CIAMIS,FOKUSjabar.id: Peringatan Hari Batik Nasional menjadi ruang berkreasi bagi masyarakat Kabupaten Ciamis. Pegiat batik asal Ciamis, Mia Sumiari Dewi, mengajak generasi muda dan warga lokal untuk menciptakan motif batik baru berbasis cerita serta kearifan lokal daerah.
Pendiri Prameswari Galuh tersebut merancang dua agenda khusus dalam memperingati Hari Batik Nasional 2026. Ia menggelar lomba desain motif batik untuk siswa SMA serta merangkul kader PKK di Kecamatan Panawangan.
Baca Juga: Tembus Toko Modern se-Ciamis, Ini 6 Produk UMKM Lokal yang Berhasil Lolos Kurasi
Melalui dua perhelatan ini, Mia membuka ruang kreativitas sekaligus mendorong warga mengenali potensi budaya di lingkungan sekitar.
Mia menegaskan bahwa batik tidak sebatas lembaran kain bermotif indah. Di dalam setiap goresan motif, tersimpan identitas budaya dan sejarah yang harus diteruskan ke generasi penerus.
“Batik itu bukan hanya kain. Di dalam motif ada cerita, ada identitas, ada kearifan lokal yang bisa kita kenalkan kepada generasi berikutnya,” ujar Mia.
Gandeng Pelajar SMA dan PKK Kecamatan Panawangan
Ajang desain motif bagi pelajar SMA bertujuan memacu pemahaman anak muda tentang proses perancangan motif dan asal-usul inspirasinya.
Sementara itu, kolaborasi bersama TP PKK Kecamatan Panawangan mengusung tajuk “PKK Kecamatan Panawangan dalam Ragam Cita Prameswari” dengan tema utama “Mengangkat Kearifan Lokal Daerahku”.
Panitia memperbolehkan setiap pengurus desa mengirimkan maksimal lima peserta. Masing-masing peserta wajib membuat satu desain motif batik mandiri.
Demi menjaga orisinalitas karya, panitia menerapkan aturan ketat. Peserta wajib menggambar motif secara manual di atas kertas A4 tanpa bantuan aplikasi digital maupun kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Peserta dapat menggunakan alat gambar kering seperti pensil warna, krayon, pensil pastel, dan spidol warna. Sebaliknya, panitia melarang penggunaan media basah seperti cat air, cat akrilik, maupun cat poster.
Mia menjelaskan bahwa ketentuan ini berfokus pada ketajaman gagasan dan keaslian ide dari para peserta.
“Yang ingin kita lihat bukan hanya gambarnya, tetapi juga gagasan dan cerita yang ada di balik motif tersebut,” katanya.
Jadwal Pendaftaran, Kurasi, dan Peluang Nilai Ekonomi
Panitia membuka pendaftaran dan rangkaian kegiatan bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober 2026.
Peserta dapat mendaftarkan diri hingga 9 Oktober 2026 melalui koordinator desa. Setelah menyelesaikan karya di rumah, peserta wajib menyerahkan fisik gambar ke Kantor Kecamatan Panawangan paling lambat 9 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB.
Tim juri akan menilai dan mengurasi seluruh karya pada 10–11 Oktober 2026. Penilaian mencakup orisinalitas, kesesuaian tema kearifan lokal, komposisi keindahan, hingga kedalaman makna filosofi motif.
Mia menilai alam, tradisi, sejarah, kesenian, kuliner khas, hingga simbol kemasyarakatan di Ciamis menyimpan inspirasi tak terbatas untuk motif batik.
Ia memastikan kegiatan ini tidak berhenti pada seremonial lomba. Panitia akan membukukan karya-karya terbaik ke dalam katalog resmi “Ragam Cita Prameswari” lengkap dengan nama sang pencipta.
Lebih dari itu, motif terpilih berpeluang masuk ke tahap produksi kain batik sehingga mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga.
“Harapannya bukan hanya lomba. Karya-karya ini bisa terdokumentasi, kemudian motif yang bagus bisa dikembangkan. Jadi ada nilai budayanya, ada identitas daerahnya, dan kalau bisa juga memberikan nilai ekonomi,” kata Mia.
Bagi Mia, merawat kelestarian batik tidak cukup hanya dengan mengenakannya setiap tanggal 2 Oktober. Masyarakat harus mendapat kesempatan langsung untuk mengenali, menciptakan, dan mengembangkan motif yang lahir dari rahim cerita daerahnya sendiri.
(Mia)



