CIAMIS, FOKUSJabar.id: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali memperkuat program Ciamis Cerdas dengan menggandeng Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Darussalam untuk membantu biaya pendidikan mahasiswa.
Pada 2026, kolaborasi tersebut menargetkan 10 mahasiswa sebagai penerima beasiswa.
BACA JUGA:
Yayasan Borosngora Tegaskan Makna Tradisi Nyangku, Bukan Menyembah Leluhur
Program ini menjadi tahun kedua Baznas Ciamis dan UPZ Darussalam menyalurkan bantuan pendidikan melalui skema tersebut.
Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, Lili Miftah mengatakan, program Ciamis Cerdas menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) untuk meningkatkan kualitas SDM.
Pihaknya tidak ingin dana zakat hanya berhenti pada bantuan konsumtif. Baznas juga mendorong pemanfaatannya untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
“Goal akhirnya dari zakat, infak, sedekah, wakaf adalah bagaimana menghadirkan keadilan sosial, keadilan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan keberkahan dari Allah,” ujar Lili.
Lili juga mendorong UPZ di desa maupun lembaga pendidikan agar semakin aktif menjalankan fungsi penghimpunan dan pendayagunaan zakat.
Khusus UPZ yang telah di tetapkan sebagai Kampung Zakat, pihaknya mendorong penyaluran beasiswa minimal kepada dua orang penerima manfaat di setiap desa.
Langkah tersebut bertujuan memperluas manfaat zakat hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
Menurut Lili, semakin tinggi kesadaran masyarakat membayar zakat dan berinfak, semakin besar pula dana yang dapat di kelola untuk membantu masyarakat. Termasuk mahasiswa yang menghadapi kendala ekonomi.
“Harapannya dari Ciamis Cerdas ini, dengan dana yang terkumpul dari rukun Islam yang ketiga, kita dapat membuktikan bahwa konsep Allah dapat menyelamatkan umat,” tegasnya.
BACA JUGA:
Adat Nyangku Ciamis Digelar Meriah, Ribuan Warga Saksikan Arak-arakan Pusaka Prabu Borosngora
Ketua UPZ Darussalam, Ahmad Agung (Abah) mengapresiasi kepercayaan Baznas Ciamis dalam program beasiswa tahun ini.
“Di tahun ini, InsyaAllah kita berkesempatan mendapat kuota 10 orang untuk beasiswa di lingkungan Darussalam,” kata Abah.
Antusiasme mahasiswa mengikuti program tersebut cukup tinggi. UPZ Darussalam mencatat 27 orang mendaftar hanya dalam satu hari.
Namun, sesuai kuota yang di berikan, UPZ Darussalam bersama Baznas melakukan seleksi hingga menetapkan 10 mahasiswa sebagai penerima beasiswa.
Abah menilai, sinergi antara lembaga zakat dan lembaga pendidikan menjadi kunci agar program beasiswa memberikan dampak lebih luas.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam mencetak lulusan. Tetapi juga dapat membantu memperkuat ekosistem penghimpunan dan pendayagunaan zakat.
“Baznas masih mempercayai Darussalam untuk menyediakan SDM dalam rangka penguatan dan penambahan yang bertitel sarjana,” ujarnya.
Beasiswa Tak Hanya untuk Mahasiswa Baru
UPZ Darussalam juga membuka peluang untuk mengembangkan cakupan program Ciamis Cerdas pada tahun-tahun berikutnya.
Abah berharap, program tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa baru tetapi juga mahasiswa tingkat akhir. Khususnya semester 6 hingga 8 yang membutuhkan dukungan biaya agar dapat menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, bantuan bagi mahasiswa tingkat akhir penting karena kendala biaya pada tahap akhir perkuliahan dapat menghambat mahasiswa menyelesaikan studi dan meraih gelar sarjana.
Semangat “Dari Ciamis untuk orang Ciamis” pun menjadi salah satu landasan dalam mendorong pengelolaan zakat yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui program Ciamis Cerdas, Baznas Kabupaten Ciamis dan UPZ Darussalam tidak hanya menyalurkan bantuan pendidikan.
Keduanya juga mendorong pemanfaatan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) untuk membangun sumber daya manusia melalui akses pendidikan.
Dengan kuota 10 mahasiswa pada 2026, program tersebut di harapkan dapat membantu lebih banyak mahasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus memperkuat kontribusi zakat dalam meningkatkan kualitas SDM.
(Mia)



