spot_imgspot_img
Senin 2 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Petenis Meja Jauza dan Zahra Bukan dari Keluarga Atlet

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Dukungan orang tua menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan seorang atlet. Hal itu pula yang dilakukan Budi Rahman-Dian Fauzi Astuti dalam mendampingi kedua putrinya, Jauza Hawwa Tsania Rahman dan Zahra Alivia Humaira Fauzia Rahman.

Seperti di ketahui, Jauza dan Zahra merupakan atlet Tenis Meja kontingen Kabupaten Ciamis yang bakal bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026.

BACA JUGA:

2 Bersaudara Jauza dan Zahra Bela Ciamis di Porprov Jabar 2026

Menariknya, Budi dan sang istri bukan berasal dari latar belakang atlet. Keduanya merupakan tenaga pendidik yang sejak awal hanya ingin mengarahkan anak-anaknya agar memiliki aktivitas positif di luar kegiatan sekolah.

Kini, upaya tersebut mengantarkan Jauza dan Zahra menjadi bagian dari kontingen Kabupaten Ciamis yang akan berlaga di Porprov Jawa Barat XV Tahun 2026 di wilayah Bekasi, 7-20 November mendatang.

Saat di temui usai pengukuhan dan pelepasan kontingen Porprov Kabupaten Ciamis, Budi menceritakan awal mula kedua putrinya mengenal dunia olahraga.

Menurutnya, saat itu ia dan istri berpikir untuk mencari kegiatan yang bisa mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan telepon genggam.

“Awalnya kami mencari alternatif untuk mengalihkan energi anak-anak. Daripada terlalu banyak bermain HP, lebih baik diarahkan ke kegiatan positif. Kami berpikir bagaimana mereka bisa tumbuh dan mengembangkan potensinya,” ungkap Budi.

Dari berbagai aktivitas olahraga yang pernah dicoba, tenis meja akhirnya menjadi pilihan yang diminati.

Melihat ketertarikan tersebut, Budi kemudian berinisiatif menyediakan fasilitas latihan di rumah. Bahkan, ia menyiapkan tiga meja untuk berlatih bersama.

Kegiatan tersebut berkembang hingga sempat diikuti sekitar 20 orang. Minat kedua putrinya juga mendapat dukungan dari lingkungan pendidikan dan pesantren Darussalam.

Perjalanan itu perlahan membuahkan hasil. Jauza dan Zahra mulai mengikuti berbagai kompetisi. Termasuk Popda dan Popwilda.

Keduanya pernah menembus delapan besar Popda serta meraih peringkat ketiga Popwilda.

Budi mengatakan, menjaga konsistensi menjadi salah satu tantangan dalam mendampingi anak-anaknya. Apalagi, Zahra kini sedang menempuh pendidikan di Bandung sehingga harus bolak-balik ke Ciamis untuk mengikuti latihan dan sparing.

BACA JUGA:

Target jadi Universitas, INU Ciamis Siapkan Program Doktoral S3

“Memang harus ada usaha ekstra. Termasuk menyiapkan waktu, biaya dan berbagai kebutuhan lainnya. Karena harus bolak-balik Bandung-Ciamis untuk mengejar latihan dan sparing,” ungkapnya.

Bagi Budi, motivasi atlet tidak cukup hanya dibangun melalui latihan. Anak-anak juga perlu mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi secara rutin. Baik di tingkat lokal maupun regional.

Dengan mengikuti berbagai pertandingan, mereka bisa mengukur kemampuan, mendapatkan pengalaman, sekaligus menjaga semangat untuk terus berkembang.

Kini, kedua putrinya bersiap menghadapi Porprov Jabar 2026. Budi berharap, mereka bisa menjalani seluruh proses dengan sungguh-sungguh tanpa terbebani tuntutan hasil.

“Intinya berproses secara maksimal, mempersiapkan diri, berjuang, dan berusaha sekuat mungkin. Soal hasil, itu urusan takdir,” tuturnya.

Ia berharap, pengalaman mengikuti Porprov menjadi bagian dari perjalanan panjang kedua putrinya dalam dunia olahraga.

Bagi Budi, prestasi yang diraih anak-anaknya merupakan buah dari proses panjang. Mulai dari membangun kebiasaan, menyediakan fasilitas, menjaga konsistensi latihan hingga memberikan kesempatan untuk terus berkompetisi.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru