TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya mencatatkan rekor manis dalam program pengentasan kemiskinan daerah. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya merilis data kemiskinan terbaru tahun 2026.
Angka kemiskinan Kota Tasikmalaya resmi menyentuh angka satu digit, yakni 9,34 persen. Capaian tersebut menunjukkan penurunan sebesar 1,5 persen dari angka 10,84 persen pada 2025. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak.
Baca Juga: Cetak Sejarah Baru, 60 Atlet FORBASI Kota Tasikmalaya Siap Berlaga di Kejurda Jabar 2026
“Alhamdulilah, ini progres kinerja bersama yang sangat baik, selama setahun ini semua pihak terus bekerja keras, dan akhirnya angka kemiskinan daerah mampu kita turunkan di angka satu digit, yakni 9,34 persen, turun dari tahun sebelumnya di angka 10,84 persen,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan, Selasa (13/10/2026).
Jumlah Warga Miskin Menyusut 65 Ribu Orang
Viman membeberkan bahwa penurunan angka kemiskinan ini merupakan buah kerja keras bersama. Saat ini jumlah warga kategori miskin tersisa sekitar 65 ribu orang.
“Angka penurunan hingga 1,5 persen ini adalah penurunan yang luar biasa, hasil dari kerja keras dan kerja bersama serta komitmen dari seluruh komponen masyarakat serta stakeholder Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Ia memaparkan tren penurunan angka kemiskinan daerah dari tahun ke tahun:
- Tahun 2023: 11,53 persen
- Tahun 2024: 11,10 persen
- Tahun 2025: 10,84 persen
- Tahun 2026: 9,34 persen
“Penurunan angka kemiskinan ini, tidaklah mudah, butuh perjuangan dan kerja keras bersama, terutama dalam situasi dan kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini tidak menentu,” tambahnya.
Optimalkan Aplikasi AI SiMantap JAS
Pemkot Tasikmalaya bakal memperkuat pemetaan warga miskin secara presisi melalui teknologi digital. Pihaknya mengandalkan program aplikasi AI SiMantap JAS milik Bappelitbangda Kota Tasikmalaya.
“Kedepan pemetaan kemiskinan ini harus benar-benar diperkuat dan terukur. Dan program aplikasi AI di Bappelitbangda SiMantap JAS, terus dijalankan, desil-desil dan DTSN, yang bisa menjadi acuan untuk bisa dilakukan intervensi di pengentasan kemiskinan kedepan,” imbuhnya.
Pemkot Tasikmalaya berkomitmen menjaga pertumbuhan ekonomi melalui program pengendalian inflasi dan bantuan sosial.
“Pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya, terus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
(Seda)



