spot_imgspot_img
Kamis 3 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mahasiswa Unigal Sulap Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik untuk Atasi Tanah Cadas Pangandaran

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kelompok KKN Mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) menghadirkan inovasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Batumalang, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Langkah ini menjadi solusi konkrit untuk mengolah lahan pekarangan warga yang berkontur tanah cadas.

Koordinator Desa KKN Unigal, Ade Ahmad Hanifan, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini mengintegrasikan penyuluhan lahan cadas dengan praktik langsung pembuatan POC. Oleh karena itu, program ini mengusung konsep urban farming demi memperkuat ketahanan pangan rumah tangga warga setempat.

Baca Juga: Dua Mahasiswa Asal Kuningan Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Banjarsari Ciamis

“Program pengabdian masyarakat di Desa Batumalang tersebut berhasil mengintegrasikan penyuluhan lahan pekarangan berkontur tanah cadas dengan praktik langsung pembuatan Pupuk Organik Cair (POC),” ungkap Ade.

Tantangan Geologis Kawasan Karst Pangandaran

Desa Batumalang berada dalam Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Pangandaran-Cimerak. Sebab, wilayah ini memiliki struktur tanah cadas berkapur hasil pelarutan batu gamping oleh air hujan.

Kondisi geologis ini memang mengurangi tingkat kesuburan tanah untuk pertanian konvensional. Namun, warga tetap bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk memproduksi pangan lokal secara mandiri.

Oleh sebab itu, para mahasiswa menggelar penyuluhan dan praktik pembuatan POC, Kamis (27/8/2026) di Aula Desa Batumalang. Sebanyak 60 ibu-ibu anggota PKK menghadiri kegiatan yang berlangsung selama empat jam tersebut.

Teknik Rekayasa Media Tanam dan Pembuatan POC

Para mahasiswa mengenalkan wadah tanam alternatif seperti pot, polybag, ember bekas, hingga rak bertingkat. Selain itu, mahasiswa membagikan resep rekayasa media tanam melalui campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang.

Kemudian, peserta langsung mempraktikkan pembuatan POC menggunakan galon bekas, limbah dapur, cairan molase, air cucian beras, dan aktivator EM4.

“Materi unggulan mencakup teknik rekayasa media tanam melalui kombinasi tanah, kompos, pupuk kandang, dan bahan organik,” ucap Ade.

Langkah Praktis Pembuatan Pupuk Organik

Ibu-ibu PKK memotong kecil bahan organik untuk mempercepat proses fermentasi di dalam galon. Setelah itu, mereka mengaduk campuran bersama larutan gula serta EM4, lalu menutup rapat wadah menggunakan kain bersih.

Proses fermentasi ini membutuhkan waktu penyimpanan di tempat teduh selama 14 hari. POC yang matang akan mengeluarkan aroma khas seperti tape dan memiliki warna yang lebih gelap.

“Program ini juga menumbuhkan kesadaran peserta akan pentingnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk bernilai guna,” pungkas Ade.

(Diky)

spot_img

Berita Terbaru