TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tingkat minat membaca masyarakat Kota Tasikmalaya masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Kota Tasikmalaya tercatat baru mencapai 63,36 persen pada akhir tahun 2025. Angka tersebut masuk dalam kategori rendah.
Kondisi tersebut melatarbelakangi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Kota Tasikmalaya menggelar Festival Literasi Santun Berbasis Braille. Kegiatan berlangsung semarak di halaman Kantor Dispusipda Kota Tasikmalaya, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga: Persikotas Tasikmalaya Patok Target Promosi ke Liga 2 Musim Depan
Festival yang masuk dalam rangkaian Hari Jadi Ke-25 Kota Tasikmalaya ini bertujuan memperluas akses literasi inklusif. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan membuka langsung acara tersebut. Turut hadir Bunda Literasi Elvira Kamarrow Putri, Kepala Dispusipda Andi Abdullah, Pimpinan Bjb Tasikmalaya Fina Petrina Ahmad, serta ratusan penyandang disabilitas netra.
Wali Kota Viman Alfarizi menegaskan pentingnya menjamin kesempatan warga dalam memperoleh bahan bacaan. Selain TKM, ia menyoroti Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Tasikmalaya yang masih berada di angka 17,64.
“Literasi menjadi bekal bagi masyarakat untuk memahami informasi, mengembangkan potensi, dan mengambil bagian dalam kehidupan bersama. Karena itu, layanan literasi perlu hadir untuk semua, termasuk bagi anak-anak sejak usia dini dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas netra,” ungkap Viman, Selasa (3/11/2026).
Hadirkan Program Si UDIN dan Layanan Koleksi Buku Braille Inklusif
Dispusipda Kota Tasikmalaya juga mengenalkan layanan Si UDIN (Literasi Usia Dini) dalam festival tersebut. Program yang berjalan sejak 13 Oktober hingga 5 November 2026 ini mengajak anak-anak mengenal buku lewat dongeng. Program Si UDIN telah menjangkau 16 PAUD dan TK dengan total 607 peserta anak.
Sementara itu, Bunda Literasi Kota Tasikmalaya Elvira Kamarrow Putri menyoroti pentingnya infrastruktur pojok baca dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Hingga tahun 2026, fasilitas membaca telah tersebar di 30 titik dengan pembinaan dari Tim Penggerak PKK Kota Tasikmalaya.
Elvira menambahkan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus kepada disabilitas netra melalui penyediaan buku Braille. Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya kini mengoleksi 535 eksemplar buku Braille yang mencakup Al-Qur’an, novel, dan buku keterampilan teknis.
“Untuk para penyandang disabilitas netra, huruf Braille merupakan sarana untuk membaca, belajar, memperoleh informasi, mengembangkan kemandirian, dan meraih cita-cita,” tegas Elvira.
Elvira mendorong Perpustakaan Daerah berkembang menjadi rujukan utama layanan Braille di wilayah Priangan Timur. Pihaknya mengajak seluruh perangkat daerah, sekolah, TBM, dan komunitas untuk memperkuat sinergi ekosistem literasi masyarakat.
(Seda)



