spot_imgspot_img
Kamis 10 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Penjualan Mobil BYD di Jabar Tembus 12 Ribu Unit

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT BYD Motor Indonesia mencatat penjualan kumulatif lebih dari 12.000 kendaraan di Jawa Barat hingga Juli 2026. Angka tersebut memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu pasar utama kendaraan elektrifikasi BYD di Indonesia.

Penjualan tersebut berkontribusi lebih dari 36 persen terhadap pasar kendaraan listrik di Jawa Barat.

Untuk memperkuat penetrasi pasar, BYD Group juga terus memperluas jaringan penjualan dan layanan. Saat ini, sebanyak 20 diler telah beroperasi di Jawa Barat dan jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 31 lokasi.

Baca Juga: VinFast Pamer 3 Mobil Listrik di GIIAS Bandung 2026

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan, Jawa Barat menjadi salah satu wilayah. Yang sangat penting bagi perkembangan BYD di Indonesia.

“Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang sangat penting bagi BYD di Indonesia. Dengan lebih dari 12.000 kendaraan BYD yang telah hadir di Jawa Barat, kami melihat bagaimana masyarakat di wilayah ini. Semakin terbuka terhadap teknologi kendaraan energi baru,” kata Eagle Zhao pada acara GIIAS Bandung 2026 di Sudirman Grand Ballroom. Bandung Kamis (10/9/2026).

Teknologi Kendaraan Energi

Menurut Eagle, kehadiran BYD di GIIAS Bandung 2026 menjadi kesempatan. Untuk membawa perkembangan teknologi kendaraan energi baru lebih dekat kepada masyarakat Jawa Barat.

“Kehadiran kami di GIIAS Bandung menjadi kesempatan untuk membawa perkembangan tersebut lebih dekat kepada masyarakat. Tidak hanya melalui produk dan teknologi, tetapi juga melalui cerita tentang bagaimana BYD terus memperkuat kehadirannya di Indonesia,” katanya.

Kehadiran BYD di GIIAS Bandung berlangsung tidak lama setelah perusahaan meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi barunya di Subang, Jawa Barat. Pada 3 September 2026 lalu.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun. Peresmian fasilitas manufaktur itu juga ditandai dengan roll-off BYD M6 DM sebagai unit BYD ke-100.000 yang diproduksi secara lokal.

Eagle mengatakan, keberadaan fasilitas manufaktur di Subang semakin mendekatkan BYD dengan konsumen di Jawa Barat. Sekaligus memperkuat proses lokalisasi produksi di Indonesia.

GIIAS Bandung 2026

“Dengan fasilitas manufaktur kami di Subang yang kini telah resmi beroperasi, kami semakin dekat dengan konsumen di Jawa Barat. Sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam perjalanan lokalisasi BYD secara global,” ucapnya.

Melalui GIIAS Bandung 2026, BYD menghadirkan sejumlah pilihan kendaraan dengan teknologi Electric Vehicle (EV) dan Dual Mode (DM).

“Melalui pilihan EV dan DM, kami ingin memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter mobilitas masyarakat,” ungkapnya.

Di tingkat nasional, BYD mencatatkan penjualan sebanyak 40.700 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut setara dengan 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional.

BYD juga terus memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari mobilitas perkotaan hingga perjalanan keluarga.

Teknologi Full Electric

Salah satu produk yang menjadi andalan adalah BYD M6. Sejak diperkenalkan pada 2024, BYD M6 telah menjadi pilihan lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia.

Pilihan tersebut kemudian diperluas dengan kehadiran BYD M6 DM pada Mei 2026. Melengkapi BYD M6 yang sebelumnya hadir dengan teknologi full electric.

Sementara itu, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan. Kehadiran M6 DM merupakan bagian dari upaya BYD menjawab kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi dengan fleksibilitas lebih tinggi.

“Perjalanan M6 bersama lebih dari 28.000 keluarga di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi terus berkembang. Kehadiran M6 DM merupakan bagian dari bagaimana kami mendengarkan kebutuhan tersebut dan menghadirkan pilihan teknologi yang lebih fleksibel,” kata Luther.

BYD M6 DM mengandalkan motor listrik sebagai sumber penggerak utama dengan dukungan mesin berbahan bakar ketika diperlukan. Teknologi tersebut menawarkan fleksibilitas untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.

Keluarga BYD M6

“Kami ingin keluarga Indonesia dapat menikmati pengalaman berkendara seperti EV namun dengan fleksibilitas untuk perjalanan yang lebih jauh. Bagi kami, teknologi bukan hanya tentang inovasi, tetapi bagaimana hal tersebut. Dapat memberikan manfaat yang nyata dan relevan bagi masyarakat,” katanya.

Pengembangan keluarga BYD M6 juga berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan produksi lokal. BYD M6 EV generasi terbaru yang dihadirkan di Indonesia telah diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.

Pada varian Standar, kendaraan tersebut memiliki jarak tempuh hingga 450 kilometer, tenaga maksimal 150 kW, torsi 310 Nm. Serta akselerasi 0–100 kilometer per jam dalam 7,9 detik.

Sementara itu, dalam GIIAS Bandung 2026, BYD mengusung tema “Green Future, Smart Emotion”.

Sejumlah kendaraan dipamerkan, di antaranya BYD M6 EV 2026, BYD M6 DM Cross Advance. BYD M6 DM Classic Dynamic, serta BYD ATTO 1 2026.

Pengungjung Bisa Test Drive

Pengunjung juga dapat mencoba kendaraan secara langsung melalui area test drive. Yang menghadirkan BYD M6 EV 2026, BYD M6 DM Cross Advance, dan BYD ATTO 1 2026 Standard.

Selain display dan test drive, BYD menghadirkan sejumlah program interaktif. Seperti BYD Student Day: “Build Your Day”, BYD Community Connect: Meet the BYD IHT, e-Motion Dialogue. Homeless Media Visit, KOL Visit, BYD Exploration Challenge, dan The Ultimate Quiz.

Baca Juga: Halte BRT di Kawasan Cicadas Kota Bandung Pemicu Kemacetan

Penguatan produksi lokal di Subang juga diikuti rencana peningkatan kandungan lokal hingga 60 persen. Mulai Januari 2027 serta pengembangan fasilitas yang mencakup manufaktur baterai.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BYD memperluas keterlibatannya dalam industri otomotif Indonesia. Mulai dari produksi kendaraan hingga pengembangan rantai pasok dan sumber daya manusia.

Melalui GIIAS Bandung 2026, BYD tidak hanya memperkenalkan produk dan teknologi elektrifikasi. Tetapi juga memperkuat pijakannya di Jawa Barat yang menjadi salah satu pasar penting pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru

Lewat ke baris perkakas