spot_imgspot_img
Kamis 9 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 230

Kodim 0612 Tasikmalaya Ajak Keluarga TNI Cegah DBD

0
cegah DBD Kodim tasikmalaya@fokusjabar.id
Lawan DBD, Kodim 0612 Tasikmalaya Ajak Keluarga TNI Jadi Garda Terdepan Kebersihan Lingkungan

TASIKMLAYA, FOKUSJabar.id: Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius yang memerlukan kewaspadaan tinggi. 

Menanggapi hal tersebut, Kodim 0612/Tasikmalaya mengambil langkah proaktif dengan menggelar penyuluhan kesehatan intensif bagi prajurit dan keluarga besar TNI pada Selasa (27/01/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di Makodim 0612/Tasikmalaya ini menghadirkan ahli medis dari Rumkitban Galunggung, dr. Deden Danial Bunyamin, sebagai narasumber utama. 

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Komitmen Benahi Situs Lingga Yoni

Fokus utamanya jelas, pencegahan berbasis keluarga adalah kunci utama memutus mata rantai penularan virus dengue.

Karakteristik Nyamuk Aedes aegypti

​Dalam paparannya, dr. Deden mengingatkan bahwa nyamuk pembawa virus DBD bukanlah nyamuk sembarangan. Berbeda dengan nyamuk got yang kotor, Aedes aegypti justru gemar berkembang biak di genangan air bersih yang sering di abaikan.

​”Nyamuk ini aktif menggigit di pagi dan sore hari. Tempat favoritnya adalah bak mandi, vas bunga, hingga tempat minum burung yang jarang di kuras. Barang-barang bekas di halaman rumah pun bisa jadi hotel berbintang bagi jentik nyamuk jika terisi air hujan,” ujar dr. Deden.

​Menurut dr Deden banyak orang terkecoh menganggap DBD sebagai demam biasa. Agar tidak terlambat, ia menekankan beberapa gejala kunci yang wajib di waspadai.

​Demam tinggi mendadak dengan panas yang muncul tiba-tiba tanpa sebab jelas. Kemudian  sakit kepala hebat, serta nyeri pada otot dan sendi. Kondisi fisik melemah. Rasa lemas yang ekstrem dan hilangnya nafsu makan dan muncul bintik merah di kulit, mimisan, atau gusi berdarah.

​”Jika demam berlangsung lebih dari dua hari dan kondisi tubuh menurun drastis, segera lakukan pemeriksaan medis untuk memantau kadar trombosit,” kata dr Deden.

Bukan Sekadar Fogging

​Meskipun pengobatan medis penting, Kodim 0612/Tasikmalaya menekankan bahwa mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) harus menjadi gaya hidup, bukan sekadar gerakan musiman.

Langkah pencegahan merupakan tindakan nyata dan harus melakukan upaya nyata di lingkungan masing-masing yang antara lain. 

-Menguras Bersihkan wadah air (bak mandi, toren) secara rutin.

-Menutup Pastikan tempat penampungan air tertutup rapat.

-Mendaur Ulang Manfaatkan atau buang barang bekas yang bisa menampung air.

-Memantau Cek jentik nyamuk di sudut-sudut rumah seminggu sekali.

Baca Juga: Adakah Anggaran untuk Pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya?

Sebagai Agen Perubahan

​Kegiatan ini di ikuti dengan antusias oleh ibu-ibu Persit dan para Babinsa. Harapannya, mereka tidak hanya menerapkan pola hidup bersih di rumah sendiri, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi masyarakat luas.

​”Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui penyuluhan ini, kami ingin setiap anggota keluarga TNI menjadi pelopor kebersihan lingkungan di wilayahnya masing-masing,” pungkas perwakilan Kodim 0612/Tasikmalaya.

​Dengan semangat kebersamaan, Tasikmalaya di harapkan mampu menekan angka kasus DBD melalui langkah sederhana namun konsisten dari lingkup terkecil yaitu Keluarga.

(Abdul)

KP-RI Sasakadana Garut, Pendapatan Tembus 116 Persen

0
kpri sasakadana garut@fokusjabar.id
‎Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Sasakadana Garut menyelenggarakan Rapat Akhir Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang berlangsung di Kantor KP-RI Sasakadana Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (27/1/2026)

GARUT, FOKUSJabar.id:  Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Sasakadana Kabupaten Garut menunjukkan taji finansialnya dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025.

Acara tersebut di gelar di Kantor KP-RI Sasakadana, Jalan Patriot, Selasa (27/1/2026), KPRI melaporkan realisasi pendapatan yang mencapai 116 persen dari target yang di rencanakan.

Ketua KP-RI Sasakadana Garut, Suhartono, memaparkan bahwa capaian gemilang ini di dorong oleh produktivitas jasa simpan pinjam yang melampaui ekspektasi. Dari target perputaran dana sebesar Rp7 miliar, koperasi berhasil memutar angka hingga Rp9 miliar.

Baca Juga: Pemkab Garut Ajak Mahasiswa tak Bergantung jadi ASN

“Tren kenaikan ini konsisten. Pada 2023 pendapatan naik 9,6 persen, tahun 2024 melonjak 114 persen, dan tahun 2025 ini mencapai 116 persen,” ungkap Suhartono.

Selain pendapatan, kekuatan modal koperasi juga tumbuh 11,9 persen di bandingkan tahun sebelumnya, dengan total aset kini menembus angka Rp12 miliar.

Di sisi lain, manajemen berhasil melakukan efisiensi dengan menjaga biaya operasional tetap di bawah pagu anggaran.

Apresiasi dan Tantangan Permodalan

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Garut, Hendra Siswara Gumilang, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja pengurus. Namun, ia juga menyoroti tantangan klasik yang di hadapi, yakni keterbatasan modal untuk memenuhi seluruh permintaan pinjaman anggota.

“Sasakadana belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan pinjaman anggota karena keterbatasan modal. Tadi ada rencana untuk mencari sumber dana dari luar anggota, kami harap itu bisa terealisasi,” jelas Hendra.

Baca Juga: Satu Abad NU di Garut, Bupati Garut Siapkan Akses Modal Tanpa Agunan

Dia juga mendorong Sasakadana untuk melakukan di versifikasi usaha agar tidak hanya bergantung pada satu unit bisnis. Menurutnya, inovasi unit usaha sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan 947 anggota yang saat ini terdaftar.

Pertumbuhan positif juga terlihat dari sisi sumber daya manusia. Setelah lonjakan signifikan pada 2023, jumlah anggota kembali tumbuh stabil sebesar 5% pada tahun buku 2025.

“Roda usaha ini terus berputar berkat peran aktif anggota dalam membayar simpanan pokok maupun melakukan transaksi simpan pinjam,” pungkasnya. 

(Y.A. Supianto)

Pemkot Tasikmalaya Komitmen Benahi Situs Lingga Yoni

0
lingga yoni pemkot tasikmalaya@fokusjabar.id
Situs Lingga Yoni di Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya.(Dok)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan sinyal kuat dalam upaya penyelamatan dan pengembangan aset sejarah daerah. Khususnya situs Lingga Yoni di Kecamatan Indihiang.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, menyatakan komitmen untuk melakukan pembenahan. Secara bertahap terhadap sejumlah peninggalan budaya. Situs Lingga Yoni sebagai salah satu prioritas utama.

“Kekayaan budaya yang di miliki Kota Tasikmalaya adalah modal besar yang harus di kelola dengan cerdas. Meskipun di hadapkan pada tantangan anggaran,” ungkap Dicky Chandra saat melepas Kontingen Budaya di halaman Kantor Disporabudpar, Selasa (27/01/2026). 

Baca Juga: Adakah Anggaran untuk Pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya?

​Dicky Chandra mengungkapkan bahwa pembenahan situs sejarah tidak bisa di lakukan sendirian oleh Pemkot Tasikmalaya. Di perlukan ketelitian dalam tata kelola anggaran serta kemampuan membangun relasi dengan pihak luar.

