PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di wilayah selatan Jawa mundur. Pihaknya memperkirakan wilayah Kabupaten Pangandaran baru memasuki musim hujan pada akhir November 2026.
Kepala Stasiun Geofisika Bandung BMKG Jawa Barat Dr. Suaidi Ahadi menyampaikan perkiraan cuaca tersebut di Pangandaran, Sabtu (7/11/2026). Pihaknya mencatat pergeseran awal hujan terjadi pada dasarian kedua atau sekitar tanggal 20 November.
Baca Juga: 1,5 Juta Liter Air Bersih Disalurkan BPBD Pangandaran
BMKG memproyeksikan puncak musim hujan di wilayah Pangandaran bakal berlangsung sepanjang Desember hingga Januari.
“Insyaallah awal masuk musim hujan itu di November akhir,” ujar Suaidi.
Fenomena El Nino Pasifik Hambat Masuknya Musim Hujan di Selatan Jawa
Baca Juga: Ida Nur Laila Dorong Bantuan Peralatan Bagi Produsen Pupuk Organik Pangandaran
Suaidi menjelaskan fenomena El Nino aktif di Samudra Pasifik menjadi penyebab utama keterlambatan musim hujan. Pihaknya menyebut aktivitas El Nino menarik potensi awan hujan dari Indonesia menuju kawasan Samudra Pasifik.
BMKG menilai dinamika atmosfer lokal menjadi pemicu utama turunnya hujan di beberapa wilayah saat ini. Pihaknya membandingkan kondisi cuaca tahun ini jauh lebih lambat ketimbang periode tahun lalu.
Suaidi berharap fenomena El Nino Pasifik tidak berlangsung lama hingga bulan Februari mendatang.
“Lebih lambat karena ada El Nino. Kalau tahun lalu tidak ada El Nino,” kata Suaidi.
(Sajidin)




