PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kemarau panjang memicu krisis air bersih bagi sebagian masyarakat Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Warga Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, merasakan dampak kekeringan ini secara nyata. Saban hari warga mendatangi sumur umum di RT 04 RW 02, Dusun Nagrak, demi memenuhi kebutuhan harian.
Masyarakat sekitar menjuluki sumber air ini Sumur Persatuan.
Baca Juga: Sumur Persatuan di Pangandaran Tak Pernah Kering, Jadi Andalan Warga Saat Kemarau Panjang
Warga setempat, Dina, menceritakan bahwa perburuan air bersih dimulai sejak subuh. Warga memadati lokasi mengangkut aneka wadah, seperti jerigen, ember cat, hingga galon bekas.
“Sejak subuh warga sudah mulai mengambil air. Sampai malam masih ada yang datang,” kata Dina Senin, (28/9/2026).
Masyarakat membawa pulang pasokan air menggunakan sepeda motor. Sebagian warga lain memilih memikul wadah berisi air menuju kediaman masing-masing.
Antrean warga terus mengalir tanpa henti dari pagi hingga malam hari.
Dina menyebut warga memanfaatkan pasokan Sumur Persatuan untuk seluruh kebutuhan domestik.
Masyarakat menggunakan air tersebut untuk minum, memasak, mandi, serta mencuci pakaian.
Para ibu rumah tangga bahkan memboyong pakaian kotor langsung ke area sumur. Mereka mencuci pakaian di lokasi sembari mengisi wadah air bawaan.
Air Sumur Tetap Jernih dan Melimpah
Keberadaan Sumur Persatuan memegang peranan krusial tatkala sumur warga mulai mengering.
Meskipun menyuplai kebutuhan warga dari dua desa sepanjang hari, pasokan mata air ini tetap stabil.
Dina menegaskan bahwa air sumur senantiasa jernih dan tidak pernah kering.
Mata air dengan kedalaman 15 gorong-gorong ini menjadi tumpuan utama warga selama musim kemarau.
Aktivitas penimbaan air berlangsung aktif setiap hari. Sumur Persatuan terbukti menjadi penyelamat warga di tengah terpaan kemarau panjang.
(Sajidin)



