spot_imgspot_img
Kamis 2 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 144

‎Bikin Geger Warga Pangandaran, Sepucuk Surat Ditemukan Sebelum Suharman Meninggal Dunia

0
pangandaran@fokusjabar.id
Sepucuk Surat dari Suharman (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sepucuk kertas berisi perpisahan di temukan sebelum Suhadman (50) meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar di sebuah saung di Dusun Babakanjaya Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

‎Isi surat tersebut di tulis menggunakan bahasa daerah (Sunda). Dalam surat itu dia menyampaikan permohonan maaf kepada saudaranya yang telah banyak di repotkan olehnya. Dia juga menitipkan anaknya bernama Epul serta istri tercintanya. 

‎Saking sayangnya kepada sang istri, Suhadman menitipkan pesan jika istrinya tidak boleh melihat langsung kondisi kematiannya yang mengenaskan itu.

Baca Juga: Pejabat Pangandaran Diduga Terlibat Praktik Investasi Bodong, Masyarakat Dorong APH Tindak Tegas

‎”Pamajikan bejaan tapi ulah datang, Abi karunya (kasih tahu istri tapi jangan suruh datang, saya kasihan),” tulis Suhadman di dalam isi wasiatnya kepada saudaranya.

‎Selain itu, Suhadman juga meminta saudaranya agar uang material di serahkan kepada istrinya untuk bayar hutang dan pindah kontrakan.

‎”Penta ka nu beunghar Rp20 juta bikeun ka pamajikan jang mayar hutang sesana sok keur usaha. Hampura abi nu loba dosa (minta sama orang kaya Rp20 juta kemudian kasihkan kepada istri untuk bayar hutang, sisanya untuk buka usaha. Maafin saya yang banyak dosa),” ucapnya.

‎Suhadman juga meminta agar kematiannya jangan di lakukan acara pengajian. Hal ini menurutnya akan menjadi beban keluarga.

‎‎”Tong di tahlilan bisi jadi hutang (jangan di lakukan tahlilan/pengajian takut jadi hutang,” ujarnya.

Isi Surat Suhadman

‎Selain itu, Suhadman juga menuliskan pesan mendalam kepada anak dan istrinya. 

‎”Hampura bapak. Epul kudu nurut ka mamang, ulah siga bapak. Mah (istrinya ) hampura Aa can bisa nyenengkeun. Kade inget omongan Aa mah, bere mamang Rp2 juta jang modal. Nitip (maaf bapak, Epul harus berbakti sama paman, jangan seperti bapak. Mah hampura Aa belum bisa membahagiakan. Jangan lupa pesen Aa mah, kasih mamang Rp2 juta buat modal. Titip,” pungkasnya.

Baca Juga: Di Usia 70 Tahun, Pasutri Cimerak Pangandarn Bertahan Hidup dari Sapu Lidi Rp1.800

‎Diketahui, Peristiwa tersebut sempat mengegerkan warga setempat. Kejadian ini terjadi pada pukul Jumat, (13/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. 

‎Surat tersebut pertama kali di temukan oleh Saudaranya, Supardi. Dan benar, ketika di temukan, Suhadman sudah meninggal dunia. 

‎Namun meski demikian, pihak keluarga menolak untuk di autopsi dan sudah menerima dengan iklas atas kejadian ini. Hal ini tertulis dari surat pernyataan yang Supardi buat lengkap dengan tanda tangan di atas materai.

(Sajidin)

Duh! 250 Restoran dan Kafe di Singapura Tutup Tiap Bulan

0
Restoran Singapura fokusjabar.id
(foto: web)

SINGAPURA, FOKUSJabar.id: Industri makanan dan minuman (F dan B) di Singapura tengah menghadapi tekanan berat. Bagaimana tidak, ratusan restoran dan kafe tutup setiap bulan.

Penyebabnya karena kenaikan sewa, biaya tenaga kerja hingga persaingan yang semakin ketat.

BACA JUGA:

Nama Tokoh Dunia di Dokumen Epstein Kembali Disorot

Mengutip VnExpress, data Accounting and Corporate Regulatory Authority mencatat sebanyak 3.148 bisnis makanan menghentikan operasionalnya pada 2025.

Kondisi tersebut meningkat dari tahun sebelumnya (2024) yakni 3.047 bisnis. Angka tersebut setara dengan rata-rata sekitar 250 restoran tutup setiap bulan.

Gelombang penutupan tersebut turut menyeret sejumlah nama restoran besar. Ka-Soh, restoran Cantonese legendaris berusia 86 tahun di Greenwood Avenue, menutup pintunya pada 28 September setelah menghadapi kenaikan sewa hingga 30 persen.

Selanjutnya, Relish, restoran kasual di Cluny Court berencana tutup pada 29 Maret setelah 19 tahun beroperasi.

Selain itu, restoran fine dining Ibid di North Canal Road yang di kelola Woo Wai Leong, pemenang ajang MasterChef Asia 2015 juga di jadwalkan menghentikan operasionalnya.

“Kami sudah bekerja sangat keras selama bertahun-tahun. Nmaun rasanya kami sudah tidak sanggup lagi,” ucap pemilik Ka-Soh, Cedric Tang di kutip bisnis.com, Jumat (12/2/2026).

Menurut Tang, untuk menutup kenaikan sewa dari sekitar S$12.000 atau sekitar Rp160 juta menjadi S$15.000 (Rp 200 juta) per bulan, Dia harus menjual tambahan 300 mangkuk mi sup ikan setiap bulan.

Namun menaikkan harga bukan pilihan bagi bisnis warisan seperti Ka-Soh karena mereka ingin tetap terjangkau bagi pelanggan lama.

Ketua Singapore Tenants United for Fairness (SGTUFF), Terence Yow menyebut, mayoritas penyewa melaporkan kenaikan sewa yang signifikan.

“Di dalam komunitas kami, mayoritas penyewa melaporkan kenaikan sewa antara 20-49 persen,”  ungkap Yow.

BACA JUGA:

Comeback BTS 2026, Musik dan Budaya Menyatu di Jantung Kota Seoul

Para ahli properti menilai, sewa bukan satu-satunya masalah. Ethan Hsu dari Knight Frank Singapore mengatakan, banyak kontrak sewa di perbarui setelah periode Covid-19 dan biaya konstruksi serta perawatan ikut meningkat.

“Banyak orang terpaku pada anggapan bahwa pemilik properti serakah, dan narasi itu memang menarik. Namun kenyataannya, sewa hanyalah salah satu komponen dari berbagai biaya yang harus di tanggung penyewa,” jelas Hsu.

Selain sewa, biaya tenaga kerja menjadi beban besar. Restoran kesulitan mencari koki dan staf dapur. Sementara pemain besar mampu menawarkan gaji jauh lebih tinggi.

Asosiasi Restoran Singapura bahkan menyebut terjadi krisis tenaga kerja yang serius.

Di sisi lain, jumlah restoran justru terus bertambah. Data menunjukkan hampir 23.600 gerai makanan beroperasi di Singapura tahun lalu. Persaingan semakin ketat karena pemain baru terus bermunculan.

Deputi Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong mengungkapkan, membuka restoran itu mudah. Namun menjalankan restoran dengan baik adalah hal yang berbeda.

Menurut Dia, mempertahankan bisnis agar tetap untung membutuhkan manajemen yang kuat, konsistensi kualitas makanan dan layanan serta kemampuan membedakan diri di tengah persaingan.

Data menunjukkan, lebih dari 60 persen restoran yang tutup pada 2025. Mereka baru beroperasi kurang dari lima tahun. Bahkan, sekitar 82 persen di antaranya belum pernah membukukan keuntungan sejak pertama kali buka.

Pengamat industri menyebut, banyak pelaku usaha baru terlalu mengandalkan semangat dan impian tanpa perencanaan model bisnis yang matang.

Persaingan yang padat, pelanggan yang semakin selektif serta warga Singapura yang kini sering makan di luar negeri turut memengaruhi permintaan.

Ke depan, pelaku usaha yang ingin bertahan perlu menjaga efisiensi operasional, memastikan biaya sewa tidak melebihi 20 persen dari total pengeluaran.

Selain itu, memanfaatkan teknologi dan layanan pesan antar untuk memperluas pasar.

(Bambang Fouristian)

Dandim 0612/Tasikmalaya Usung Visi Sinergi Ulama-TNI

0
Dandim 0612/Tasikmalaya fokusjabar.id
Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Imvan Ibrahim gelar Munggahan dan santunan jelang Ramadhan (foto: Dok)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Mengusung visi kolaboratif sejak hari pertama menjabat, Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menempatkan silaturahmi dengan ulama sebagai fondasi kepemimpinannya.

Visi tersebut di wujudkan dalam kegiatan Munggahan dan Silaturahmi Akbar di Markas Kodim 0612/Tasikmalaya, Jumat (13/02/2026).

