIII/2018 tersebut sedang dalam proses perbaikan dan renovasi. Proses perbaikan venue tersebut pun, ditargetkan bisa selesai paling lambat pada bukan Juni 2018 mendatang.

“Untuk anggaran renovasi maupun perbaikan sendiri, menggunakan dana APBN yang berada di Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Jadi tidak ada yang menggunakan dana APBD. Provinsi Jabar sendiri hanya mengeluarkan anggaran untuk pembenahan sarana pendukung di stadion Arcamanik yang akan menjadi tempat latihan bagi tim peserta cabang olahraga sepakbola dan perbaikan jalan Subang-Purwakarta yang menggunakan dana rutin pemeliharaan di Dinmas Bina Marga,” tuturnya.

Dari lima venue tersebut, Yudha menyebut jika hanya satu venue yang digunakan milik instansi swasta yakni venue balap sepeda MTB di Kebhun Hill, Kabupaten Subang. Untuk itu, pihak pemerintah melalui INASGOC (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee) melakukan sistem sewa dengan pemilik Kebhun Hill dan proses pembenahan maupun renovasi dilakukan pihak pemilik.

“Kalau untuk jalan akses menuju Kebhun Hill dari jalan utama Subang-Bandung sekitar lima kilometer akan diperbaiki oleh dana dari Pemkab Subang dibantu Pemprov Jabar pada satu bulan menjelang pelaksanaan pertandingan. Kita lakukan perbaikan menjelang pelaksanaan pertandingan karena jalan tersebut masih digunakan warga sekitar untuk mengangkut pasir galian C,” tegasnya.

Sebelumnya, Jabar ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan pertandingan beberapa cabang olahraga Asian Games XVIII/2018. Selain lima cabang olahraga tersebut, Jabar pun sempat disebut akan menjadi tuan rumah bagi pertandingan cabang olahraga bola tangan, bridge, sepak takraw, dan tinju. Namun berdasarkan rapat terakhir tersebut, Jabar pun sudah ditetapkan sebagai tuan rumah bagi pertandingan di lima cabang olahraga.

(ageng/bam’s)

Aher: Lewat e-Filling Bayar Pajak Hanya 3 Menit

0
(PRFM/Rizky Perdana)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menyampaikan laporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi melalui e-Filling di Rumah Dinas Gedung Pakuan, Bandung, Kamis (8/2/2018).

Menurut Aher, bayar pajak dengan e-Filling sangat mudah dan cepat. Ia hanya membutuhkan waktu sekitar tiga menit saja.

Selain itu, bisa dilakukan dimana saja tanpa harus datang ke kantor pajak, serta tidak perlu lama-lama mengantre.

“Bisa bayar di rumah masing-masing, bahkan bisa sambil tiduran, bisa bayar jam 12 malam karena tidak ada jam kerja. Kalau di kantor (pajak)ada jam kerja,” kata Aher, seperti dilasir PRFM.

Meskipun bayar pajak lewat gadget, tapi tetap ada bukti pembayaran elektronik yang sudah diakui. E-Filling juga dinilainya lebih ramah lingkungan, sebab menghemat kertas.

“Menghemat waktu, tidak menebang pohon, tidak ada ongkos transportasi, dan pastinya Go Green,” sambungnya.

Oleh karenanya, Aher mengimbau seluruh masyarakat Jabar dan Badan Usaha untuk segera membayar pajak sebelum jatuh tempo. Untuk perorangan pelaporan SPT paling lambat setiap tanggal 31 Maret, sedangkan Badan Usaha maksimal 30 April.

(Agung)