TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: SMAN 1 Kota Tasikmalaya (Satas) sedang berbahagia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70. Perayaan di gelar di Aula Indoor Kampus, Jalan Rumah Sakit, Kecamatan Tawang, Kamis (17/9/2026) kemarin.
Perayaan tujuh dekade sekolah tertua dan terfavorit di Kota Tasikmalaya ini berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan.
BACA JUGA:
Nurul Awalin Kembali Bertarung Pimpin Golkar Kota Tasikmalaya, Didukung 9 PK dan 7 Organisasi
Sejumlah acara di gelaruntuk memeriahkan HUT ke-70. Mulai dari penampilan Tari, tabligh Akbar, konser musik hingga potong tumpeng serta doa bersama.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Tasikmalaya, Hesti Widiawati mengucapkan selamat ulang tahun ke-70 SMAN 1 Kota Tasikmalaya.
Dia juga menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, komite, orangtua, alumni dan seluruh siswa yang terus menjaga nama baik sekolah dengan karya dan prestasi.
“Kami mengajak untuk melihat dua arah. Yakni menengok perjalanan yang telah di lalui dan menentukan langkah yang akan di tempuh ke depan.”
“Seperti ungkapan yang tertulis dalam sejarah SMAN 1 Kota Tasikmalaya, belajarlah menghargai hari kemarin. Sebab hari ini tidak akan ada tanpa hari kemarin,” ungkap Hesti Widiawati.
Ia menuturkan, selama tujuh dekade telah di lalui, SMAN 1 Tasikmalaya terus konsisten melahirkan lulusan terbaik.
Banyak tokoh hebat di tempa di sekolah ini dan kini berkarya di berbagai bidang. Mulai di pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dunia usaha, teknologi hingga pengabdian sosial.
Mereka membawa nama SMAB 1 Kota Tasikmalaya jauh melampaui melompati gerbang sekolah.
“Prestasi membuat sekolah ini terus di kenal, tetapi karakter membuat lulusan sekolah ini di percaya. Itulah modal yang harus terus d ijaga dan di perjuangkan,” pesannya.
Menurut Dia, kepercayaan itu semakin kuat ketika pada 27 April 2026 lalu di tetapkan sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung). Dan predikat ini menjadi tanggung jawab besar untuk membentuk manusia yang utuh dan siap menghadapi tantangan zaman.
BACA JUGA:
Protes Hak Suara, HMI Tarbiyah Cipasung Desak Konfercab Tasikmalaya Dihentikan dan Data Diaudit
Hesti mengaku sangat terkesan dengan arah pendidikan yang di bangun melalui nilai Cageur, Bageur, Bener, Pinter dan Singer.
Artinya, anak-anak harus sehat jasmani rohani, baik akhlaknya, jujur dan bertanggung jawab, cerdas menguasai ilmu dan teknologi, sekaligus kreatif, peduli dan mampu memimpin.
“Nilai-nilai tersebut dapat di terjemahkan dalam budaya sekolah yang aman, inklusif, ramah anak, terbebas kekerasan dan bullying serta menumbuhkan nasionalisme dan cinta tanah air,” paparnya.
Semangat itu terlihat dalam berbagai kegiatan unggulan di HUT. Seperti, Satas Vaganza yang menjadi ruang ekspresi seni, Satas Fair yang melatih kreativitas dan kewirausahaan.
Satas Education Fair yang membantu siswa merencanakan pendidikan tinggi serta berbagai kompetisi sains, teknologi tepat guna, MTQ, dongeng Sunda, storytelling, olahraga dan organisasi siswa.
“Pancarkan sinarmu, Satu Tasikmalaya. Kalimat ini bukan hanya untuk di nyanyikan. Tetapi pesan agar setiap keluarga besar Satas memancarkan ilmu, karakter dan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
“Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), kami berpesan agar para siswa tetap mengedepankan cara berpikir kritis dan berkarakter. Teknologi boleh semakin pintar, tetapi manusianya harus semakin benar dan bermoral,” ucap Hesti.
BACA JUGA:
Tiga Pesan Pangdam III/Siliwangi untuk Prajurit: Dekat dengan Rakyat hingga Bijak di Media Sosial
Dia menyebut, arah pendidikan Satas di nilai sejalan dengan program prioritas Pemkot Tasikmalaya. Yakni, Tasik Pintar, Tasik Religius melalui SI OHAN HAFIZH, Tasik Pelak dan Tasik Resik.
Memasuki usia ke-70, Pemerintah Kota berharap, Satas menjadikan sejarah sebagai lembaga pendidikan untuk melakukan lompatan dan sejarah baru.
Sekolah ini memperkuat pembelajaran digital, memperluas ruang inovasi dan membangun jejaring yang lebih kuat dengan perguruan tinggi, dunia usaha dan pemerintah.
Kepala SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Yonandi mengungkapkan poin penting dari lembaga pendidikan ini. Bukan dari seberapa banyak lulusan yang di terima di perguruan tinggi ternama atau seberapa banyak yang menjadi pemimpin, tapi yang terpenting adalah seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat.
“Keberhasilan sekolah ini, bukan di ukur seberapa banyak lulusannya masuk di universitas ternama dan bukan seberapa banyak yang jadi pejabat. Namun di ukur seberapa besar lulusannya bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menuturkan, di usia ke-70 tahun, tentu sudah banyak berkontribusi dalam mencetak generasi-generasi bangsa yang berintelektual dan berdaya saing tinggi.
Sekolah ini tidak hanya berhasil dalam mencetak generasi penerus yang cerdas secara akademik. Tapi cerdas secara karakter dan moral, terus menjadi pondasi yang selalu di tanamkan dalam diri individu pelajar.
BACA JUGA:
Kereta Lokal Tasikmalaya-Bandung Makin Dekat? Wawalkot Diky Candra Ungkap Komunikasi dengan PT KAI
“Pintar dan cerdas secara akademik iti penting. Tapi cerdas karakter dan akhlak mulia jauh lebih penting bagi para lulusan untuk menyongsong masa depan yang penuh tantangan dan persaingan,” ujarnya.
Yonandi mengatakan, kegiatan HUT ke-70 akan berlangsung hingga 26 September 2026 bukan sekedar pesta seremoni tahunan. Tapi sebagai momentum emas untuk melakukan refleksi, memperkuat soliditas dan merancang transformasi masa depan demi kemajuan dan kesuksesan sekolah di masa mendatang.
“Hari jadi ini harus menjadi batu loncatan untuk mengantarkan institusi pendidikan ke arah yang lebih baik dan lebih maju melalui inovasi dan transformasi pendidikan yang adaptif dan inklusif guna menjawab tantangan masa depan pendidikan,” pungkasnya.
(Seda)



