spot_imgspot_img
Selasa 29 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wakaf Mata Air, Kang Nana Berkah: Tak ada Muatan Politik  

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Ketua Majalengka Berkah, Nana Ichsan (Kang Nana Berkah) menegaskan, wakaf Mata Air Songom untuk warga Cipedang bukan sekadar soal membeli lahan dan menyerahkannya kepada masyarakat.

Dia menyebut, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membantu kebutuhan masyarakat yang luput dari prioritas pemerintah.

BACA JUGA:

Kang Nana Berkah Wakafkan Mata Air untuk Warga Cipedang

Menurut Kang Nana, sumber mata air sebaiknya tidak di kuasai perorangan karena khawatir di komersilkan dan menyulitkan warga.

Dia membantah ada kepentingan politik di balik kegiatan sosial yang di lakukannya.

“Saya tidak bergerak di politik. Ini murni membantu masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi Kepala Desa Margajaya dan Kepala Dusun Cipedang yang telah memperjuangkan kebutuhan warga terkait Mata Air Songom.

Tantangan berikutnya adalah memastikan mata air tetap terjaga dan infrastrukturnya bisa di bangun agar manfaatnya terus di rasakan warga.

Ia menjelaskan, pemerintah desa memiliki keterbatasan untuk membeli lahan mata air.  Karena itu, Kang Nana memilih membeli dan mewakafkannya kepada masyarakat.

“Pertama, masyarakat jadi tenang. Sekarang tidak akan lagi di kuasai oleh perorangan. Dab yang ke dua, membantu desa untuk merancang anggaran infrastruktur,” katanya.

Wakafkan Tujuh Titik Mata Air

Kang Nana mengungkapkan, Mata Air Songom bukan satu-satunya sumber air yang telah ia wakafkan. Hingga kini, sudah ada tujuh di Kabupaten Majalengka yang di wakafkan kepada masyarakat.

Untuk Cipedang, langkah tersebut berawal dari aspirasi warga yang kemudian di tindaklanjuti dengan survei. Menurutnya, kondisi mata air memang di nilai vital bagi masyarakat setempat.

“Saya tidak melihat kenal atau tidak kenal, dekat tidak dekat. Tapi secara teknis mata air itu sangat vital untuk warga Cipedang,” tegasnya.

BACA JUGA:

Bupati Garut Tinjau Jembatan Cidarengdeng Karangpawitan

Kang Nana mengatakan, wakaf mata air merupakan bagian dari konsep sosial yang di jalankannya. Ia menyebut ada sejumlah kebutuhan masyarakat yang terkadang belum menjadi prioritas pemerintah.

“Enggak terlalu banyak, hanya secara konsep saya menambal hal-hal yang biasa luput atau bukan prioritas pemerintah,” ungkapnya.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru