PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Lulusan SMK Negeri 1 Pangandaran memiliki peluang besar menembus dunia kerja internasional. Setiap tahun, hampir 50 persen lulusan sekolah tersebut memilih bekerja ke luar negeri, khususnya Jepang.
Siswa yang mendaftar ke SMKN 1 Pangandaran umumnya mengusung motivasi kerja sejak awal masuk sekolah. Pihak sekolah merespons minat tersebut dengan menggandeng Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) bahasa dan budaya Jepang.
Baca Juga: Dishub Pangandaran Pasang PJU Sepanjang 12 Kilometer di Jalur Madasari
Staf Humas dan Hubin SMKN 1 Pangandaran Asif Sugianto mengonfirmasi tren alumni berdasarkan data tracer study.
“Kalau dilihat dari data, mungkin hampir 50 persen memang ke luar negeri. Anak-anak yang sekolah ke sini memang motivasi awalnya setelah lulus ingin bekerja ke luar negeri,” ujar Asif, Rabu (4/11/2026).
Pembelajaran Bahasa Jepang dan Kesempatan Kerja Luar Negeri
Para lulusan mengikuti pelatihan bahasa dan budaya melalui LPK mitra sekolah sebelum melamar pekerjaan. Proses ini berlanjut ke tahap seleksi atau job matching bersama perusahaan penerima di Jepang.
Masa tunggu keberangkatan setiap peserta bervariasi antara tiga bulan hingga satu tahun. Beberapa lulusan yang cepat mampu mengamankan pekerjaan usai menjalani kursus singkat selama tiga bulan.
“Kalau yang cepat, sekitar tiga bulan kursus, kemudian bulan keempat sudah mendapatkan pekerjaan dan mungkin sudah bisa berangkat,” kata Asif.
Peluang kerja ke Jepang terbuka luas bagi seluruh jurusan di SMKN 1 Pangandaran. Dunia industri luar negeri menawarkan berbagai posisi di sektor konstruksi, pertanian, hingga kelautan.
Pihak LPK membebankan tes fisik dan psikotes untuk menyaring kandidat terbaik. Sementara itu, sekolah memasukkan bahasa Jepang sebagai materi muatan lokal dan menghadirkan guru tamu langsung dari Jepang.
(Sajidin)




