spot_imgspot_img
Jumat 30 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Potensi Startup Anak Muda Cirebon Raya Terbuka, Majalengka Bisa Ambil Peluang

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Mahasiswa melirik persoalan limbah, pengembangan UMKM, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai peluang bisnis baru.

Inovasi kreatif ini membuka kesempatan emas bagi wilayah Cirebon Raya termasuk Majalengka. Daerah ini berpotensi memajukan ekonomi kreatif lewat bisnis rintisan atau startup.

Baca Juga: Armada Damkar Majalengka Tak Memadai, 244 Kebakaran Terjadi hingga September 202

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar program ASTA One Minute Startup Challenge 2026 di UMC Kampus 2 Cirebon, Jumat-Sabtu (30-31/10/2026).

Sebanyak 40 mahasiswa dari empat perguruan tinggi terbagi ke dalam 10 tim untuk mengikuti ajang kompetisi ini. Mereka merancang ide bisnis dan mempresentasikannya lewat video pitching satu menit.

Direktur Aplikasi Kementerian Ekraf Tri Wahyudi meminta mahasiswa merancang startup dari masalah nyata warga.

“Kami mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide inovatif menjadi model bisnis yang memiliki nilai dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Tri Wahyudi Sabtu (31/10/2026).

Inovasi Produk Limbah Tulang Ikan Hingga Asisten AI

Tri Wahyudi menilai Cirebon Raya dan Majalengka menyimpan potensi besar melahirkan talenta startup muda.

“Kami melihat potensi besar dari talenta muda di Cirebon dan sekitarnya. Berbagai ide yang diangkat peserta menunjukkan bahwa inovasi dapat berangkat dari permasalahan di sekitar kita,” katanya.

Para peserta memamerkan berbagai produk inovatif unggulan selama kegiatan berlangsung:

  • Tepung kaya kalsium berbahan limbah tulang ikan kembung.
  • Sabun cuci ramah lingkungan dari minyak goreng bekas (jelantah).
  • Aplikasi kasir digital untuk mempermudah operasional UMKM lokal.
  • Asisten berbasis AI untuk latihan wawancara kerja dan public speaking.

DPRD Jabar Janjikan Regulasi dan Fasilitas Anggaran

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi III Ratnawati menegaskan kesiapan pihaknya mengawal tumbuh kembang startup daerah. Selanjutnya DPRD Jabar juga siap memfasilitasi regulasi, sinergi produk, serta alokasi anggaran perbankan Jabar.

Dukungan ini memastikan karya inovatif mahasiswa terus berkembang menjadi unit bisnis yang berkelanjutan.

Peserta mendapat pendampingan intensif mengenai validasi masalah, penyusunan business model, teknik pitching, hingga produksi video.

Program ini memacu lahirnya para pengusaha muda dari kawasan Cirebon Raya dan Majalengka. Inovasi berbasis potensi lokal ini siap memperluas lapangan kerja baru bagi generasi muda.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru