PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mempersilakan Pemerintah Daerah membangun Jembatan Pongpet di Kabupaten Pangandaran secara permanen menggunakan struktur beton.
Maruli menilai proyek jembatan beton membutuhkan alokasi anggaran yang sangat fantastis. Berdasarkan informasi yang ia terima, biaya pembangunan jembatan beton di lokasi tersebut perkiraannya menembus angka ratusan miliar rupiah.
Baca Juga: KSAD Maruli Ungkap Biaya Bangun Ulang Jembatan Pongpet Pangandaran, Sekitar Rp360 Juta
“Saya kira Pemda kan mereka menyampaikan ratusan miliar ini kan mungkin berat ya untuk dibuat,” kata Maruli saat meninjau Jembatan Pongpet, Senin (14/9/2026).
Fungsi Jembatan Gantung TNI AD sebagai Akses Perintis
Maruli menegaskan bahwa pertimbangan biaya menjadi alasan utama TNI AD memprioritaskan opsi jembatan gantung.
“Kenapa kita membuat jembatan gantung? Karena terlalu mahal untuk membuat jembatan beton,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa jembatan gantung rakitan TNI AD pada dasarnya berfungsi sebagai jembatan perintis. Sarana ini bertugas membuka akses mobilitas masyarakat secara cepat dan efisien.
Maruli tidak keberatan jika pemerintah daerah nantinya memiliki kecukupan anggaran untuk mengganti fasilitas tersebut dengan bangunan beton permanen.
“Kalau Pemda mampu buat beton, robohkan saja. Enggak ada masalah itu. Memang namanya perintis,” katanya.
Pemprov Jabar Berencana Ambil Alih Pembangunan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut merespons insiden ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Pangandaran. Pemprov Jabar berencana mengambil alih proyek dan mendirikan jembatan permanen di kawasan tersebut.
Dedi menyampaikan komitmen tersebut melalui unggahan video di akun TikTok miliknya, @dedimulyadiofficial, Selasa (2/9/2026). Ia mengklarifikasi bahwa proyek jembatan gantung sebelumnya tidak menggunakan alokasi dana dari Pemprov Jabar.
”Ya sudah, kita enggak usah lagi berdebat urusan jembatan gantung di Desa Marga Cinta. Pemprov Jabar juga tahu kalau Pemda Pangandaran bangun jembatan itu keuangannya tidak mampu, tekanan fiskalnya berat, defisitnya tinggi,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi mengkritik kondisi keuangan Pemkab Pangandaran yang tengah menghadapi tekanan defisit tinggi. Demi menjamin kenyamanan dan keamanan akses warga, Pemprov Jabar memilih mengambil alih kewenangan pengelolaan jembatan tersebut.
”Pemprov Jabar segera mengambil alih jembatan yang ada di Marga Cinta menjadi kewenangan Pemprov Jabar. Dan selanjutnya kami segera membangun jembatan permanen di Desa Marga Cinta dan sekitarnya,” ucapnya.
(Sajidin)



