BEKASI,FOKUSJabar.id: Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja meresmikan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi, Senin (31/8/2026). Ia berharap kehadiran lembaga pendidikan gratis ini mampu menghapus kendala ekonomi bagi anak-anak yang ingin mengejar cita-cita.
Asep memimpin prosesi pembukaan di Aula Sekolah Rakyat, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat.
Baca Juga: Stadion Merpati Depok Ditutup Sementara, Disiapkan Jadi Venue Porprov XV Jabar 2026
Sejumlah pejabat penting menghadiri acara tersebut, termasuk Anggota Komisi VIII DPR RI Wardatul Asriah, unsur Forkopimda, jajaran Sekda, para asisten daerah, hingga Kepala STPL Kemensos RI.
Asep menegaskan bahwa seluruh anak bangsa berhak menikmati fasilitas pendidikan yang layak tanpa terhalang status sosial.
“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depannya hanya karena kondisi ekonomi atau keterbatasan yang dihadapinya,” ujar Asep.
Membangun Harapan Baru Bagi Keluarga Kurang Mampu
Asep menyambut positif inisiatif pemerintah pusat yang merancang program khusus ini bagi keluarga prasejahtera. Ia memosisikan Sekolah Rakyat sebagai tempat menempa mental serta keterampilan para siswa.
“Sekolah ini bukan sekadar tempat untuk belajar. Sekolah Rakyat adalah tempat untuk membangun harapan dan mempersiapkan masa depan,” katanya.
Ia membakar semangat para peserta didik baru agar tekun menimba ilmu serta menjaga keharmonisan di lingkungan sekolah.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru, sayangi teman dan jangan pernah berhenti memiliki cita-cita. Dari sekolah ini saya yakin akan lahir generasi-generasi hebat yang kelak mampu membawa perubahan bagi keluarganya, bagi daerahnya dan juga bagi bangsa dan negara,” tuturnya.
Asep pun mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian seperti Kementerian Sosial, Kementerian PU, DPR RI, hingga Pemerintah Kota Bekasi yang mewujudkan sarana ini.
Menampung 427 Siswa dari Kelompok Desil Prasejahtera
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah membeberkan bahwa sebanyak 427 siswa gabungan dari Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi mulai mengikuti MPLS.
Program strategis ini memprioritaskan anak-anak rentan, mulai dari warga yang belum pernah mengecap pendidikan hingga anak-anak putus sekolah. Dinas Sosial menjaring peserta dari keluarga kelompok desil 1 dan desil 2 melalui verifikasi ketat bersama pendamping PKH serta pilar sosial di desa.
“Tujuan utamanya tentunya meningkatkan akses pendidikan untuk anak-anak kita, terutama anak-anak yang belum sekolah atau yang putus sekolah, pernah sekolah kemudian tidak bisa melanjutkan,” kata Alamsyah.
Ia menambahkan, konsep sekolah berasrama ini bertujuan mencetak siswa menjadi penggerak perubahan ekonomi keluarga.
“Harapannya anak-anak kita setelah itu bisa menjadi agen perubahan untuk meningkatkan derajat ekonomi dan derajat kesehatan keluarga,” ujarnya.
Transformasi Kilat Lahan Sawah Menjadi Sekolah
Alamsyah mengungkapkan fakta menarik di balik pembangunan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 ini. Tim konstruksi berhasil merampungkan area sekolah hanya dalam kurun waktu delapan bulan di atas lahan bekas pesawahan.
“Delapan bulan yang lalu ini masih sawah yang diolah dan ditanami padi. Alhamdulillah karena kolaborasi bersama seluruh stakeholder, dari perencanaan kemudian hasil advokasi, akhirnya bisa hadir di Kabupaten Bekasi,” ungkap Alamsyah.
Saat ini, sebanyak 237 siswa asal Kabupaten Bekasi telah mengisi kuota sekolah, terdiri dari 57 murid SD, 90 siswa SMP, serta 90 pelajar SMA. Petugas terus memverifikasi data lapangan demi memenuhi sisa kuota yang tersedia.
Alamsyah mengapresiasi PT Brantas Abipraya bersama KSO dan Kementerian PU yang merampungkan proyek ini tepat waktu.
“Sekolah Rakyat ini satu sekolah, seribu mimpi dan sejuta prestasi,” pungkasnya.
(Jingga Sonjaya)



