JAKARTA, FOKUSJabar.id: Gebrakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) dalam membenahi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus di lakukan.
Kali ini, Sudaryono segera melakukan evaluasi keberlanjutan insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
BACA JUGA:
Tak Ikut Standar BGN, Sudaryono Tutup 1.300 SPPG
Menurut Keala BGN, hal itu akan di lakukan setelah masyarakat luas menyoroti besaran insentif per hari yang di terima dapur MBG (SPPG).
“Sedang kami evaluasi, nanti tunggu tanggal mainnya,” kata Sudaryono di kutip jpnn.com, Rabu (19/8/2026).
Sebelumnya, Sudaryono telah menutup sebanyak 1.300 SPPG selama dirinya bertugas.
“Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya, maka dengan berat hati harus saya tutup permanen,” tegas Sudaryono.
Selain penutupan operasional dapur, tindakan tegas juga akan di berlakukan kepada jajaran personel BGN yang tidak mampu menjalankan standar kerja yang di tetapkan.
“Bagi personel yang tidak bisa mengikuti standar tinggi yang saya punya, mohon maaf harus saya copot atau saya pecat status ASN PPPK-nya,” tegas Mas Dar.
Dia menyebut, penindakan tersebut untuk melindungi kemitraan SPPG lain yang sudah menjalankan tugasnya secara prima.
BACA JUGA:
Bawang Merah dan Desil jadi Perbincangan Hangat Publik
BGN juga berencana menyediakan fasilitas test kit kimiawi di setiap dapur SPPG untuk mendeteksi racun. Seperti arsenik dan pembusukan makanan.
Langkah penggunaan test kit tersebut di ambil BGN untuk mengevaluasi adanya kasus keracunan makanan di Berastagi serta menjaga kualitas pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.
(Bambang Fouristian)



