PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran membeberkan kalkulasi total anggaran untuk menyokong seluruh rangkaian kegiatan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran. Jika menghimpun alokasi dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), nilai keseluruhan mencapai sekitar Rp800 juta.
Asisten Daerah (Asda) III sekaligus Ketua Panitia Milangkala Pangandaran, Aep Haris, merinci bahwa anggaran tersebut bersumber dari program kerja rutin masing-masing dinas yang sudah mengantongi alokasi APBD.
Baca Juga: Milangkala ke-14 Pangandaran Dimulai 12 Oktober, Ini Jadwal Agenda hingga Malam Puncak
“Kurang lebih totalnya sekitar Rp800-an juta. Kegiatan-kegiatan yang kita himpun, yang sebenarnya bukan untuk Milangkala, tetapi akhirnya kita masukkan ke seluruh rangkaian kegiatan Milangkala,” ujar Aep pada Jumat (2/10/2026).
Dinas Pariwisata dan Bagian Kesra Kucurkan Alokasi Terbesar
Aep menjelaskan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyumbang porsi anggaran terbesar yakni sekitar Rp300 juta.
Dari angka tersebut, panitia memplot Rp200 juta untuk pagelaran seni budaya dan Rp100 juta untuk promosi wisata. Alokasi ini membiayai agenda unggulan seperti Festival Pindang Gunung, Festival Kuda Lumping yang melibatkan 100 penari, serta Pangandaran Icon Karnaval.
Sementara itu, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menyiapkan dana sekitar Rp100 juta. Anggaran ini mengover peringatan Hari Santri Nasional, upacara keagamaan, hingga penyediaan konsumsi peserta.
Sektor lain seperti Sekretariat DPRD mengalokasikan dana untuk Sidang Paripurna Istimewa dan penerimaan tamu daerah. Begitu pula Bagian Protokol yang menyiapkan dana teknis upacara, mencakup sewa panggung, sound system, panggung, hingga honorarium petugas.
OPD Kelola Anggaran Sendiri, Pemkab Rangkul Sponsor Asing
Pemkab Pangandaran menegaskan tidak pernah menarik atau menyatukan anggaran OPD ke dalam satu kas khusus panitia Milangkala. Setiap dinas mengelola dan mengeksekusi anggaran masing-masing sesuai Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Jadi tidak ada penghimpunan di panitia. DPA-nya di masing-masing SKPD, ada PPK dan PPTK. Teknisnya bareng-bareng, panitia hanya mengoordinasikan,” katanya.
Guna menutup kebutuhan panggung hiburan artis dan fasilitas pendukung yang tidak ter-cover APBD, Pemkab Pangandaran memilih opsi kemitraan bersama pihak swasta dan BUMD.
Salah satunya, Bank Indonesia memberikan dukungan penuh untuk penyelenggaraan Pangandaran Fest. Pihak panitia juga tengah mematangkan komunikasi bersama Bank BJB untuk menghadirkan deretan artis pada malam puncak peringatan.
(Sajidin)



