PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kondisi Alun-alun Pangbagea di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) yang kumuh dan tak terawat menuai keprihatinan camat setempat, Ruhandi.
Fasilitas publik yang di bangun Pemprov Jabar pada 2021 hingga kini belum di manfaatkan secara optimal.
BACA JUGA:
Bupati Pangandaran Sambangi Ketua Presidium Pemekaran
Sejumlah struktur bangunan terlihat keropos dan berkarat. Sementara deretan ruko yang di siapkan untuk pelaku UMKM tampak kosong tanpa aktivitas perdagangan.
Padahal, Alun-Alun Pangbagea sejak awal di rancang sebagai ruang publik multifungsi untuk lapangan upacara, jogging track, taman bermain anak, amfiteater, pelataran pandang, area UMKM, food court serta ruang terbuka hijau dan lahan parkir.
Camat Parigi menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, kawasan yang seharusnya menjadi ruang aktivitas masyarakat itu sudah lama terbengkalai.
“Ya, sayanglah. Kan terbengkalainya cukup lama,” ujar Ruhandi melalui WhatsApp, Rabu (21/10/2026).
Ia berharap, Alun-Alun Pangbagea segera di aktifkan kembali sesuai fungsi awalnya. Di perlukan inisiatif konkret dari pengelola agar kawasan kembali ramai, terawat dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Intinya, bagaimana caranya agar alun-alun itu bisa aktif, bisa berfungsi supaya tidak kumuh. Itu kan depan kantor Pemda Pangandaran,” katanya.
Ruhandi menilai, salah satu upaya yang bisa di lakukan adalah menggelar kegiatan rutin berskala kecil yang mampu menarik pengunjung.
Aktivitas seperti car free day yang melibatkan pedagang UMKM di nilai bisa menjadi langkah awal menghidupkan kembali kawasan tersebut.
Melalui kegiatan itu, pedagang mendapat ruang berjualan dan masyarakat memiliki pilihan tempat beraktivitas di ruang terbuka publik.
“Contoh UMKM, ada kegiatan car free day yang berjejer para pedagang. Jadi bisa menghidupkan kembali dan masyarakat pun terasa manfaatnya,” ucap Ruhandi.
BACA JUGA:
Supratman: Pengangkatan Pejabat Pangandaran Bukan Dasarnya Kedekatan
Menurutnya, keberadaan fasilitas fisik saja tidak cukup membuat kawasan publik berfungsi optimal. Aeinya, dibutuhkan program kegiatan berkelanjutan agar masyarakat tertarik datang dan UMKM bisa berkembang.
“Kalau ada aktivitas, mungkin para UMKM bisa hidup,” ujarnya.
Pengelola perlu memiliki gagasan nyata untuk mengembalikan fungsi Alun-Alun Pangbagea. Tanpa aktivitas terencana, fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar berpotensi terus terbengkalai.
“Artinya harus ada ide agar Alun-Alun Pangbagea bisa dihidupkan lagi sesuai fungsi awal. Itu yang diharapkan. Bikinlah kegiatan skala kecil tapi ramai dan bisa menghidupkan UMKM,” kata Ruhandi.
(Sajidin)



