CIAMIS,FOKUSJabar.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kewalahan melayani permintaan air bersih dari warga terdampak kekeringan.
Menurut Kepala BPBD Ciamis, Ani Supiani, tingginya permintaan air bersih di sejumlah kecamatan membuat armada tangki BPBD harus bekerja ekstra setiap harinya.
BACA JUGA:
FKUB Ciamis Bawa Praktik Kerukunan Tatar Galuh ke Tingkat Dunia
Selain itu, debet air dari sumbernya juga sudah mulai mengalami penurunan.
Dalam satu hari, BPBD menerima puluhan permintaan dari desa-desa yang sumurnya mulai mengering.Keterbatasan armada dan jarak tempuh yang jauh menjadi kendala utama dalam pendistribusian air bersih.
“Antrean permohonan air bersih saat ini sangat banyak,” kata Ani, Rabu (21.10/2026).
Menurut Ani, dari 27 kecamatan, 24 kecamatan di antaranya mengalami krisis air bersih di sejumlah dusun dan desa.
“24 kecamatan di Kabupaten Ciamis sudah terdampak akibat musim kemarau panjang,” jelasnya.
Terkait penanganan, pihaknya sudah menyalurkan air bersih ke wilah-wilayah terdampak.
BACA JUGA:
Herdiat Dukung Empat Raperda Inisiatif DPRD Ciamis
“Kita sudah asesmen, kemudian kita sudah kirim air bersih ke daerah terdampak yang sudah memberikan laporan,” ungkapnya.
Tingginya permintaan air bersih membuat BPBD kewalahan. Keterbatasan armada menjadi kendala utama, sehingga distribusi harus dilakukan secara bergiliran.
(Husen Maharaja)



