spot_imgspot_img
Rabu 19 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

UPZ Darussalam-Baznas Ciamis Perkuat Model Pengelolaan ZIS

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Darussalam Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis menyepakati sejumlah langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS).

Kesepakatan tersebut di bahas dalam kegiatan silaturahim dan audiensi strategis UPZ Darussalam dengan Baznas di Kampus Universitas Islam Darussalam Ciamis.

BACA JUGA:

MIN 11 Ciamis Petakan Potensi Siswa Lewat Psikotes Berjenjang

Audiensi tersebut mengusung semangat Himpun, Salur, Bina, Berdaya, sebagai landasan dalam membangun pengelolaan ZIS yang tidak hanya berorientasi pada penghimpunan dan penyaluran. Tetapi juga pembinaan serta pemberdayaan mustahiq.

Ketua UPZ Darussalam, Ahmad Agung mengatakan, sinergi dengan Baznas Ciamis menjadi langkah penting untuk memperkuat peran dalam mengoptimalkan potensi ZIS di lingkungan kampus sekaligus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurutnya, terdapat empat kesepakatan utama yang menjadi hasil audiensi tersebut.

Pertama, pelaksanaan Program Beasiswa Ciamis Cerdas tahun 2026 untuk 10 orang mahasiswa.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kolaborasi antara UPZ Darussalam dan Baznas Kabupaten Ciamis.

Sebelumnya, pada Program Ciamis Cerdas tahun 2025, sebanyak 10 mahasiswa UID Ciamis menerima manfaat beasiswa Baznas.

Kedua, pembentukan Duta Zakat Darussalam. Ahmad Agung menjelaskan, mahasiswa penerima beasiswa maupun mahasiswa lainnya di harapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat. Tetapi juga dapat berperan sebagai agen literasi zakat dan penggerak ZIS di lingkungan kampus.

“Mahasiswa merupakan aset strategis karena memiliki kemampuan digital dan daya pengaruh yang luas. Karena itu, mereka perlu di libatkan sebagai bagian dari gerakan literasi dan penguatan zakat,” ujar Ahmad Agung.

Para Duta Zakat nantinya akan mendapatkan pembekalan melalui Baitul Mal Camp. Meliputi fikih zakat, kemampuan public speaking hingga dakwah digital.

BACA JUGA:

14 ASN Kemenag Ciamis Terima Satyalancana Karya Satya, Ada yang Mengabdi 30 Tahun

Mereka juga di arahkan untuk terlibat dalam kegiatan lapangan. Termasuk mendukung Kampung Zakat serta menjalankan berbagai program ZIS di lingkungan UID Ciamis.

Ketiga, menjadikan UPZ Darussalam sebagai Baznas Institusional. Langkah tersebut di arahkan untuk memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan tata kelola penghimpunan dan penyaluran ZIS di lingkungan Universitas Islam Darussalam.

Ahmad Agung menyebut, potensi ZIS di lingkungan kampus cukup besar. Sehingga di perlukan pengelolaan yang lebih proaktif, sistematis dan berbasis data.

Optimalisasi layanan digital, penggunaan QRIS, sistem pelaporan serta peningkatan kapasitas kelembagaan UPZ menjadi bagian dari strategi yang akan di perkuat.

Keempat, strategi Program Ciamis Sejahtera untuk pembiayaan usaha produktif. Program ini di arahkan untuk mendorong penyaluran zakat dari pola konsumtif menuju pemberdayaan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

“Zakat jangan berhenti pada bantuan konsumtif. Kita ingin ada proses pembinaan dan pemberdayaan. Sehingga mustahiq memiliki kesempatan untuk tumbuh, mandiri dan pada akhirnya bisa menjadi muzaki,” kata Ahmad Agung.

Program Ciamis Sejahtera sangat besar manfaatnya bila di rancang melalui pengembangan klaster pertanian, peternakan (bagi warga desa) serta wirausaha bagi warga kampus yang di kelola berbasis komunitas.

Program tersebut di harapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan kesadaran bersedekah sekaligus kemandirian ekonomi para mustahiq.

Pelaksanaannya di lakukan melalui proses seleksi dan verifikasi kelayakan, pelatihan peningkatan kapasitas, pendampingan serta monitoring.

Evaluasi di lakukan untuk melihat perkembangan usaha dan peluang peningkatan status mustahiq menjadi muzaki.

Dalam materi yang di siapkan UPZ Darussalam, program pemberdayaan tersebut menargetkan 20 mustahiq produktif di bina hingga 2027, dengan sasaran 50 persen di antaranya dapat meningkat status menjadi muzaki dalam dua tahun.

Selain empat kesepakatan tersebut, audiensi juga membahas strategi peningkatan penghimpunan ZIS, penguatan integrasi data penerima manfaat, skema pendanaan kolaboratif serta standardisasi proses seleksi dan verifikasi penerima beasiswa.

BACA JUGA:

Tak Pernah Kering Meski di Ketinggian, Mata Air Cikahuripan Jadi Daya Tarik Tersembunyi Ciamis

Penguatan program beasiswa di arahkan melalui pembangunan single database penerima manfaat, penerapan pola cost-sharing, komitmen alokasi dana beasiswa, serta monitoring dan pembinaan yang lebih terintegrasi.

Ahmad Agung menegaskan, seluruh langkah tersebut pada akhirnya di arahkan pada empat pilar utama pengelolaan ZIS. Yakni Himpun, Salur, Bina dan Berdaya.

“ZIS kita himpun dengan sistem dan penuh amanah, di salurkan secara tepat sasaran dan transparan. Kemudian mustahiq di bina secara berkelanjutan hingga mampu berdaya secara ekonomi dan mandiri secara sosial,” ungkapnya.

Ia berharap, sinergi UPZ Darussalam dan Baznas Ciamis dapat membangun ekosistem ZIS yang lebih kuat, tidak hanya dalam penghimpunan dan penyaluran. Tetapi juga dalam pendidikan, pemberdayaan ekonomi serta pembentukan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap zakat.

“Harapannya, sinergi ini bisa memperluas kemanfaatan ZIS dan ikut mendukung terwujudnya Ciamis Cerdas, Lahir dan Batin,” pungkas Ahmad Agung.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru