PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Ketua KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah, memberikan apresiasi tinggi terhadap suksesnya penyelenggaraan Pangandaran Onthel Challenge 2026. Ajang bersepeda ini berhasil mendatangkan 500 ontelis dari 27 komunitas ke Pangandaran, Minggu (8/11/2026).
Denda menilai komunitas sepeda tua memiliki keunikan tersendiri karena memadukan unsur olahraga rekreasi, nilai budaya, serta aksi sosial masyarakat.
Baca Juga: Dari Banyuwangi hingga Sidoarjo, 500 Ontelis Padati Pangandaran Onthel Challenge 2026
“Sepeda onthel ini memang bagian dari budaya dan keseharian teman-teman ontelis. Tapi, di dalamnya juga ada unsur olahraga. Karena itu, komunitas ini bergabung dengan KORMI,” kata Denda, Minggu (8/11/2026).
Kehadiran ratusan peserta dari luar Jawa Barat menjadi peluang emas bagi Pangandaran untuk memperluas daya pikat wisata. Event ini sekaligus mempromosikan berbagai destinasi unggulan kepada masyarakat luas.
Ukur Keberhasilan dari Manfaat Ekonomi Warga
Denda mengingatkan panitia agar terus memperhatikan dampak langsung kegiatan ini terhadap roda perekonomian warga lokal. Lonjakan jumlah peserta tidak boleh berhenti sebatas angka statistik dalam laporan panitia semata.
“Sebab, banyaknya peserta yang datang belum tentu otomatis meningkatkan omzet pedagang ataupun okupansi penginapan jika tidak diikuti aktivitas belanja dan pemanfaatan jasa lokal,” ujarnya.
Denda menegaskan bahwa tolok ukur utama keberhasilan event wisata terletak pada perputaran rupiah yang masuk ke kantong warga. Manfaat ini wajib menjangkau pelaku UMKM, pedagang kaki lima, pengelola penginapan, hingga penyedia jasa transportasi lokal.
Dorong Kemasan Menarik Kemas Gaya Gen Z
Denda berharap pihak penyelenggara terus melestarikan Pangandaran Onthel Challenge lewat inovasi konsep yang lebih segar. Langkah ini penting untuk menarik minat kelompok masyarakat yang lebih luas, terutama generasi muda.
“Kalau kegiatan ini bisa terus dilestarikan, dibudayakan, dan dikemas dengan lebih menarik mengikuti gaya anak-anak generasi sekarang, tentu akan semakin banyak yang tertarik,” ucap Denda.
Ia optimistis skema acara yang adaptif dengan tren terkini akan mengubah ajang Pangandaran Onthel Challenge dari sekadar wadah kumpul komunitas menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.
(Sajidin)




