GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin usai menghadiri Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) III Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Islam (Persis) di Auditorium IAI Persis Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (19/9/2026).
Muskerda tersebut mengusung tema “Optimalisasi Gerakan Jihad Persisi dalam Membangun Garut yang Bertaqwa dan Berkelanjutan” di ikuti 150 peserta dari unsur Dewan Penasihat, Tasqih, staf, Pemuda/Pemudi Persis, IPP dan IPPI Persis Garut.
BACA JUGA:
Minyak Akar Wangi Garut Dapat Sertifikat Indikasi Geografis
Bupati Garut mengapresiasi atas kontribusi besar yang konsisten di berikan oleh Persis bagi kemajuan masyarakat.
Syakur mengajak Ormas Islam untuk memperkuat sinergi dalam mendukung program jaminan sosial pemerintah.
Menurutnya, dari total jumlah penduduk Kabupaten Garut yang mencapai 2,948 juta jiwa, hampir 1,8 juta di antaranya masuk kategori desil 1–5 (masyarakat berpenghasilan rendah hingga rentan).
“Dari situlah pemerintah memberikan bantuan kepada mereka yang di anggap tidak mampu dengan pembiayaan pelayanan BPJS. Dari pemerintah pusat ada hampir 1,1 juta orang yang di bayarkan BPJS Kesehatan dan pemerintah Kabupaten Garut sekitar 550 ribu yang harus di bayarkan BPJS Kesehatan. Berarti ada masa sisa orang yang belum di bayarkan. Oleh karena itu, kami mohon dukungan dan kolaborasi dari Persis,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Selain BPJS Kesehatan, Bupati juga mendorong partisipasi lembaga di bawah naungan Persis untuk mendaftarkan anggotanya ke BPJS Ketenagakerjaan.
Hanya dengan premi sekitar Rp8.400 per bulan, program ini memberikan perlindungan finansial dan sosial yang menyeluruh melalui lima jaminan kerja bagi para pekerja.
Ketua PD Persis Garut, Gun Gun Abdul Basit menyampaikan, struktur Persis terus mengalami perluasan. Dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, Pimpinan Cabang (PC) Persis kini telah terbentuk di 36 kecamatan.
“Jadi enam kecamatan yang belum ada PC Persis. Yakni, Balubur Limbangan, Singajaya, Mekarmukti, Cigedug, Cihurip dan Kecamatan Cisewu. Insyaallah dalam waktu dekat akan di bentuk PC Persis Cisewu,” jelasnya.
Ia menegaskan, dalam tradisi organisasi Persis, masa kepengurusan di maknai sebagai ‘masa jihad’. Pengabdian ini berlandaskan pada Al-Qur’an Surat Al-Ankabut Ayat 6.
BACA JUGA:
Bupati Garut Dorong Budaya Literasi Pelajar
“Barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Jadi kebaikannya, manfaatnya bukan untuk orang lain tapi kembali kepada dirinya,” kata Dia.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang menyukseskan acara ini,” Dia menambahkan.
Ketua Panitia Muskerda III, Uud Suhendrik juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan kerja sama seluruh pihak.
Harapannya, hasil musyawarah kerja ini dapat memperkuat syiar dakwah Islam serta membawa kemanfaatan yang nyata bagi masyarakat luas.
(Bambang Fouristian)