BACA JUGA:

69 Lurah Kota Tasikmalaya Konsolidasi, Sinkronkan Program hingga PBB

Hadir dalam acara tersebut, alim ulama, tokoh agama, masyarakat Tasikmalaya Raya dan insan pers.

Tidak hanya mempererat silaturahmi, kegiatan di rangkaikan dengan aksi sosial Jumat Berkah. Bersama Gandara Grup, Kodim 0612/Tasikmalya menyalurkan santunan dan ratusan paket sembako bagi anak yatim serta penyandang disabilitas.

Terharu Bertugas di Kota Santri

Letkol Imvan mengungkapkan, penugasannya di Tasikmalaya merupakan doa yang terkabul.

“Saya pernah berdoa agar bisa memimpin di wilayah yang banyak ulamanya. Tasikmalaya di kenal sebagai Kota Santri dan gudangnya ulama. Ini amanah besar yang harus saya jaga,” tuturnya.

Menurutnya, kekuatan Tasikmalaya terletak pada nilai religius yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

Karena itu, ia ingin TNI hadir bukan hanya sebagai aparat pertahanan. Tetapi juga mitra strategis masyarakat.

Analogi Sederhana Penuh Makna

Dia menyampaikan analogi tentang pentingnya kebersamaan.

“Harus seperti dua tangan yang saling membantu. Kalau satu mengalami kesulitan, yang lain otomatis hadir membantu,” ujarnya.

Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Aminudin Bustomi, menyambut baik pendekatan tersebut. Ia menyatakan kesiapan ulama untuk terus bersinergi menjaga stabilitas dan ketenteraman wilayah.

Dukungan serupa datang dari Presiden Gandara Grup, H. Cahya Gandara. Ia menilai langkah cepat Dandim merangkul ulama merupakan strategi tepat untuk menjaga harmoni sosial di Tasikmalaya.

BACA JUGA:

Jelang Imlek dan Ramadan, Polres Tasikmalaya Kota Perkuat Sinergi Lintas Elemen

Melalui kolaborasi umara, ulama, dan dunia usaha, suasana menjelang Ramadhan di Tasikmalaya diharapkan semakin teduh dan penuh keberkahan.

“Momentum munggahan ini menjadi simbol kuat bahwa kebersamaan adalah kunci membangun daerah,” ucap Gandara.

(Farhan)

Menjaga Suara yang Tak Lekang Waktu: Radio Antik Hidup Kembali dalam Bandung Kota Cerita

0
suara radio fokusjabar.id
Pameran Radio Antik

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Suara statis halus sesekali terdengar dari sebuah radio tua berbahan kayu, seakan membawa pengunjung kembali ke masa ketika berita dan hiburan mengalir melalui gelombang udara.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang serba cepat, puluhan radio antik hadir dalam sebuah pameran yang mengajak masyarakat menyusuri jejak sejarah penyiaran.

BACA JUGA:

Ramadan 2026, Pemkot Bandung Perketat Patroli Hiburan Malam dan Tertibkan PMKS

Pameran radio antik ini menjadi bagian dari program Pemerintah Kota Bandung, Bandung Kota Cerita, yang kini memasuki pelaksanaan keempat sejak pertama kali di gelar pada triwulan ke empat tahun 2025.

Bertepatan dengan peringatan Hari Radio Dunia, tema literasi radio di pilih sebagai upaya menghadirkan ruang refleksi sekaligus edukasi tentang perjalanan media yang pernah menjadi pusat komunikasi masyarakat.

Sekitar 50 koleksi radio di pamerkan dengan rentang produksi mulai dari tahun 1901 hingga 1956. Setiap perangkat bukan sekadar benda koleksi, melainkan saksi perkembangan zaman.

Ada radio produksi Eropa dari Jerman dan Belanda, berdampingan dengan radio merek Ralin (Radio dan Listrik Negara) yang merekam jejak industri dalam negeri.

Bagi sebagian pengunjung, pengalaman ini terasa personal. Bentuk klasik dengan tombol analog dan speaker besar mengingatkan pada masa ketika keluarga berkumpul mendengarkan siaran berita atau sandiwara radio.

Radio bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga ruang kebersamaan.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Dewi Kaniasari menilai, kegiatan ini sebagai langkah menghadirkan dialog antara kearsipan pemerintah, komunitas radio serta pelaku industri penyiaran.

BACA JUGA:

Duraking Airforce Run 2026 Suguhkan Pengalaman Lari Rasa Militer

Melalui kolaborasi dengan komunitas radio antik, museum dan kolektor, pameran ini di harapkan mampu memperkuat literasi masyarakat sekaligus menjaga ingatan kolektif tentang sejarah media.

Menariknya, beberapa radio antik juga tersedia untuk di jual. Harga yang di tawarkan bervariasi. Bahkan mencapai puluhan juta rupiah. Tergantung kondisi fisik serta nilai historis yang melekat pada setiap unit.

Pameran berlangsung hingga hari Minggu dan di buka gratis untuk umum mulai pukul 10.00-20.00 WIB.

Di tengah dominasi layar digital, kehadiran radio-radio lawas ini menjadi pengingat bahwa suara pernah menjadi penghubung utama antarmanusia. Sederhana namun penuh makna.

(LIN)

Bupati Garut Pimpin Gerakan Ngariksa Hate di Jalan Ibrahim Adjie

0
Bupati Garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin memimpin aksi kebersihan massal bertajuk “Gerakan Ngariksa Hate,” di Jalan Ibrahim Adji Kecamatan Tarogong Kaler, Jumat (13/2/2026).

Gerakan Ngariksa Hate bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Garut (HJG) ke-213 dan menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

BACA JUGA:‎

Bupati Garut Mapag Gumiwang Ci Garut dan Ziarah Leluhur

‎Aksi gotong royong tersebut di ikuti unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) serta TNI-Polri.

Bupati Garut fokusjabar.id
Bupati dan unsur DPRD

‎Bupati Garut menegaskan, kegiatan bersih-bersih bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Namun sebagai wujud nyata pelaksanaan instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara nasional.

‎”Kegiatan hari ini menjadi momentum penting ke depan atas Pak Presiden RI yang meminta menjaga kebersihan lingkungan,” kata Syakur.‎

Garut yang pernah meraih predikat sebagai kota terbersih di Indonesia menjadi pengingat pentingnya menjaga konsistensi kebersihan lingkungan.

Bupati Garut menginstruksikan Sekda untuk segera menerbitkan Surat Edaran (SE) yang di tujukan kepada seluruh instansi perkantoran, sekolah hingga Puskesmas agar lebih aktif menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

‎”Saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk selalu peduli terhadap lingkungan. Caranya, menjaga serta memelihara,” ungkap Syakur.

BACA JUGA:

Bupati Garut Pantau Bapokting di Pasar Guntur Ciawitali

‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim menyampaikan, kegiatan tersebut di laksanakan berdasarkan imbauan Bupati Garut Nomor 400.14.1.1/637/UM tentang gerakan kebersihan gotong royong secara serentak.

‎Jujun menegaskan, tujuan utama peringatan HPSN 2026 yang di rangkaikan dengan HJG ke-213 adalah memperkuat ikatan antara manusia dan alam.

Sebanyak 300 peserta dari berbagai unsur terlibat dalam aksi kebersihan di Jalan Ibrahim Adjie.

(Bambang Fouristian)

Bupati Ciamis Soroti Akuntabilitas Keuangan di Kecamatan Purwadadi

0
Bupati Ciamis Keuangan Purwadadi fokusjabar.id
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Dalam upaya memperkuat kualitas pemerintahan desa, Bupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya  gelar kegiatan pembinaan dan pengawasan. Salah satunya di wilayah kecamatan Purwadadi, Kamis (12/2/2026) kemarin.

Menurut Herdiat, halitu dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kapasitas aparatur desa dalam menjalankan pemerintahan.

BACA JUGA:

Bupati Ciamis Soroti Peluang Besar Pertanian Desa untuk Ketahanan Pangan

Dia menegaskan, pengelolaan anggaran desa harus di lakukan secara tertib dan sesuai ketentuan. Pasalnya, administrasi keuangan yang baik menjadi pelindung aparatur desa dari persoalan hukum. Sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Pengelolaan keuangan desa harus di rencanakan dengan baik dan sesuai prosedur. Jangan sampai ada penggunaan anggaran yang tidak bisa di pertanggungjawabkan,” tegas Bupati Ciamis.

Herdiat meminta setiap program desa di susun secara matang, terukur serta mengacu pada aturan yang berlaku.

Bupati juga menyoroti penataan aset desa. Aset berupa tanah, bangunan maupun barang bergerak harus di data serta di catat secara administratif.

“Aset desa itu milik masyarakat. Jadi wajib di jaga dan  di tata dengan benar. Administrasinya harus lengkap agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” pesannya.