​”Kita harus akui bahwa peninggalan budaya itu sangat banyak. Kita lakukan secara bertahap. Penting bagi pemerintah untuk cerdas mengolah TAPD di tengah keterbatasan anggaran. Sekaligus menjalin hubungan dengan pusat, provinsi maupun swasta,” ujarnya.

​Langkah serius Pemkot juga dengan koordinasi langsung ke kementerian terkait. Untuk memastikan status dan keabsahan Situs Lingga Yoni, Tugu Juang dan Tugu Koperasi agar mendapatkan dukungan fasilitas yang lebih mumpuni.

​Sejalan dengan visi Wakil Wali Kota, Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Agus Fauzi menjelaskan bahwa langkah teknis pembenahan Situs Lingga Yoni sudah di depan mata.

Dana Aspirasi Anggota DPRD

​Meskipun akses jalan menuju situs masih merupakan tanah milik warga. Area pusat (puseur) Lingga Yoni telah resmi di hibahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal ini memudahkan sinergi anggaran antara kota dan provinsi.

​Rencana aksi nyata dalam waktu dekat meliputi perbaikan atap untuk melindungi objek cagar budaya dari kerusakan alami.

​Kemudian pembangunan pagar untuk memberikan batas pengaman dan meningkatkan estetika situs. Anggaran yang di gunakan memanfaatkan dana aspirasi anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PKB, Asep Endang Nur Syam yang di jadwalkan terealisasi tahun 2026.

Baca Juga: Terjepit Tambang Pasir, Situs Lingga Yoni Tasikmalaya Menunggu Uluran Tangan Pemerintah

Dicky Chandra berharap, pembenahan Situs Lingga Yoni bukan sekadar proyek fisik. Melainkan jembatan untuk menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai destinasi wisata unggulan di wilayah Priangan Timur.

​”Mudah-mudahan hasilnya banyak yang datang untuk meramaikan Kota Tasikmalaya sebagai kota kunjungan yang luar biasa,” pungkasnya. 

Dengan situs yang tertata rapi, di harapkan ekonomi lokal di sekitar cagar budaya dapat ikut terdongkrak melalui kunjungan wisatawan.

(Abdul)

MDMC Garut Kirim Personel Spesialis SAR ke Lokasi Longsor Cisarua KBB

0
MDMC Garut fokusjabar.id
Tim Search and Rescue (SAR) MDMC Garut turun untuk membantu proses evakuasi korban bencana tanah longsor berskala besar di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB)

GARUT, FOKUSJabar.id: Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) mengirim tim Search and Rescue untuk membantu proses evakuasi korban bencana tanah longsor berskala besar di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Langkah tersebut di ambil menyusul laporan adanya korban jiwa dan sejumlah warga yang hingga kini masih di nyatakan hilang tertimbun material longsor.

BACA JUGA:

DVI Polri Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB

Ketua MDMC Kabupaten Garut, Wahyu Hidayat menyatakan, keputusan tersebut di dasari oleh koordinasi intensif dengan MDMC Wilayah Jawa Barat dan pantauan situasi lapangan yang menunjukkan dampak bencana cukup parah.

Saat ini, lima personel spesialis SAR dari MDMC Garut telah berada di titik fokus pencarian. Yakni di Kampung Pasirkuning.

Wahyu menjelaskan, para personel di bekali Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Di antaranya, helm, sepatu boot dan masker untuk menjaga keamanan di zona merah.

“Fokus kami dalam tiga hari ke depan adalah membantu menemukan korban yang masih tertimbun. Namun, kendala terbesar di lapangan adalah kondisi lumpur yang masih labil serta intensitas hujan yang masih tinggi. Jika hujan turun, pencarian terpaksa di hentikan sementara demi keselamatan relawan,” kata Wahyu kepada FOKUSJabar, Selasa (27/1/2026).

Hingga hari ketiga pencarian, tim gabungan telah menemukan total 13 kantong jenazah (body pack) dari berbagai titik kerja (work site). Namun, tantangan masih besar mengingat masih ada puluhan korban yang belum di temukan.

