TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia merilis Aplikasi Haji Umroh Store. Platform pasar digital ini khusus memasarkan perlengkapan ibadah serta oleh-oleh haji dan umrah.
Pemerintah meluncurkan inovasi ini secara serentak bersamaan acara Kick Off Manasik Haji Nasional di Madiun.
Baca Juga: Sumur Warga Mulai Mengering, TNI Kirim Air Bersih Gratis untuk 450 Jiwa di Tasikmalaya
Peluang Besar Produk Unggulan Tasikmalaya
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kota Tasikmalaya, H. Husna Mustofa, menyambut positif kehadiran platform digital tersebut. Pihaknya menilai aplikasi ini menjadi jembatan emas bagi produk lokal Tasikmalaya.
“Aplikasi Haji Umroh Store diluncurkan untuk memudahkan jamaah mendapatkan perlengkapan ibadah yang terjamin halal dan berkualitas. Kami mengajak UMKM Tasikmalaya memanfaatkan peluang emas ini agar produknya bisa dibeli oleh jutaan jamaah haji dan umroh dari seluruh Indonesia,” ujar Husna, Selasa (29/9/2026).
Pemerintah daerah mengarahkan program Tasik PELAK (Pelaku Ekonomi Lokal Kreatif) untuk mengoptimalkan platform ini. Produk bordir, kelom geulis, batik, dan kuliner olahan Tasikmalaya siap bersaing di etalase nasional.
Syarat Pendaftaran Mitra dan Kemandirian Jemaah
Pelaku UMKM wajib memenuhi legalitas usaha untuk menjadi mitra resmi. Syarat tersebut meliputi kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, izin PIRT atau BPOM, serta lulus proses kurasi.
Selain mendorong sektor usaha, Husna turut menginstruksikan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) agar memperkuat pembekalan manasik.
“Bimbingan manasik harus intens. Jangan sampai jamaah hanya mengandalkan pembimbing di sana. Terlebih mereka harus paham betul rukun, wajib, dan sunnah haji secara mandiri,” tegasnya.
Saat ini 7 KBIHU dan 8 biro travel umrah resmi di Kota Tasikmalaya siap mengawal kesiapan jemaah.
(Abdul Latif)



