PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar-Cijulang mendapat respons luas dari masyarakat. Sebanyak 16.295 responden berpartisipasi dalam survei mengenai pengaktifan kembali jalur kereta api tersebut.
Sebanyak 6.752 responden merupakan warga Kabupaten Pangandaran. Sementara 9.543 responden lainnya berasal dari luar daerah, termasuk wisatawan.
Baca Juga: Gempa M5.9 di Jakarta Terasa hingga Pangandaran
Hasil survei menunjukkan kelompok usia produktif 26–35 tahun mendominasi partisipan. Pada kelompok warga Pangandaran, persentase usia tersebut mencapai 37,3 persen, sedangkan dari kelompok luar daerah sebesar 31,1 persen.
Dari sisi pendapatan, mayoritas responden berpenghasilan Rp2 juta hingga Rp5 juta per bulan (41,7 persen warga Pangandaran dan 34,4 persen wisatawan). Dari aspek pekerjaan, PNS mendominasi warga lokal (25,4 persen), sementara pegawai swasta mendominasi warga luar daerah (28,1 persen).
Potensi Ekonomi Berbasis Cagar Budaya
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Ghaniyy Fahmi Basyah, menilai reaktivasi ini tidak sekadar menyediakan moda transportasi umum.
Jalur ini melintasi cagar budaya bersejarah seperti Jembatan Cikacepit dan Terowongan Wilhelmina yang berpotensi menjadi daya tarik wisata.
“Tumbuhnya wilayah regional berbasis cagar budaya akan membangkitkan sektor unggulan yang berdampak terhadap kontribusi nilai produksi bruto daerah,” kata Ghaniyy melalui pesan WhatsApp, Sabtu (12/9/2026).
Ia menambahkan bahwa jalur kereta ini memperkuat konektivitas antardaerah serta menekan kesenjangan ekonomi kawasan.
“Dengan hadirnya kereta api, akses antarwilayah akan lebih merata, pergerakan orang dan barang lancar, serta kesenjangan ekonomi antardaerah bisa ditekan,” ujarnya.
Responden Tersebar dari Jawa Barat hingga Papua
Responden asal luar daerah didominasi oleh warga Jawa Barat, seperti Ciamis, Banjar, Tasikmalaya, dan Bandung.
Survei ini juga menjangkau responden dari Jakarta, Kalimantan, Medan, Bali, Sulawesi, hingga Papua. Dari segi gender, kelompok warga Pangandaran didominasi perempuan (51,3 persen), sedangkan kelompok wisatawan didominasi laki-laki (66,6 persen).
Data survei dengan belasan ribu partisipan ini memperlihatkan besarnya harapan publik terhadap pengaktifan kembali KA Banjar-Cijulang. Proyek ini mampu memperkuat pariwisata, pelestarian cagar budaya, dan pertumbuhan ekonomi di Priangan Timur.
(Sajidin)



