spot_imgspot_img
Selasa 13 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Warga Pawindan Ciamis Gelar Salat Istisqo

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Di tengah sumur-sumur warga yang mulai mengering dan kebutuhan air bersih yang semakin mendesak. Sekitar 1.000 orang dari berbagai kalangan berkumpul di Sawah Kalungguhan, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Selasa (13/10/2026).

Mereka bersama-sama melaksanakan Shalat Istisqo, memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi kehidupan masyarakat.

Di antara jamaah yang hadir, tampak siswa sekolah dasar (SD), madrasah ibtidaiyah (MI), para santri, lembaga desa, hingga masyarakat setempat. Mereka datang dengan satu harapan yang sama, yakni agar kekeringan segera berakhir dan kebutuhan air kembali terpenuhi.

Baca Juga: 200 Guru SD di Ciamis Ikuti Pelatihan TIK

Bagi warga Pawindan, hujan bukan sekadar perubahan cuaca, tetapi air menjadi kebutuhan penting untuk kehidupan sehari-hari. Mulai dari memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga mengairi lahan pertanian yang menjadi tumpuan penghidupan sebagian masyarakat.

Kasi Perencanaan Pemerintah Desa Pawindan, Ahmad Himawan atau yang akrab disapa Mas Ahim, mengatakan Sholat Istisqo. Merupakan salah satu bentuk ikhtiar batin masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah kondisi kekeringan.

“Shalat Istisqo ini menjadi ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT. Agar segera diturunkan hujan,” demikian inti ajakan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, dampak kemarau mulai dirasakan di sejumlah RT. Beberapa sumur milik warga telah mengering sehingga masyarakat mulai kesulitan memperoleh air bersih. Sementara itu, kebutuhan air untuk pertanian juga semakin mendesak.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Pawindan bersama MUI Desa Pawindan tersebut. Merupakan tindak lanjut dari surat edaran Bupati Ciamis tentang pelaksanaan Sholat Istisqo.

Tingkatkan Iman dan Takwa

Dalam khutbahnya, khotib mengajak jamaah untuk meningkatkan iman dan takwa, memperbanyak muhasabah, serta bertobat dari segala dosa dan kezaliman.

“Masyarakat juga diingatkan agar menghadapi cobaan dan musibah. Dengan memperbanyak doa, mendirikan salat, serta bersabar dalam memohon pertolongan Allah SWT,” katanya.

Di tengah harapan agar hujan segera turun, Pemerintah Desa Pawindan juga berupaya memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih.

Pemdes Pawindan telah membangun sumur bor melalui Dana Desa pada 2024 di setiap dusun. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai salah satu sumber air alternatif ketika sumur-sumur milik warga mulai mengering.

Baca Juga: Kursi Wabup Ciamis Kosong, Demokrat Jabar Usung Anjar Asmara

Jika kemarau berlangsung lebih panjang, pemdes akan memaksimalkan pemanfaatan sumur bor yang tersedia. Pemerintah desa juga berencana mengirimkan surat permohonan bantuan kepada PDAM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Untuk mendukung distribusi air bersih bagi warga yang membutuhkan.

Bagi masyarakat Pawindan, Shalat Istisqo hari itu bukan hanya tentang berkumpul dan berdoa bersama. Ada harapan agar anak-anak tetap mendapatkan air yang cukup. Kebutuhan rumah tangga kembali terpenuhi, dan para petani tidak terus dihantui kekurangan air.

Di tengah ikhtiar spiritual dan langkah penanganan yang disiapkan, warga Pawindan menanti hujan dengan harapan sederhana. Air kembali mengalir, sawah mendapatkan pengairan, dan kehidupan sehari-hari dapat berjalan normal kembali.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru