BANJAR,FOKUSjabar.id: Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Komite Gerakan Mahasiswa Priatim bersama Aliansi Masyarakat Banjar menyegel ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjar, Jumat (2/10/2026).
Massa aksi melancarkan penyegelan tersebut akibat rasa kecewa terhadap Kepala Dinas Pendidikan, Dedi Suardi, yang mendadak penjadwalan ulang (reschedule) agenda audiensi terkait proyek revitalisasi sekolah tahun anggaran 2026.
Baca Juga: Pemkot Banjar Dorong Air PDAM Bisa Langsung Dianggap Air Minum Siap Konsumsi
“Kami segel ruang Kadisdik. Kami kecewa Kadis tidak ada hari ini dan justru merescedul,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Teni Al Ramdhani, kepada awak media.
Pria yang akrab menyapa dengan panggilan Al Ramdhani ini mengancam akan mengerahkan massa dalam jumlah yang jauh lebih besar pada aksi mendatang. Pihaknya juga menolak format audiensi tertutup di dalam ruangan.
“Besok kami akan datang kesini lagi namun tidak untuk audiensi. Kami akan demo besar-besaran di mimbar umum,” janji Al Ramdhani.
Tuntut Usut Dugaan Pemerasan 22 Persen dan Skandal “KDS”
Sebelum meninggalkan lokasi, massa aksi membacakan tiga poin pernyataan sikap yang menyoroti kejanggalan dalam program revitalisasi sekolah di Kota Banjar.
“Pertama kami mengecam praktik onani kekuasaan dan kedua usut skandal ‘kds’ dan dugaan pemerasan 22 persen,” pinta Al Ramdhani.
Aktivis Priangan Timur menuntut transparansi total atas pengelolaan program revitalisasi satuan pendidikan, termasuk isu pemotongan anggaran sebesar 22 persen. Selain dugaan pemerasan, mereka mendesak klarifikasi soal penggunaan kode “kds” dalam perencanaan sekolah serta mekanisme pendelegasian kewenangan.
Aktivis menilai persoalan ini menyangkut tata kelola anggaran publik di sektor pendidikan yang wajib bersih dari penyimpangan.
“Kami meminta persoalan ini dijelaskan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” harapnya.
Disdik Kota Banjar Jadikan Kritik Sebagai Bahan Evaluasi
Merespons aksi penyegelan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Banjar, Adeng Hendrawan, menegaskan bahwa jajarannya terbuka terhadap seluruh aspirasi dan kritik masyarakat.
“Kami menerima masukannya, kami menerima koreksinya untuk bisa ada perbaikan, terutama di lingkup Dinas Pendidikan,” kata Adeng.
Adeng menganggap seluruh masukan dari mahasiswa menjadi momentum evaluasi internal guna membenahi sistem pengelolaan sarana, prasarana, serta program revitalisasi sekolah.
Pihak Dinas Pendidikan Kota Banjar turut menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian. Kemudian juga kepada warga yang ikut menjaga suasana tetap kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.
(Agus Purwadi)



