BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan tidak ada penambahan kasus baru stunting atau zero new stunting. Langkah pencegahan ini berfokus pada pendampingan sejak calon pengantin, masa kehamilan, hingga proses persalinan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan bahwa penanganan masalah stunting memiliki dua fokus utama. Pihaknya bertekad mencegah kemunculan kasus baru sekaligus menurunkan angka prevalensi yang sudah ada.
Baca Juga: Penataan Lapangan Teuku Umar Lanjut, Pemkot Bandung Buka Ruang Kompromi Desain
Farhan menjelaskan bahwa penurunan prevalensi stunting tidak bisa dilakukan melalui kegiatan seremonial semata. Pemerintah daerah membutuhkan strategi sistemik dan berkelanjutan agar target penurunan tercapai secara optimal.
“Kalau stunting sih sudah clear, bahwa kita punya tugas yang sangat penting untuk memastikan satu, zero new stunting di Kota Bandung. Kedua, menurunkan prevalensi,” kata Farhan, Rabu (4/11/2026).
Dampingi Catin dan Ibu Hamil demi Putus Rantai Stunting
Farhan menegaskan pentingnya memulai intervensi kesehatan sejak seseorang merencanakan pernikahan. Petugas kesehatan akan mendampingi calon pengantin, memantau kondisi selama masa kehamilan, hingga memastikan persalinan berjalan aman.
“Kalau menurunkan prevalensi enggak bisa kegiatan sebentar, ini harus berlangsung secara sistemik. Sedangkan untuk zero new stunting itu kita mulai dari penanganan mereka sejak mau menikah, kemudian hamil, sampai melahirkan,” jelas Farhan.
Pemkot Bandung optimistis pola intervensi sejak dini ini dapat memutus rantai masalah gizi buruk. Langkah pencegahan yang konsisten harapannya mampu mencetak generasi muda Kota Bandung yang sehat dan berkualitas.
(Yusuf Mugni)




