spot_imgspot_img
Kamis 22 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemarau Panjang Memangkas Pasokan Kelapa di Padaherang Hingga 50 Persen

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pasokan buah kelapa ke tempat pengepulan di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran anjlok hingga separuh selama musim kemarau. Pengepul yang semula menampung 1.000 butir per hari kini hanya memperoleh 500 butir.

Penyusutan pasokan ini memukul warga yang menggantungkan hidup dari buruh petik kelapa dan janur. Sebagian warga memilih ganti profesi karena stok kelapa kebun kian langka.

Baca Juga: Kemarau Panjang Memangkas Hasil Panen Kelapa Petani di Pangandaran

Warga pencari kelapa dan janur Dasim mengaku beralih fokus mencari rumput gajah untuk pakan kambing.

“Sekarang lagi libur ambil kelapa dan janur, soalnya enggak ada. Kemarau ini jadi jelek-jelek, jadi enggak ambil. Saya fokus nyari rumput buat kambing,” kata Dasim pada Kamis (22/10/2026).

Kualitas Buah Kelapa Mengkerut dan Harga Pasar Anjlok

Kekeringan panjang memicu penurunan kuantitas serta kualitas hasil panen kebun warga. Pohon kelapa memproduksi buah berukuran kerdil dengan kandungan air yang sangat minim.

Pengepul kelapa di Dusun Nanggewer Desa Bojongsari Ade Kasman mengeluhkan kemerosotan volume pasokan harian.

“Biasanya satu hari 1.000, sekarang paling 500,” kata Ade.

Ade mengungkapkan bahwa kondisi fisik kelapa saat ini berubah jauh mengkerut dari ukuran normal.

“Sekarang kelapanya kecil-kecil,” tuturnya.

Ade mengirim kelapa ukuran besar ke kawasan Manganti. Sebaliknya, pekerja mengolah kelapa kerdil menjadi bahan baku kopra.

Ade menyebut harga jual kelapa mutu super sempat menembus Rp10.000 per butir pada kondisi normal. Namun gelombang kemarau menghancurkan patokan harga pasar.

“Kalau kemarin, yang besar Rp10.000 satu. Sekarang harganya dihancur,” keluh Ade.

Petani Kelapa Padaherang Merugi Akibat Anjloknya Volume Panen

Petani kelapa lokal Padna membeberkan bahwa harga jual tingkat petani bertahan di angka Rp2.000 per butir. Namun penurunan volume panen tetap memangkas drastis penerimaan uang tunai harian.

Krisis air akibat kemarau panjang merusak rantai bisnis kelapa dari tingkat petani hingga pengepul di Padaherang.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru