spot_imgspot_img
Selasa 18 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Cegah Judi Online, OJK Bekali Pramuka Kota Tasikmalaya Cerdas Finansial

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) Cabang Tasikmalaya.

Memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda. Melalui edukasi keuangan kepada para anggota Pramuka SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka Ke-65 tersebut, menjadi bagian dari upaya OJK. Untuk membekali para pelajar dan generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengelola keuangan secara bijak.

Baca Juga: Satpam SPPG Cinta Abadi 1 Tasikmalaya Dikeroyok Hingga Babak Belur

Sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal yang semakin berkembang di tengah pesatnya penggunaan teknologi digital.

Edukasi literasi keuangan itu pun, disampaikan oleh Tim Edukasi OJK Tasikmalaya, Nur Izmi bersama Fyrda Farida. Dengan materi Edukasi Keuangan untuk Cerdas Keuangan dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal.

Materi disampaikan dengan interaktif dan disesuaikan dengan kehidupan pelajar, mulai dari pengenalan peran dan fungsi OJK, pengelolaan keuangan dengan benar. Hingga pengenalan berbagai risiko aktivitas keuangan ilegal mulai dari judol, pinjol, dan investasi bodong.

Dalam edukasi tersebut, pelajar diajak memahami pentingnya mengelola keuangan sejak usia pelajar, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan. Menyusun anggaran sederhana serta membiasakan diri menabung.

Kebiasaan tersebut sejalan dengan nilai kepramukaan yang menanamkan sikap disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai yang mereka pelajari dalam gerakan Pramuka juga dapat diterapkan dalam mengelola keuangan sehari-hari. Sejak usia pelajar, penting untuk bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Membuat anggaran, serta menyisihkan uang untuk ditabung,”Ungkap Nur Izmi Selasa (18/8/2026).

Ia menuturkan, Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda. Untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan cerdas dalam mengambil keputusan keuangan.

Edukasi Literasi Keuangan

Ia juga mengingatkan, pelajar khususnya angota gerakan Pramuka untuk menghindari perilaku keuangan yang dapat mendorong pengeluaran secara tidak terkendali. Seperti Fear of Missing Out (FOMO), Fear of People’s Opinion (FOPO), dan You Only Live Once (YOLO). 

“Kita dorong mereka untuk tidak mengambil keputusan keuangan hanya karena mengikuti tren. Mencari pengakuan dari lingkungan, atau mengejar kesenangan sesaat,”ujar Nur Azmi.

Ia menjelaskan, Selain pengelolaan keuangan, edukasi literasi keuangan ini juga memberikan pemahaman. Mengenai pinjaman daring (pindar) legal dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Pelajar akan diperkenalkan pada karakteristik penyelenggara aktivitas keuangan sistem daring yang legal serta risiko pinjaman online ilegal. 

“OJK menekankan pentingnya memastikan legalitas suatu layanan jasa keuangan sebelum menggunakannya, dan menjaga keamanan data pribadi. Sehingga tidak disalah gunakan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,”tegasnya.

Dalam kesempatan itu, juga turut diberikan edukasi mengenai bahaya judi online. Termasuk modus perjudian yang disamarkan melalui permainan atau game online.

Tidak Mudah Terjebak

Pelajar diperkenalkan dengan sejumlah istilah yang kerap digunakan dalam aktivitas judi online. Agar mampu mengenali indikasinya dan tidak mudah terjebak dalam tawaran yang dikemas menyerupai permainan biasa atau game online.

“Melalui edukasi ini, kita berharap para anggota Pramuka di lingkungan SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya. Dapat menjadi generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik dan karakter positif,” ucap Azmi.

Baca Juga: Reforma Agraria, Milik Rakyat atau Negara?

Tetapi juga, lanjutnya, harus memiliki kecerdasan finansial. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar,”harap Azmi.

Ia pun mengajak, para pelajar sebagai generasi muda untuk cerdas dalam mengelola keuangan, waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal. Serta memastikan legalitas dan memahami karateristik setiap produk atau layanan keuangan sebelum menggunakannya.

Tentu Dengan literasi keuangan secara berkelanjutan dan semakin baik, generasi muda khususnya para pelajar diharapkan. Mampu membangun masa depan keuangannya secara bijak, lebih sehat, aman, dan sejahtera.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru