spot_imgspot_img
Sabtu 22 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dari Garut Selatan Pemuda Bersatu Desa Tegalega Dukung Kondusivitas Nasional

GARUT, FOKUSJabar.id: Di tengah dinamika situasi nasional saat ini, organisasi Pemuda Bersatu Desa Tegalega di wilayah Garut Selatan Jawa Barat (Jabar) menyatakan sikap mendukung penuh upaya menjaga kondusivitas Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan denyut nadi Indonesia.

Pernyataan sikap tersebut menyusul banyaknya video visual yang beredar di Media Sosial (Medsos) yang isinya menarasikan sebagai bentuk pelecehan, penghinaan atau rekayasa terhadap Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:

Pemkab Garut-Kota Sue Machi Jepang Jajaki Kerja Sama Ekspor Kopi

Video visual yang beredar merupakan konten disinformasi atau manipulasi digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Atas nama pemuda, pelajar, mahasiswa dan masyarakat Desa Tegalega Garut Selatan, pihaknya mendukung upaya menjaga kondusivitas nasional. Bagaimana tidak, stabilitas Jakarta adalah cerminan stabilitas Indonesia.

“Menjaga Jakarta berarti menjaga Indonesia. Kami menolak segala bentuk provokasi, ujaran kebencian dan tindakan anarkis yang dapat memecah belah persatuan bangsa,” tegas Ketua Pemuda Bersatu Desa Tegalega, Bina Wangi Anggar, Sabtu (22/8/2026).

Untuk itu, Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat. Khususnya warga Kabupaten Garut bersama-sama menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi berita hoaks dan menyalurkan aspirasi melalui jalur konstitusional yang damai.

“Kondusifitas nasional adalah tanggung jawab kita bersama. Dari Garut Selatan untuk Indonesia, mari kita jaga negeri ini dengan kepala dingin dan semangat gotong royong,” katanya.

Dia menyebut, video manipulasi AI (Deepfake) yang beredar adalah rekaman suara atau video wajah Presiden Prabowo yang di edit sedemikian rupa untuk penipuan giveaway, promosi palsu atau disinformasi kebijakan negara.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat selalu verifikasi ulang setiap video viral yang mencatut nama atau wajah pejabat tinggi negara.

“Pastikan kebenaran video yang beredar melalui kanal Komdigi atau lembaga cek fakta terpercaya untuk memastikan keaslian sebuah video yang beredar,” pesannya.

Selain itu, batasi penyebaran atau tidak meneruskan (membagikan ulang) video yang belum jelas kebenarannya. Dengan begitu tidak memperluas disinformasi di ruang publik.

BACA JUGA:

Bupati Garut-Delegasi Korea Selatan Bahas Kerja Sama Pertanian

Di tengah dinamika nasional saat ini, menjaga persatuan menjadi kunci agar situasi tetap kondusif. Perbedaan adalah kekayaan bangsa, bukan pemicu perpecahan.

Mari kita bijak dalam menerima informasi, menghargai perbedaan dan mengedepankan dialog. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, kita pastikan Indonesia tetap aman, damai dan maju bersama.

Jangan biarkan hoaks dan provokasi memecah kita. Jaga persatuan di lingkungan masing-masing. Kondusifnya negeri ini di mulai dari kita. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Indonesia.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru