MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Sebanyak 16.732 jiwa terdampak rangkaian bencana di Kabupaten Majalengka sepanjang periode 1 Januari hingga 3 Oktober 2026. Angka tersebut mencerminkan tingginya eskalasi ancaman bencana alam yang melanda kawasan tersebut.
Data terbaru BPBD Majalengka mencatat dampak fatalitas dan penderitaan warga. Rincian korban meliputi 4 orang meninggal dunia, 1 orang hilang, 10 orang luka-luka, 184 orang mengungsi, serta 16.533 orang yang menderita atau terdampak langsung.
Baca Juga: Majalengka Dilanda 343 Bencana Sepanjang 2026, Longsor Mendominasi dengan 160 Kejadian
“Bencana juga menyebabkan kerusakan pada 1.509 rumah. Sebanyak 162 rumah rusak ringan, 168 rusak sedang, 61 rusak berat, dan 1.118 rumah terendam,” jelas Kepala Pelaksana BPBD, Agus Tamim, kepada Fokus Jabar, Sabtu (3/10/2026).
Fasilitas Umum, Jalan, dan Ratusan Hektare Lahan Ikut Terdampak

Guncangan bencana tidak berhenti pada kawasan permukiman warga semata. BPBD mencatat kerusakan menimpa fasilitas publik, seperti 15 satuan pendidikan, 11 rumah ibadat, serta 2 fasilitas kesehatan.
Sektor transportasi dan perekonomian warga turut mengalami hambatan fatal. Kerusakan infrastruktur mencakup 9,51 kilometer akses jalan dan 8 unit jembatan. Sektor pertanian pun tak luput dari kehancuran, dengan catatan 166,96 hektare lahan serta 262 hektare area persawahan yang terendam banjir dan longsor.
BPBD Pacu Program Desa dan Sekolah Tangguh Bencana
Agus Tamim menegaskan bahwa jajarannya tidak hanya berfokus pada langkah penanganan darurat saat musibah terjadi. Pihaknya terus menggenjot strategi pencegahan serta penguatan kapasitas warga di daerah rawan.
“Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, BPBD Majalengka juga menjalankan program Desa Tangguh Bencana (Destana) di 215 desa. Kemudian Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di 41 sekolah,” tegasnya.
Rentetan peristiwa bencana dan besarnya dampak kerusakan ini mendorong BPBD untuk terus mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan mandiri di lingkungan masing-masing.
(Jilly Ortega)