Bupati mengimbau pemerintah desa meningkatkan koordinasi dengan Inspektorat agar setiap kebijakan dapat di konsultasikan sejak awal. Termasuk dalam proses pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa.

“Semua harus hati-hati dan mengikuti aturan. Jangan sampai perangkat desa bermasalah hukum karena kelalaian administrasi,” tegasnya.

Herdiat menambahkan, kepala desa perlu terus melakukan pembinaan kepada perangkatnya. Dengan begitu, berjalan optimal serta pelayanan publik semakin baik.

Dia mengajak pemerintah desa mendukung program prioritas pemerintahpusat. Seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat serta layanan cek kesehatan gratis melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Bupati juga menyinggung persoalan lingkungan. Terutama penanganan sampah. Ia mendorong aparatur desa terus mengedukasi masyarakat agar terbiasa memilah sampah dari rumah tangga.

“Kita harus mulai dari lingkungan sendiri. Peran masyarakat dan gotong royong sangat menentukan keberhasilan pengelolaan sampah,” katanya.

Di bidang pertanian, wilayah Lakbok dan Purwadadi memiliki peran strategis sebagai sentra produksi padi di Kabupaten Ciamis.

Karenanya, Da berharap kawasan tersebut tetap menjadi penopang ketahanan pangan daerah.

Namun Dia mengingatkan adanya indikasi penurunan kualitas tanah akibat penggunaan bahan kimia berlebih. Karena itu, petani di anjurkan mulai memanfaatkan pupuk organik.

“Kalau ingin lahan tetap subur dalam jangka panjang, penggunaan pupuk organik perlu di tingkatkan,” pungkasnya.

(Mia)

Bupati Ciamis Ingatkan Bahaya Potong BPNT

0
ciamis fokusjabar.id
Bupati Ciamis,Herdiat Sunarya

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kegiatan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2026 di Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) berakhir, Kamis (12/2/2026) kemarin.

Kegiatan tersebut melibatkan 36 desa. Pesertanya Kades, perangkat desa, BPD dan unsur Forkopimcam.

BACA JUGA:

Cuaca Ekstrem Mengancam, Bupati Ciamis Minta Desa Perkuat Mitigasi Bencana

Melalui agenda pembinaan ini, pemerintah daerah menekankan penguatan tata kelola pemerintahan desa sekaligus pencegahan pelanggaran administrasi maupun hukum.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menegaskan larangan keras terhadap praktik pemotongan bantuan sosial. Khususnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Herdiat menyebut, pemerintah menerima laporan adanya pengurangan bantuan yang menjadi hak penerima manfaat.

“Jangan sampai ada yang memotong hak fakir miskin dengan alasan apa pun. Meskipun niatnya membantu warga lain. Itu tetap salah dan berbahaya,” tegasnya.

Menurut Bupati Ciamis, laporan tersebut telah di verifikasi dan terbukti terjadi di salah satu wilayah.

Untuk itu, Dia mengingatkan aparatur desa agar tidak mengulangi perbuatan serupa karena berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum dan merugikan masyarakat.

Bupati juga menyoroti masih adanya kepala desa yang tersandung persoalan hukum.

“Banyak kasus berawal dari kelalaian administrasi. Termasuk pengelolaan dokumen penting. Seperti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang tidak di jaga dengan baik hingga di manfaatkan pihak tertentu,” tegasnya.

BACA JUGA:

Pengurus PPI 2025-2030 Dikukuhkan, Ini Pesan Bupati Ciamis

Herdiat juga menekankan pentingnya sinergi antara kepala desa, perangkat desa dan BPD sebagaimana diamanatkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Pemerintahan desa harus berjalan solid dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pesan Bupati.

Ia juga mengingatkan pengelolaan APBDes harus di rencanakan secara matang, terprogram, terukur serta transparan.

Aset desa bergerak maupun tidak bergerak wajib di jaga dan tidak boleh di salahgunakan apalagi di gadaikan.

“Saya tidak ingin ada kepala desa yang berurusan dengan aparat penegak hukum. Jaga amanah jabatan ini dengan baik,” tegas Herdiat.

Bupati meminta aparatur desa meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. Mengingat Kabupaten Ciamis termasuk wilayah rawan bencana.

“Aparatur wajib aktif menyosialisasikan kesiapsiagaan kepada masyarakat,” katanya.

Pihaknya berharap, aparatur desa semakin memahami tanggung jawabnya, menjaga integritas serta mengutamakan kepentingan warga dalam setiap kebijakan.

(Mia)