spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kebakaran Lahan di Garut Naik jadi 1495,24 Persen

GARUT, FOKUSJabar.id: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah kejadian kebakaran sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan data penanganan kebakaran hingga 4 Oktober 2026, tercatat sebanyak 558 kejadian kebakaran, meningkat di bandingkan total kejadian sepanjang tahun 2025 yang mencapai 225 kasus.

BACA JUGA:

Disdamkarmat Garut: Kebakaran Lahan Melonjak 1447 Persen

Dari total 558 kejadian pada 2026 tersebut, sebanyak 223 kasus merupakan kebakaran nonlahan. Sementara 335 kejadian lainnya merupakan kebakaran lahan.

Dengan demikian, hingga 4 Oktober 2026 sudah terjadi peningkatan sebanyak 333 kejadian atau sekitar 148 persen di bandingkan keseluruhan kejadian kebakaran sepanjang 2025.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah kejadian kebakaran pada 2026 di pengaruhi oleh tingginya kasus kebakaran lahan.

Namun data tersebut belum dapat di bandingkan secara penuh dengan tahun 2025 karena pencatatan tahun 2026 baru berlangsung sampai 4 Oktober.

Kondisi yang paling menjadi perhatian adalah peningkatan kasus kebakaran lahan. Pada 2025, Disdamkarmat Garut mencatat sebanyak 21 kejadian kebakaran lahan. Sementara hingga 4 Oktober 2026, jumlahnya telah mencapai 335 kejadian.

Artinya, terjadi penambahan sebanyak 314 kejadian atau sekitar 1495,24 persen di bandingkan jumlah kebakaran lahan sepanjang tahun 2025.

Lonjakan paling tinggi pada 2026 terjadi pada Agustus sebanyak 122 kasus. Kemudian September 107 kejadian dan Juli dengan 81 kejadian kasus.

Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan risiko kebakaran lahan yang sangat signifikan dan masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.

Total area yang terbakar pada tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan, yakni sekitar 123,6 Hektare.

Pada Januari hingga Juni, luas area terbakar masih relatif rendah, kemudian meningkat menjadi 32,21 hektare pada Juli, 38,69 hektare pada Agustus dan mencapai 50,68 hektare pada September.

Peningkatan tersebut terutama di pengaruhi oleh terjadinya kebakaran lahan yang cukup signifikan pada periode Juli-September. Sehingga menyebabkan luas area terdampak kebakaran meningkat secara tajam di bandingkan bulan-bulan sebelumnya

Melebihi Total Kejadian 2025

Sementara itu, untuk kebakaran nonlahan sepanjang 2025 tercatat sebanyak 204 kejadian. Sedangkan pada 2026 hingga 4 Oktober tercatat telah melebihi total kejadian tahun lalu yaitu 223 kasus.

BACA JUGA:

10 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Terima Bantuan Pemkab

Kejadian kebakaran nonlahan tertinggi pada 2026 terjadi pada Juli sebanyak 35 kejadian, di susul Agustus 29 kejadian dan Februari 27 kasus.

Jumlah kejadian tersebut telah melebihi total kejadian nonlahan sepanjang 2025. Hingga 4 Oktober 2026, tercatat sebanyak 223 kasus dan meningkat 9,31 persen atau 19 kejadian dari total kejadian tahun sebelumnya.

Dengan masih tersisanya waktu hingga akhir tahun, jumlah kebakaran nonlahan pada 2026 masih berpotensi meningkat.

Data Disdamkarmat menjadi gambaran penting mengenai meningkatnya ancaman kebakaran di wilayah Garut.

Lonjakan kebakaran lahan yang mencapai lebih dari sepuluh kali lipat di bandingkan tahun sebelumnya menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.

Disdamkarmat Kabupaten Garut terus meningkatkan kesiapsiagaan. Khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran lahan yang meningkat pada periode pertengahan tahun, sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran.

(Bambang Fouristoan)

spot_img

Berita Terbaru