BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat tahun 2026 tinggal menyisakan waktu efektif kurang dari dua pekan.
Pelaksanaan pertandingan perdana akan di mulai tanggal 28 Oktober 2026 di cabang olahraga futsal dan pembukaan pada 7 November 2026 di Kota Bekasi.
BACA JUGA:
Jelang Lawan Madura United, Igor Tolic Pastikan Persib Siap Tempur dan Targetkan Kemenangan
Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov XV Jabar 2026, Andrian Tedjakusuma mengatakan, persiapan menuju pelaksanaan multieven olahraga empat tahunan di Jabar sudah hampir tuntas. Mulai dari kepastian nomor pertandingan, pendaftaran atlet, hingga kepastian venue.
“Hanya beberapa venue saja yang masih belum fix dan di pekan ini di pastikan bisa beres. Jadi kalau secara persiapan, sudah sekitar 90 persen,” kata Andrian di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (22/10/2026).
Pada pelaksanaan Porprov XV Jabar tahun 2026, kata Andrian, pihak KONI Jabar terus melakukan berbagai pembenahan. Berkaca dari pengalaman pelaksanaan Porprov Jabar yang sudah di lakukan sebelumnya.
Salah satu pembenahan yang di lakukan yakni dari sisi pendaftaran atlet dari setiap kota/kabupaten sebagai peserta. Termasuk keabsahan atlet yang di daftarkan.
“Pendaftaran atlet di lakukan sebelum pelaksanaan babak kualifikasi cabang olahraga masing-masing. Termasuk untuk keabsahan atlet di masing-masing cabang olahraga yang di lakukan jauh-jauh hari,” katanya.
Dengan aturan pendaftaran dan keabsahan atlet tersebut, permasalahan yang kerap terjadi pada Porprov Jabar bisa di minimalisir. Yakni terkait mutasi atlet.
“Kita dari panwasrah sudah melakukan penetapan nomor pertandingan dan atlet yang sudah di daftarkan setiap kota/kabupaten peserta setelah melalui berbagai tahapan finalisasi. SK untuk nomor maupun atlet pun sudah ditetapkan,” Andrian menegaskan.
BACA JUGA:
Persib Bandung Resmi Menggandeng CBN Fiber Selama Tiga Musim
Selain itu, pihak KONI Jabar melalui panwasrah terus melakukan pendampingan kepada setiap pengurus besar (PB) Porprov XV Jabar. Baik tuan rumah utama yakni Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kota Depok, maupun tuan rumah pendamping dan pendukung.
Pendampingan dilakukan berkaitan dengan beberapa hal. Mulai dari pembentukan panitia besar (PB), anggaran, kesiapan venue, hingga koordinasi berbagai bidang.
“Jadi kalau dibandingkan dengan Porprov Jabar sebelumnya, pelaksanaan multieven tahun 2026 ini lebih baik dan tertata. Persoalan mutasi yang kerap menjadi masalah diharapkan tidak lagi terjadi di Porprov XV Jabar tahun 2026 ini,” kata Andrian.
(ageng)