Dalam menjalankan tugasnya, MDMC Garut memastikan telah mengantongi surat tugas resmi yang di serahkan kepada BPBD KBB sebagai bentuk legalitas koordinasi.

“Kami sudah bermitra lama dengan Basarnas dan BPBD. Sehingga koordinasi di lapangan tidak canggung lagi. Semua bergerak dalam satu komando untuk kemanusiaan,” tegas Wahyu.

Terkait dukungan logistik, pihaknya terus berkoordinasi dengan Lazismu Kabupaten Garut.

Hingga saat ini, Lazismu Garut mendukung penuh biaya akomodasi dan perbekalan personel serta tengah menyiapkan skema bantuan bagi para penyintas di pengungsian.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Turunkan Bantuan Tanggap Bencana ke Bandung Barat

Wahyu mengimbau masyarakat di lokasi terdampak untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.

Dia juga titip pesan penting mengenai kelestarian lingkungan sebagai langkah preventif jangka panjang.

“Bencana ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga lingkungan dan melestarikan hutan. Kerusakan lingkungan adalah salah satu pemicu utama longsor. Kami juga mengetuk pintu hati warga Garut untuk membantu saudara-saudara kita di Cisarua. Baik secara moril maupun materil,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

Adakah Anggaran untuk Pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya?

0
adakah anggaran alun-alun kota tasikmalaya@fokusjabar.id
Alun-alun Kota Tasikmalaya.(foto; Nanang Yudi/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Dengan ubin yang mengelupas, cat tembok yang sudah pudar dan tempat pembuangan sampah sudah rusak di area Alun-alun Kota Tasikmalaya. Kini menjadi sorotan dari aktivis eksponen 96, Dadi Abidarda.

Alun-alun Kota Tasikmalaya, menurut Dadi Abidarda, seharusnya areanya tertata rapi dan lingkungannya selalu bersih, asri dan indah mempesona.

“Intinya menurut hemat saya bahwa alun alun adalah wajah dari Pemerintah Kota Tasikmalaya yang sudah semestinya dapat perhatian penuh,” ungkap Dadi Abidarda, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Alun-alun Kota Tasikmalaya Seperti Tak Terurus?

Perhatian tersebut, lanjut Dadi, yaitu baik dari sisi optimalisasi estitika bangunan, atau paling tidak dari aspek pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya.

“Dan yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah ada anggaran pada tahun 2026 dari Pemkot yang peruntukannya untuk Alun-alun Kota Tasikmalaya?,” tanya Dadi Abidarda.

Minimal, kata Dadi, anggaran tersebut untuk pemeliharaan bangunan atau fasilitas Alun-alun Kota Tasikmalaya secara keseluruhan.

“Dan dari sisi manfaatnya sudah jelas sangat produktif untuk sarana bermain juga kegiatan olahraga bagi masyarakat,” ujarnya.

Ikon Kota Tasikmalaya

Alun-alun yang merupakan ikon Kota Tasikmalaya, kata Dadi, seharusnya menjadi kewajiban Pemkot Tasikmalaya untuk memperindah dan memelihara dengan baik, supaya jadi kebanggaan masyarakat.

“Alun-alun Kota Tasikmalaya, lokasinya sangat strategis berada di pusat kota. Kalau rapih, bersih dan indah kan enak di lihatnya, karena ini wajah pemkot Tasikmalaya juga. Bersih dan tidaknya alun-alun bisa menjadi ciri pemimpinnya,” tegasnya.

Baca Juga: Joging Track dan Pesona Indah Situ Gede Kota Tasikmalaya

Sementara, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Aslim saat di konfirmasi belum juga memberikan tanggapan hingga berita ini publis.

Alun-alun Kota Tasikmalaya, jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang. Adalah tempat beraktivitas olahraga joging track juga bermain pilihan masyarakat.

Banyak aktivitas yang di lakukan warga, mulai dengan olahraga lari, jalan. Bahkan jadi tempat bermain bola bagi anak-anak yang berkunjung ke alun-alun Kota Tasikmalaya.

Alun-alun Kota Tasikmalaya tepat berada di depan Pendopo Lama, dengan lokasinya yang strategis, banyak warga yang berkunjung untuk beraktivitas olahraga maupun nongkrong.

(Nanang Yudi)

DVI Polri Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Cisarua KBB

0
longsor kbb fokusjabar.id
Proses identifikasi korban longsor Cisarua KBB (foto: web)

KBB, FOKUSJabar.id: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mengidentifikasi 20 jenazah korban longsor Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Mengutip tempo.co. seluruh jenazah yang telah teridentifikasi itu telah diserahkan kepada keluarganya masing-masing.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Turunkan Bantuan Tanggap Bencana ke Bandung Barat

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan data sementara hingga Senin (26/1/2026), tim SAR gabungan telah mengirimkan 38 kantong jenazah ke pos identifikasi.

“Hingga Senin sore, tim SAR gabungan telah mengirimkan 38 kantong jenazah ke pos identifikasi. 20 di antaranya sudah berhasil di identifikasi serta di serahkan kepada keluarga korban,” ungkapny, Selasa (27/1/2026).

“Saat ini masih terdapat 18 kantong jenazah yang proses identifikasinya belum selesai,” Abdul menambahkan.

Menurut Dia, operasi pencarian dan pertolongan di lanjutkan pada Selasa sekitar pukul 08.00 WIB.

Untuk memperluas area pencarian di sektor A dan B, tim SAR menambah sembilan unit ekskavator.

BNPB mencatat, jumlah personel tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi mencapai sekitar 800 orang.

Seluruh personel bekerja secara terpadu dalam upaya pencarian korban yang di duga masih tertimbun material longsor.

Sementara itu, jumlah pengungsi yang berada di Kantor Desa Pasirlangu mencapai 685 jiwa.

Para pengungsi menempati dua lokas. Yakni gedung olahraga desa sebanyak 353 jiwa dan aula desa (332 jiwa).

BACA JUGA:

BPBD Garut Bantu Pencarian Korban Longsor Cisarua KBB

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, BNPB menyalurkan bantuan logistik berupa 200 paket sembako, 100 pouch makanan siap saji, 50 kasur lipat, 100 selimut, 100 matras serta 50 paket alat kebersihan.

(Bambang Fouristian)

Harga “Cabe-cabean” di Pasar Manis Ciamis Bikin Miris

0
pasar manis ciamis fokusjabar.id
Harga Cabai Merah dipasar manis Ciamis Naik

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Manis Ciamis mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari Rp40 ribu menjadi Rp55 ribu per kg.

Selain Cabai rawit merah, garga cabai rawit hijau juga meroket dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kg.

BACA JUGA:

Seni, Budaya, dan Kuliner Priangan Bertemu di EXSIS Niskala X SMAN 1 Ciamis

Untuk harga Cabai merah keriting mengalami kenaikan Rp5 ribu per kg. Harga semula Rp40 ribu naik jadi Rp45 ribu per kg.

“Di duga kenaikan harga cabai akibat pasokan dari petani berkurang karena cuaca ekstrem,” kata Kepala UPTD Pasar Manis Ciamis, Dana Sudiana, Selasa (27/1/2026).

Menurut Dana, saat ini permintaan pasar cukup tinggi karena akan menghadapi bulan suci Ramadhan.

“Di sini hukum ekonomi berlaku. Jika permintaan banyak dan pasokan berkurang maka harga akan naik,” ucapnya.

Dana menuturkan, selain harga komoditas cabe-cabean naik, harga bawang merah dan putih juga ikut ikutan melejit.

“Untuk harga bawang merah dari Rp28 ribu naik menjadi Rp35 ribu per kg. Sedangkan untuk harga Bawang putih dari Rp35 ribu menjadi Rp38 ribu per kg,” ungkapnya.

Dana menjelaskan, untuk harga wortel impor karena diduga banyak digunakan oleh kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) harganya mengikuti tren. Sehingga mengalami kenaikan dari Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu per kg.

“Sementara untuk harga Bunga Kol mengalami penurunan dari Rp20 ribu menjadi Rp18 ribu perkg,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)