GARUT, FOKUSJabar.id: Pelataran samping Gedung Pendopo Garut Jawa Barat (Jabar) di sulap menjadi tempat acara pembukaan Lawung Lingkung 2026, Rabu (30/9/2026).
Lawung Lingkung 2026 mengusung tema “Kerja Budaya untuk Memuliakan Bumi” di hadiri Bupati Garut, Abdusy Syaur Amin, unsur Porkopimda, aktivis lingkungan, tokoh Masyarakat Adat, Anggota DPR RI, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, Tokoh Budaya dan Para Pelaku Seni Tradisional.
BACA JUGA:
Disdamkarmat Garut: Kebakaran Lahan Melonjak 1447 Persen
Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Asep Saepudin juga hadir pada ksempatan tersebut.
Ketum PM Gatra, Holil Aksan Umarzen berhalangan hadir karena ada acara Rakornas Forkonas di Gedung Juang 45 Menteng Jakarta Pusat.
Bupati Garut mengucapkan selamat datang kepada Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat.
“Saya bangga dan senang beliau bisa datang ke Garut. Dulu saa dan Kang Jamhur satu SMA dan satu kampus,” ungkapnya.
Bupati menjelaskan tentang awal berdirinya Kabupaten Garut pada tahun 1912. Jumlah penduduknya kini sekitar 2,8 juta jiwa dengan luas wilayah yang sangat luas.

Untuk pertumbuhan penduduknya sangat luar biasa namun ruang terbuka-nya tidak bertambah. Artinya, lingkungan hidup yang dapat menopang udara segar semakin kurang.
Karena itu, lahan hutan dan pengairan yang ada sekarang, harus di jaga bersama.
“Terima kasih Pak Presiden melalui Menteri Lingkungan Hidup yang telah memberikan bantuan. Insyaallah akan kami jaga, pelihara dan di manfaatkan serta di optimalkan dengan baik,” ungkapnya.
“Kepada semua pihak, dinas/instansi/lembaga/badan. Khususnya para petani/aktivis lingkungan untuk senantiasa menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing,” pesan Bupati Garut.
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat berpesan agar bersama-sama menjaga, memelihara dan memanfaatkan potensi lingkungan di tempat tinggalnya masing-masing.
Karena ke depan dari pemeliharaan lingkungan tersebut bisa menghasilkan bisnis dan mendatangkan keuntungan. Jika berhasil, maka masyarakat lokal akan sejahtera.
BACA JUGA:
10 Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Terima Bantuan Pemkab
Menurut Menteri, dalam waktu dekat akan ada pelatihan bagi Bupati/Wali Kota dan Bappeda terkait manfaat dan potensi dari lingkungan.
karena dari karbon tersebut nantinya akan mendapatkan keuntungan bagi pemerintah juga bagi masyarakat lokal.
“Bagi warga yang mampu dan menjaga kelestarian alam lingkungan hidup yang sehat, nantinya akan menghasilkan karbon dan menghasilkan oksigen. Ingat, jika lingkungannya kotor akan mengurangi dari ketersediaannya oksigen.
“Kami akan memberikan reward bagi masyarakat yang mampu dan menjaga lingkungan dari pencemaran alam, udara dan pencemaran lainnya, ” tegas Menteri.
Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan, Sosial dan Budaya PM Gatra, Aep Saepudin menyebut, era pemerintahan Prabowo Subianto menunjukan perubahan dan perhatian serius terhadap lingkungan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
“Alhamdulillah, pemerintahan Pak Prabowo sudah menunjukan perubahan dan perhatian serius untuk masyarakat agar bisa terlibat langsung dalam memelihara, menjaga dan optimalisasi potensi SDA dan lingkungan hidup. Sehingga nantinya bisa menghasilkan bisnis dan keuntungan bagi masyarakat lokal,” katanya.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program tersebut.
“Sebagai warga negara yang baik dan muslim yang beriman kepada Al Qur’an, wajib hukumnya untuk memelihara lingkungan. Sehingga nantinya akan mendatangkan kesejahteraan,” singkat Aep Saepudin.
(Bambang Fouristian)



