spot_imgspot_img
Selasa 22 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kekeringan Meluas di Pangandaran, 9 Kecamatan dan 32 Desa Kini Krisis Air Bersih

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dampak kemarau panjang yang memicu kekeringan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, semakin meluas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat sebanyak 9 kecamatan dan 32 desa terdampak krisis air bersih hingga Minggu (20/9/2026).

Baca Juga: Jual Kebun dan Dua Motor demi Berobat, Kisah Pilu Pasangan Lansia di Pangandaran

Distribusi Air Bersih Tembus 1,6 Juta Liter

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak menggencarkan penyaluran air bersih secara intensif. Petugas gabungan telah mengalirkan total 1.690.000 liter atau sekitar 1.690 meter kubik air bersih ke pemukiman warga.

BPBD Pangandaran menyalurkan 715.000 liter, Tagana mendistribusikan 855.000 liter, dan BBWS Citanduy menyumbang 120.000 liter air bersih.

Secara keseluruhan, tim gabungan telah menuntaskan 159 kali tahap penyaluran air bersih untuk melayani 7.053 kepala keluarga atau setara 20.998 jiwa.

Daftar Kecamatan Terdampak dan Rincian Alokasi

Sebanyak sembilan kecamatan yang mendapatkan penanganan meliputi Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, serta Mangunjaya.

Kecamatan Kalipucang menerima alokasi terbesar mencapai 175.000 liter, Cijulang 140.000 liter, dan Cigugur 105.000 liter.

Selanjutnya, Kecamatan Pangandaran memperoleh 85.000 liter, Parigi 55.000 liter, Cimerak dan Sidamulih masing-masing 50.000 liter, Padaherang 40.000 liter, serta Mangunjaya 5.000 liter.

Tanggapan BPBD Pangandaran

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, menegaskan bahwa krisis air bersih kini meluas dari kawasan pesisir hingga berbagai pelosok Pangandaran.

“Update penanganan kekeringan sampai sekarang ini sudah mengirimkan air bersih 1,69 juta liter lebih. Itu belum lembaga atau instansi lain yang melakukan pengiriman, seperti PMI dan lainnya,” ujar Dodo, Selasa (22/9/2026).

Petugas mengacu pada laporan pemerintah desa serta hasil asesmen lapangan saat mendistribusikan air bersih agar bantuan sampai tepat sasaran.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana, menghemat pemakaian air bersih,” ucapnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru